Breaking News
Trending Tags

Bappeda Kota Sukabumi Finalisasi Program Enam Pokja Penanganan Pengangguran

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memperkuat upaya penanganan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melalui kerja lintas sektor. Langkah tersebut diwujudkan dengan memfinalisasi program kerja enam Kelompok Kerja (Pokja) Tim Penanganan TPT Kota Sukabumi.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani, mengatakan, pembentukan dan penguatan enam Pokja tersebut dilakukan agar penanganan pengangguran tidak berjalan sendiri-sendiri di masing-masing perangkat daerah.

“Penanganan TPT membutuhkan intervensi yang terintegrasi. Tidak hanya terkait penyediaan lapangan kerja, tetapi juga peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan, investasi, perlindungan pekerja, hingga penguatan data ketenagakerjaan,”ujar Erni.Jumat, (2/10/2026).

Menurutnya, Bappeda Kota Sukabumi telah mengoordinasikan penyusunan sekaligus finalisasi program kerja enam Pokja sebagai bagian dari upaya membangun sistem penanganan pengangguran yang lebih terarah, terukur dan berbasis data.

Pembentukan Tim Penanganan TPT Kota Sukabumi ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Sukabumi Nomor 100.3.3.3/KEP.51/BAPPEDA/2026.

Tim tersebut memiliki tugas mengidentifikasi persoalan ketenagakerjaan, merumuskan kebijakan, mengoordinasikan program antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan penanganan TPT.

Dalam struktur tim, Bappeda Kota Sukabumi berperan sebagai sekretariat. Posisi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai program penanganan pengangguran terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Bappeda berupaya memastikan setiap program memiliki sasaran, indikator, target dan mekanisme evaluasi yang jelas. Dengan begitu, program yang disusun tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat diukur pelaksanaannya,”kata Erni.

erni mengungkapkan, ada enam Pokja yang telah dimantapkan memiliki fokus intervensi yang berbeda, tetapi saling berkaitan.

Pertama, Pokja Peningkatan Kesempatan Kerja. Pokja ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pasar kerja, termasuk melalui peningkatan penempatan tenaga kerja.

Kedua, Pokja Peningkatan Kompetensi dan Daya Saing Tenaga Kerja. Fokusnya meliputi pelatihan, sertifikasi, pemetaan kebutuhan kompetensi serta peningkatan kesesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Ketiga, Pokja Pengembangan Kewirausahaan, UMKM dan Ekosistem Ekonomi Kreatif. Pokja ini diarahkan untuk mendorong lahirnya sumber-sumber pekerjaan baru melalui pengembangan pelaku usaha, UMKM, kewirausahaan dan ekonomi kreatif.

Keempat, Pokja Peningkatan Iklim Investasi. Pokja tersebut berfokus pada penguatan daya tarik investasi melalui dukungan perizinan, infrastruktur, tata ruang serta penyelesaian berbagai faktor yang berpotensi menghambat investasi.

Kelima, Pokja Perlindungan Sosial Tenaga Kerja, yang diarahkan untuk memperkuat perlindungan bagi pekerja, terutama kelompok pekerja rentan, melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

Keenam, Pokja Peningkatan Tata Kelola Data Ketenagakerjaan. Pokja ini bertugas memastikan data ketenagakerjaan tersedia secara akurat, terintegrasi dan dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan.

Erni menjelaskan, keenam Pokja tersebut tidak bekerja secara terpisah. Setiap Pokja memiliki fungsi untuk mengidentifikasi persoalan, mengoordinasikan program, menyediakan data dan informasi, mengikuti proses evaluasi serta melaporkan perkembangan dan capaian kepada koordinator.

“Data menjadi pijakan untuk membaca persoalan. Dari data itu kemudian dilakukan pemetaan kebutuhan, termasuk kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Selanjutnya, peningkatan kompetensi diarahkan agar tenaga kerja dapat terserap sesuai kebutuhan pasar kerja,”jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penciptaan lapangan kerja baru melalui investasi, UMKM, kewirausahaan dan pengembangan ekonomi kreatif.

Menurut Erni, pendekatan lintas sektor diperlukan karena persoalan pengangguran memiliki banyak dimensi. Selain terbatasnya kesempatan kerja, terdapat persoalan ketidaksesuaian kompetensi, kebutuhan dunia industri, perkembangan usaha, investasi, perlindungan pekerja serta kualitas data ketenagakerjaan.

Untuk itu, finalisasi program kerja enam Pokja tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan daftar kegiatan, tetapi juga memastikan setiap intervensi memiliki ukuran keberhasilan.

“Yang paling penting adalah, bagaimana rancangan ini diterjemahkan menjadi aksi di lapangan. Setiap program harus memiliki indikator capaian sehingga dapat dipantau dan dievaluasi secara berkala,”tuturnya.

Dengan finalisasi tersebut, Tim Penanganan TPT Kota Sukabumi memiliki kerangka kerja yang lebih jelas dalam membagi peran sekaligus menghubungkan berbagai intervensi ketenagakerjaan.

Ke depan, efektivitas penanganan TPT akan sangat bergantung pada konsistensi koordinasi dan pelaksanaan program di lapangan. Pemerintah tidak hanya dituntut menekan angka pengangguran, tetapi juga memperluas akses terhadap pekerjaan produktif, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, mendorong lahirnya pelaku usaha baru, memperkuat investasi serta membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penanganan pengangguran tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Enam Pokja ini harus saling terhubung agar intervensinya lebih tepat dan terukur,”pungkasnya.ardan/mbi.

 

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PC PMII Kota Sukabumi Desak  DPRD Untuk Segera Bentuk Pansus Covid-19

    PC PMII Kota Sukabumi Desak DPRD Untuk Segera Bentuk Pansus Covid-19

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi mendesak kepada DPRD setempat untuk segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Covid-19. Hal itu diakarenakan, PC PMII menemukan banyak ganjalan tentang persoalan anggaran Covid-19 dilapangan. “Hasil kajian kami dilapangan, banyak keganjalan anggaran Covid-19 tersebutu,”ujar Ketua PC PMII Kota Sukabumi Isep Ucu Agustina, usai […]

  • 9 Desember 2020 Hari Penentu, Djamu : Ide Dan Konsep  Nomor Urut 1 Terukur, Maka Paslon No.1 Ini lebih Unggul

    9 Desember 2020 Hari Penentu, Djamu : Ide Dan Konsep Nomor Urut 1 Terukur, Maka Paslon No.1 Ini lebih Unggul

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    BANDUNG,  MBInews.id – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung hanya menunggu hari, bahkan masa kampanye akan berakhir dalam hitungan jam. Setelah masuk 6 Desember, pihak manapun tidak diperkenankan melakukan kampanye. Pengamat Politik dan Pemerintahan dari Universitas Nurtanio, Djamu Kertabudi, mengatakan masa kampanye merupakan titik akhir dari perjuangan politik pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk […]

  • RSKIA Kota Bandung Diproyeksikan Jadi RSUD

    RSKIA Kota Bandung Diproyeksikan Jadi RSUD

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    MBInews.id, Bandung – Pemerintah Kota Bandung tengah merampungkan bangunan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) yang berlokasi di Jalan Wahid Hasyim No. 311, Kec. Bojongloa Kaler Kota Bandung. Saat ini, keseluruhan konstruksi bangunan sudah hampir selesai. Pemkot Bandung tinggal menginstalasi alat-alat kesehatan yang sudah tersedia di sana. “Kalau secara konstruksi sudah 99% lah, tinggal […]

  • Hari Pers Nasional 2021, Wakil Walikota Bandung: Pers Diharapkan Bisa Jadi Prnagkal Berita Hoaks

    Hari Pers Nasional 2021, Wakil Walikota Bandung: Pers Diharapkan Bisa Jadi Prnagkal Berita Hoaks

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, pers memiliki peran yang sangat penting untuk menjadi penyambung lidah informasi bagi masyarakat. Terlebih di era digital yang menyebabkan arus informasi sulit dibendung, sehingga banyak sekali informasi hoax (bohong). Di Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari, Yana berharap setiap insan pers diharapkan […]

  • DPRD Jabar Dukung Sisi Anggaran Program Sadesha

    DPRD Jabar Dukung Sisi Anggaran Program Sadesha

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, Mbinews.id – Program Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha) Al Qur’an yang di gadang-gadang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat didukung penuh oleh DPRD Provinsi Jawa Barat, hal tersebut terlihat dari anggaran yang rancang oleh DPRD Jabar untuk program tersebut agar terlaksana dengan baik. Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya […]

  • Sekretariat DPRD Jawa Barat Terima Studi Banding Bapemperda DPRD Sumatera Utara

    Sekretariat DPRD Jawa Barat Terima Studi Banding Bapemperda DPRD Sumatera Utara

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Kota Bandung, Mbinews.id — Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara. Kunjungan kerja Bapemperda DPRD Provinsi Sumatera Utara diterima langsung oleh Kepala Bagian (Kabag) Fasilitasi, Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD Jawa Barat Iman Tohidin di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Jawa […]

expand_less