Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Bappeda Kota Sukabumi Finalisasi Program Enam Pokja Penanganan Pengangguran

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • visibility 718
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memperkuat upaya penanganan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melalui kerja lintas sektor. Langkah tersebut diwujudkan dengan memfinalisasi program kerja enam Kelompok Kerja (Pokja) Tim Penanganan TPT Kota Sukabumi.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani, mengatakan, pembentukan dan penguatan enam Pokja tersebut dilakukan agar penanganan pengangguran tidak berjalan sendiri-sendiri di masing-masing perangkat daerah.

“Penanganan TPT membutuhkan intervensi yang terintegrasi. Tidak hanya terkait penyediaan lapangan kerja, tetapi juga peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan, investasi, perlindungan pekerja, hingga penguatan data ketenagakerjaan,”ujar Erni.Jumat, (2/10/2026).

Menurutnya, Bappeda Kota Sukabumi telah mengoordinasikan penyusunan sekaligus finalisasi program kerja enam Pokja sebagai bagian dari upaya membangun sistem penanganan pengangguran yang lebih terarah, terukur dan berbasis data.

Pembentukan Tim Penanganan TPT Kota Sukabumi ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Sukabumi Nomor 100.3.3.3/KEP.51/BAPPEDA/2026.

Tim tersebut memiliki tugas mengidentifikasi persoalan ketenagakerjaan, merumuskan kebijakan, mengoordinasikan program antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan penanganan TPT.

Dalam struktur tim, Bappeda Kota Sukabumi berperan sebagai sekretariat. Posisi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai program penanganan pengangguran terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Bappeda berupaya memastikan setiap program memiliki sasaran, indikator, target dan mekanisme evaluasi yang jelas. Dengan begitu, program yang disusun tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat diukur pelaksanaannya,”kata Erni.

erni mengungkapkan, ada enam Pokja yang telah dimantapkan memiliki fokus intervensi yang berbeda, tetapi saling berkaitan.

Pertama, Pokja Peningkatan Kesempatan Kerja. Pokja ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pasar kerja, termasuk melalui peningkatan penempatan tenaga kerja.

Kedua, Pokja Peningkatan Kompetensi dan Daya Saing Tenaga Kerja. Fokusnya meliputi pelatihan, sertifikasi, pemetaan kebutuhan kompetensi serta peningkatan kesesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Ketiga, Pokja Pengembangan Kewirausahaan, UMKM dan Ekosistem Ekonomi Kreatif. Pokja ini diarahkan untuk mendorong lahirnya sumber-sumber pekerjaan baru melalui pengembangan pelaku usaha, UMKM, kewirausahaan dan ekonomi kreatif.

Keempat, Pokja Peningkatan Iklim Investasi. Pokja tersebut berfokus pada penguatan daya tarik investasi melalui dukungan perizinan, infrastruktur, tata ruang serta penyelesaian berbagai faktor yang berpotensi menghambat investasi.

Kelima, Pokja Perlindungan Sosial Tenaga Kerja, yang diarahkan untuk memperkuat perlindungan bagi pekerja, terutama kelompok pekerja rentan, melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

Keenam, Pokja Peningkatan Tata Kelola Data Ketenagakerjaan. Pokja ini bertugas memastikan data ketenagakerjaan tersedia secara akurat, terintegrasi dan dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan.

Erni menjelaskan, keenam Pokja tersebut tidak bekerja secara terpisah. Setiap Pokja memiliki fungsi untuk mengidentifikasi persoalan, mengoordinasikan program, menyediakan data dan informasi, mengikuti proses evaluasi serta melaporkan perkembangan dan capaian kepada koordinator.

“Data menjadi pijakan untuk membaca persoalan. Dari data itu kemudian dilakukan pemetaan kebutuhan, termasuk kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Selanjutnya, peningkatan kompetensi diarahkan agar tenaga kerja dapat terserap sesuai kebutuhan pasar kerja,”jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penciptaan lapangan kerja baru melalui investasi, UMKM, kewirausahaan dan pengembangan ekonomi kreatif.

Menurut Erni, pendekatan lintas sektor diperlukan karena persoalan pengangguran memiliki banyak dimensi. Selain terbatasnya kesempatan kerja, terdapat persoalan ketidaksesuaian kompetensi, kebutuhan dunia industri, perkembangan usaha, investasi, perlindungan pekerja serta kualitas data ketenagakerjaan.

Untuk itu, finalisasi program kerja enam Pokja tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan daftar kegiatan, tetapi juga memastikan setiap intervensi memiliki ukuran keberhasilan.

“Yang paling penting adalah, bagaimana rancangan ini diterjemahkan menjadi aksi di lapangan. Setiap program harus memiliki indikator capaian sehingga dapat dipantau dan dievaluasi secara berkala,”tuturnya.

Dengan finalisasi tersebut, Tim Penanganan TPT Kota Sukabumi memiliki kerangka kerja yang lebih jelas dalam membagi peran sekaligus menghubungkan berbagai intervensi ketenagakerjaan.

Ke depan, efektivitas penanganan TPT akan sangat bergantung pada konsistensi koordinasi dan pelaksanaan program di lapangan. Pemerintah tidak hanya dituntut menekan angka pengangguran, tetapi juga memperluas akses terhadap pekerjaan produktif, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, mendorong lahirnya pelaku usaha baru, memperkuat investasi serta membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penanganan pengangguran tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Enam Pokja ini harus saling terhubung agar intervensinya lebih tepat dan terukur,”pungkasnya.ardan/mbi.

 

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reses H. Eep Kaver Aspirasi Di Luar Musrenbang

    Reses H. Eep Kaver Aspirasi Di Luar Musrenbang

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, Mbinews.id – Reses H. Eep Jamaludin Sukmana SH di GOR JEP desa Sukawening Kec Ciwidey Kab Bandung ,dalam reses pembahasannya lebih pada kesehatan terutama warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan, Sabtu (17/11/2024) Hal itu diakui H. Eep, tentang BPJS pihak pemerintah harus siap menfasilitasi dan itu suatu keharusan bagi warga untuk lebih meringankan […]

  • Mak Esih Lansia Yang Tinggal Sendiri di TPU Astana Anyar, Begini Kondisi Saat Tim ACT Mendatanginya

    Mak Esih Lansia Yang Tinggal Sendiri di TPU Astana Anyar, Begini Kondisi Saat Tim ACT Mendatanginya

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Tinggal di pemakaman umum yang memiliki cuaca dingin dan mencekam, beliau adalah mak Esih, lansia berumur 78 tahun ini hidup seorang diri di usia senjanya, suaminya meninggal kurang lebih 10 Tahun yang lalu, Mak Esih lupa kapan tepatnya. Mak Esih memiliki 8 orang anak, akan tetapi hanya 1 yang masih hidup, yang […]

  • Bersama Bea Cukai Bogor, Satpol PP Kota Sukabumi Gencarkan Edukasi Rokok Ilegal, Libatkan Masyarakat Awasi Peredarannya

    Bersama Bea Cukai Bogor, Satpol PP Kota Sukabumi Gencarkan Edukasi Rokok Ilegal, Libatkan Masyarakat Awasi Peredarannya

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 2.219
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar), menggencarkan upaya pemberantasan peredaran Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKCHT) ilegal, khususnya rokok tanpa pita cukai maupun rokok dengan pita cukai yang disalahgunakan. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi pengenalan BKCHT ilegal yang digelar di salah satu hotel […]

  • Divonis Hidup Sampai 7 Tahun, Devi Lawan Talasemia Hingga Usia 46 Tahun

    Divonis Hidup Sampai 7 Tahun, Devi Lawan Talasemia Hingga Usia 46 Tahun

    • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Tak pernah terbayangkan olehnya bisa hidup sampai selama ini. Padahal, dulu ia divonis hanya bisa hidup sampai usia 7 tahun. Namun, kini di usianya yang menginjak 46 tahun, ia masih berjuang terus melawan talasemia bersama 600 orang lainnya di Kota Bandung. Ia bernama Devi Yulianti. Sejak usia 4 tahun, ia mengidap talasemia. […]

  • Wali Kota Sukabumi Lepas Tiga Kontingen Sepak Bola Ke Ajang GEAS

    Wali Kota Sukabumi Lepas Tiga Kontingen Sepak Bola Ke Ajang GEAS

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, melepas tiga kontingen tim sepakbola. Yakni, Bumi Wangi, Tim Garuda, dan Bintang Tunas yang akan mengikuti turnamen Generasi Emas Anak Sepak Bola (GEAS) Tingkat Nasional. Fahmi mengungkapkan, Pemkot Sukabumi, tentunya memberikan dukungan penuh kepada tim SSB yang berangkat ke level nasional. Diharapkan peluang yang sudah didapat oleh ketiga […]

  • Bahas RKURPPAS TA 2022, Komisi I Soroti Perubahan Anggaran Dari Mitra Kerja

    Bahas RKURPPAS TA 2022, Komisi I Soroti Perubahan Anggaran Dari Mitra Kerja

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    KAB. SUMEDANG, Mbinews.id – Bahas Rancangan Kebijakan Umum (RKU) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RPPAS) Tahun Anggaran 2022, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menyoroti perubahan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari mitra kerja. Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Bedi Budiman menjelaskan, dalam tatanan pemerintahan daerah, Komisi I […]

expand_less