Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pemkot Sukabumi Rombak Pelatihan Kerja, Rp300 Juta Tak Boleh Berhenti di Ruang Kelas

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 1.414
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mulai mengubah paradigma program pelatihan kerja. Tak ingin anggaran ratusan juta rupiah hanya menghasilkan peserta yang selesai mengikuti pelatihan tanpa kepastian pekerjaan, Pemkot Sukabumi akan mengaitkan program peningkatan kompetensi dengan kebutuhan industri dan akses penempatan tenaga kerja.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan, evaluasi terhadap program pelatihan kerja diperlukan agar setiap anggaran yang dikucurkan pemerintah memiliki hasil yang dapat diukur dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Keberhasilan pelatihan kerja tidak boleh berhenti pada berapa banyak orang yang dilatih. Ukurannya harus lebih jauh, yakni apakah kompetensi mereka dibutuhkan dunia kerja, apakah mereka memperoleh akses pekerjaan, dan apakah program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan,”ujar Ayep saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2026 yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, di Balai Latihan Kerja (BLK) Cipanengah, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, pola lama yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 juta untuk 100 peserta selama lima hari perlu dievaluasi. Pemerintah tidak cukup hanya menghitung jumlah peserta sebagai indikator keberhasilan program.

“Setiap rupiah anggaran harus memberikan dampak yang nyata dan terukur terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kita harus berani mengevaluasi program dan mengubah pola yang tidak memberikan outcome secara jelas,”tegasnya ndilansir di situs resmi pemkotsukabumi.

Ayep mengatakan, dalam skema baru, pelatihan akan dirancang berdasarkan kebutuhan tenaga kerja. Peserta tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi sejak awal diarahkan pada peluang kerja yang tersedia.

Dengan pendekatan tersebut, Pemkot Sukabumi ingin memperpendek jarak antara lembaga pelatihan, peserta, dan dunia usaha. Kompetensi yang diberikan diharapkan benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar kerja sehingga peserta memiliki peluang lebih besar untuk bekerja secara mandiri maupun masuk ke perusahaan.

Program tersebut melibatkan sejumlah lembaga pelatihan kerja (LPK), antara lain Politeknik Sukabumi, Pasim, Taman Siswa, dan Delta. Pemkot Sukabumi juga menggandeng perusahaan penempatan pekerja migran resmi untuk membuka alternatif akses kerja bagi peserta yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan.

Ayep menilai, penguatan hubungan antara pelatihan dan penempatan kerja menjadi penting di tengah persoalan ketenagakerjaan yang berdampak terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Pelatihan harus menjadi jembatan menuju pekerjaan, bukan sekadar kegiatan di dalam kelas. Karena itu, dari awal kita harus tahu kompetensi apa yang dibutuhkan dan ke mana peserta setelah lulus akan diarahkan,”katanya.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, Saat Memberikan Sambutan di Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2026 yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, di Balai Latihan Kerja (BLK) Cipanengah, Rabu (16/9/2026).

Ayep berharap, perubahan pola tersebut dapat memperkuat efektivitas program ketenagakerjaan sekaligus membantu mengurangi pengangguran. Dampak lanjutan dari peningkatan kesempatan kerja juga diharapkan berkontribusi terhadap penanganan persoalan sosial, seperti kemiskinan ekstrem dan stunting.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, mengatakan, pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2026 tersebut menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Pelatihan berlangsung selama lima hari dengan total 100 peserta. Mereka dibagi ke dalam empat kelas, masing-masing berisi 25 peserta, dengan jenis pelatihan meliputi menjahit, public speaking, barista, dan mengelas.

“Target akhirnya bukan sekadar peserta menyelesaikan pelatihan. Kami ingin keterampilan yang diperoleh dapat digunakan untuk bekerja secara mandiri maupun memasuki dunia kerja,”kata Punjul.

Ia menambahkan, peserta pelatihan juga akan memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi salah satu modal bagi peserta ketika melamar pekerjaan atau mengembangkan usaha sesuai kompetensinya.

“Dengan adanya sertifikat BNSP, peserta memiliki bukti kompetensi yang dapat menjadi modal untuk memasuki dunia kerja. Namun, yang paling penting adalah keterampilan tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan,”pungkasnya.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masuk Tiga Besar Kelurahan Tangguh Se-Jabar, Antapani Kidul Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat

    Masuk Tiga Besar Kelurahan Tangguh Se-Jabar, Antapani Kidul Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Meski dua tahun lebih pandemi Covid-19 melanda Kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung beserta pemangku kebijakan kewilayahan terus berupaya mempercepat pemulihan ekonomi. Hal ini terlihat dari laporan Kelurahan Antapani Kidul mengenai jumlah pelaku UMKM di Antapani Kidul yang terus mengalami kenaikan. Tahun 2021 yang semula terdapat 138 pelaku UMKM, bertambah menjadi 915 […]

  • Jenguk Pembacokan Korban Geng Motor, Ini Kata Wali Kota Sukabumi

    Jenguk Pembacokan Korban Geng Motor, Ini Kata Wali Kota Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, menjenguk dua korban pembacokan yang diduga oleh geng motor beberapa waktu lalu. Saat ini ke dua korban warga Kota Suakbumi tersebut masih menjalani perawatan di RSUD R.Syamsudin , SH (RS Bunut). “Untuk biaya pengobatan bagi kedua orang ini, menjadi tanggungan Pemerintah Kota Sukabumi,”ujar Fahmi usai menjenguk ke RS Bunut. […]

  • USB YPKP Menerima Mahasiswa Baru TA 2024 – 2025

    USB YPKP Menerima Mahasiswa Baru TA 2024 – 2025

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung menggelar prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru TA (Tahun Akademik) 2024/2025, pada Sabtu (5/10/2024). Prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru TA 2024/2025, USB YPKP Bandung kedatangan tamu kehormatan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Slovakia, Pribadi Sutiono, S.S., M.A., Ph.D, dan dua profesor dari perguruan tinggi eropa yakni, Comenius University, Slovakia. […]

  • Farhan: Kota Bandung adalah Bumi Tempat Semua Bersatu

    Farhan: Kota Bandung adalah Bumi Tempat Semua Bersatu

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Ratusan orang mengikuti Parade Jam’iyyah Persatuan Islam (Persis) di Bojongloa Kaler, pada Minggu, 9 November 2025. Selain parade, digelar juga cek kesehatan gratis, Pasar Jamiah dan bazar, serta sesi relaksasi setelah peserta menyelesaikan rute. Para santri dari Bojongloa Kaler turut menampilkan berbagai kreasi seni dan dakwah sebagai bagian dari rangkaian acara. […]

  • BPMU Madrasah Aliyah Disamakan dengan SMA dan SMK

    BPMU Madrasah Aliyah Disamakan dengan SMA dan SMK

    • calendar_month Sabtu, 2 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    KBB, MBInews.id – Pada nota pengantar LKPJ Gubernur tahun 2021, saat ini Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) untuk madrasah Aliyah disamakan dengan SMA dan SMK. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru’yat saat melaksanakan rapat kerja bersama mitra Komisi V dalam rangka rapat dengar pendapat dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa […]

  • Ribuan Warga Bandung Mengetuk Pintu Langit Agar Merdeka Dari Covid-19

    Ribuan Warga Bandung Mengetuk Pintu Langit Agar Merdeka Dari Covid-19

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Ribuan warga Kota Bandung mengikuti “Doa Bersama Mengetuk Pintu Langit” secara virtual melalui Zoom Meeting, Live Youtube, MQTV, dan Inspira TV pada Jumat 13 Agustus 2021. Doa Bersama dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, Prof KH Miftah Faridl. Kegiatan tersebut merupakan awal dari bagian “Gerakan Bandung Merdeka Dari Covid-19”, […]

expand_less