Pemkot Sukabumi Rilis AI Sukasai, Pangkas Rekrutmen Pegawai dan Efisiensi Anggaran
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki,(tengah) Meresmikan Peluncuran Sukasai
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi resmi meluncurkan platform digital berbasis kecerdasan buatan, Sukabumi Smart Artificial Intelligence (Sukasai). Pelucnurna dilakukan oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi. Selasa, (22/9/2026).
Langkah teknologi ini diambil, untuk meningkatkan efisiensi birokrasi sekaligus menekan alokasi belanja pegawai daerah.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menjelaskan, Sukasai memiliki dua fungsi krusial, yakni sebagai platform pemantau kinerja dan kehadiran pegawai secara real-time, serta pusat data terpadu daerah.
“Sukasai mengintegrasikan berbagai data mulai dari kependudukan, tingkat pendidikan, hingga perizinan usaha. Di dalamnya terdapat agen AI bernama Joy yang telah ditanamkan regulasi, termasuk UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP serta rekam jejak hukum di Indonesia,”ujar Ayep.
Ayep menambahkan, sistem ini bertugas menganalisis kinerja perangkat daerah dan memberikan analisis awal jika terdeteksi potensi kesalahan tugas. Kendati demikian, hasil analisis hanya bersifat rekomendasi awal untuk bahan evaluasi tim hukum dan otoritas berwenang.
Melalui penerapan teknologi ini, Pemkot Sukabumi menerapkan skema blended workforce, di mana kecerdasan buatan menangani eksekusi data yang cepat dan akurat, sementara ASN berfokus pada pertimbangan etika serta pengambilan keputusan strategis.
“Adopsi kecerdasan buatan ini diproyeksikan akan merombak struktur kebutuhan tenaga kerja Pemkot Sukabumi secara signifikan mulai tahun depan,”jelasnya.
Sementara itu, Kepala

BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah
, menuturkan, kehadiran AI diarahkan untuk membantu pekerjaan dengan beban pengolahan data tinggi tanpa menggantikan peran ASN. Hasil uji coba agen AI ‘Joy’ selama dua bulan terakhir terbukti mampu mengoptimalkan beban kerja birokrasi.
Efisiensi ini berdampak langsung pada kuota penerimaan pegawai baru. Dari rata-rata penerimaan 200 pegawai per tahun, Pemkot Sukabumi menargetkan pangkas kuota penerimaan secara drastis pada 2027.
“Untuk tahun 2027, kami menargetkan penerimaan pegawai baru hanya sekitar 20 orang. Ini bukan berarti memberhentikan ASN yang ada, melainkan mengendalikan kebutuhan dengan tidak selalu mengganti posisi yang kosong,” kata Taufik.
Taufik mencontohkan, di lingkungan BKPSDM sendiri terdapat pengurangan tiga staf akibat pensiun dan mutasi. Namun, posisi tersebut belum diisi kembali karena sebagian beban kerja telah ditangani oleh inovasi AI.
“Kebijakan efisiensi ini juga menyasar penyesuaian porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), agar sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD),”beebrnya.
Pada tahun 2026, lanjutnya, porsi belanja pegawai Kota Sukabumi tercatat masih berada di angka 41,08% dari APBD, atau setara Rp 420 miliar. Angka ini masih melebihi batas maksimal belanja pegawai sebesar 30% yang diamanatkan UU HKPD dengan batas tenggat penyesuaian hingga 2028.
“Untuk memenuhi ketentuan tersebut, Pemkot Sukabumi membidik penghematan belanja pegawai sebesar Rp 50 miliar pada tahun 2027 dan Rp 50 miliar berikutnya pada tahun 2028,”ucapnya.
Langkah penghematan belanja ini berjalan seiring dengan target optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemkot Sukabumi memproyeksikan kenaikan PAD dari kisaran Rp 1,19 triliun pada 2026 menjadi Rp 1,24 triliun pada 2027, dan terus meningkat hingga Rp 1,29 triliun pada 2028.
“Untuk langkah lanjutan, BKPSDM akan berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk mengintegrasikan dashboard digital Sukasai ke seluruh perangkat daerah dengan domain resmi,”pungkasnya.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar