SUKABUMI, Mbinews.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Sukabumi melakukan pelatihan pemadaman api ringan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman, kondusif, sehat, dan efisien.
“Kegiatan ini bertujuan agar seluruh petugas kami dapat memahami cara pengguanan Alat pemadam api ringan (APAR),” ucap Kalapas Kelas II-B Sukabumi Christo Victor Nixon Toar kepada awak media, Selasa (14/9/2021) petang.
Christo menambahakan, berdasarkan pengalaman dari kejadian kebakaran di Lapas Kelas 1 Tanggerang beberapa waktu lalu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat langsung mengambil sikap, untuk memerintahkan Lapas yang berada di Jawa Barat agar melakukan pelatihan serupa.
“Pada kegiatan kali ini, tidak hanya pelatihan, kami juga berkoordinasi dengan PLN untuk melakukan perbaikan aliran listrik yang bisa menjadi kemungkinan kebakaran,” bebernya.
Lanjutnya, kegiatan yang dilaksanakan tadi, melibatkan Petugas Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi, sebagai instruktur dan juga pelatih dalam pelatihan yang dilakasanakan di dalam lingkungan Lapas Kelas II-B Sukabumi.
“Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sukabumi, semua dilaksanakan atas perintah dan arahan dari Ka Kanwil Kemenkumham Jawa Barat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain melatih cara penggunaan APAR, Petugas Damkar Kota Sukabumi juga melakukan pengecekan terhadap potensi terjadinya kebakaran di Lapas Kelas II-B Sukabumi.
“Tadi dari petugas damkar juga sekaligus mengecek kondisi disekitar lapas, untuk mengetahuai ada atau tidaknya potensi kebakaran yang terjadi,” tabahnya.
Pada kesempatan tadi, petugaas Damkar Kota Sukabumi juga sekaligus memberikan pelatihan berupa, cara menyelamatkan warga binaan pemasyarakatan (wbp) dalam keadaan berbahaya, termasuk juga memberikan pelatihan cara menanggulangi hewan buas, jika nantinya ada hewan buas yang masuk kedalam lapas seperti ular.
“Semua pelatihan ini tidak hanya di tunjukkan untuk petugas saja akan tetapi sebagian warga binaan pun ikut diberikan materi, untuk selanjutnya diberitahukan kepada rekan rekan mereka yang tidak mengikuti pelatihan” pungkasnya. Wan/Hms/Mbi.