BULOG Cianjur Tuntaskan Penyaluran 1.696 Ton Jagung SPHP untuk Peternak
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id – Perum BULOG Kantor Cabang Cianjur, menuntaskan penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung tahun 2026 sebanyak 1.696.200 kilogram atau sekitar 1.696 ton kepada peternak di Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, serta sebagian peternak di Kabupaten Bogor.
Penyaluran jagung tersebut dilakukan dengan harga tebus Rp5.000 per kilogram. Program ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan bahan baku pakan dengan harga terjangkau bagi peternak sekaligus mendukung keberlanjutan usaha peternakan.
Wakil Pemimpin Cabang Perum BULOG Cianjur, Jajang Nurohman, mengatakan, seluruh target penugasan SPHP jagung yang menjadi tanggung jawab Kantor Cabang Cianjur telah direalisasikan.
“Alhamdulillah, seluruh penugasan penyaluran SPHP jagung sebanyak 1.696.200 kilogram telah kami tuntaskan. Kami akan terus berkomitmen memastikan ketersediaan jagung dapat diakses para peternak dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu Rp5.000 per kilogram,”ujar Jajang. Kamis, (8/10/2026).
Menurut Jajang, penyaluran SPHP jagung tersebut terbagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama, BULOG Cianjur mendapatkan pagu sebanyak 1.227.600 kilogram yang disalurkan kepada 15 peternak yang tergabung dalam lima asosiasi atau koperasi.
Sementara itu, pada tahap kedua, penyaluran mencapai 468.600 kilogram yang diberikan kepada lima peternak yang tergabung dalam tiga asosiasi atau koperasi.
Dengan demikian, total pagu penugasan SPHP jagung yang harus disalurkan BULOG Kantor Cabang Cianjur mencapai 1.696.200 kilogram.
Jajang menilai kelancaran pelaksanaan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, khususnya para peternak, asosiasi, koperasi, serta dinas terkait.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses penyaluran ini. Kolaborasi yang baik menjadi salah satu faktor penting sehingga seluruh penugasan dapat diselesaikan sesuai target dan tepat sasaran,”katanya.
Di sisi lain, tambah Jajang, jagung yang disalurkan kepada para peternak bukan hanya berfungsi sebagai upaya menjaga keterjangkauan bahan baku pakan. Komoditas tersebut juga berasal dari hasil penyerapan jagung petani lokal di wilayah Cianjur dan Sukabumi.
Dalam pelaksanaan penyerapan tersebut, BULOG mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat petani dan Rp6.400 per kilogram untuk jagung yang memenuhi standar kualitas di gudang BULOG.
Kondisi tersebut membuat pelaksanaan SPHP jagung memiliki dampak pada dua sisi sekaligus. Di tingkat hilir, program membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Sementara di tingkat hulu, penyerapan jagung memberikan kepastian pasar bagi petani.
Jajang menegaskan, keberlanjutan penyerapan produksi petani menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem komoditas jagung, mulai dari produksi hingga pemanfaatannya sebagai bahan baku pakan.
“Penyaluran SPHP jagung ini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan peternak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyerap produksi jagung petani lokal. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan baik oleh petani maupun peternak,”terangnya.
Dengan selesainya seluruh penyaluran tersebut, BULOG Kantor Cabang Cianjur memastikan 100 persen pagu SPHP jagung tahun 2026 yang menjadi tanggung jawabnya telah direalisasikan kepada penerima yang telah ditetapkan.
“Kami berharap, program tersebut dapat terus memperkuat stabilitas pasokan dan harga jagung, menjaga keterjangkauan bahan baku pakan bagi peternak, sekaligus mendukung penyerapan hasil produksi petani lokal dan penguatan cadangan jagung nasional,”pungkasnya.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar