SUKABUMI, Mbinews.id– Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) di Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudorong, Kota Sukabumi, dimanfaatkan warga untuk kegiatan pembangunan fisik di wilayah. Diantaranya, pembangunan mesjid, taluid dan jalan lingkungan.
Lurah Dayeuhluhur, Sudrajat, mengatakan, bantuan stimulan dari Pemkot Sukabumi melalaui P2Rw, sudah direalisaikan dnegan baik oleh masyarakat. Bahkan, keluarahan Dayeuhluhur yang memliki 21 RW, saat ini sudah 90 persen menyerap anggaran sebesar Rp25 juta dari P2RW tersebut, dengan kegiatan pembanguan fisik.
Baca Juga:https://mbinews.id/2022/09/26/pencairan-p2rw-tuntas-pemkot-sukabumi-siap-lakukan-monev/
“Hampir mayoritas di setiap RW memanfaatkan dana P2RW sesuai pengajuan untuk kegiatan fisik, seperti membangun gang baru, rehab mesjid, talud dan jalan lingkungan,”kata Sudrajat, didampingi Sekertaris, Cecep Hidayat dan Kasi Pembangunan, Geri Juhaeri. Rabu, Kamis, (15/12/2022).
Selain diserap dengan baik, kegiatanya juga tergolong sudah tuntas di 21 RW tersebut. Termasuk, laporan pertanggungjawaban pun sudah selesasi. Sehingga, kata Sudrajat, tinggal evaluasi penilaian RW terbaik dalam segi swaday masyarakat.
Baca Juga:https://mbinews.id/2022/08/08/wow-inovasi-baru-warga-gunakan-dana-p2rw-untuk-pengadaan-cctv/
“Alhamdulillah, pekerjaannya hingga laporan pertanggungjawaban di 21 RW sudah selesai,”katanya.
Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi baik dari tim Kelurahan maupun Kecamatan Warudoyong, tingkat swadaya masyarakat untuk P2RW diwilayahnya setiap tahun alami peningkatan terus. Hal itu dibuktikan, ada beberapa RW yang membangun melebihi dari dana bantuan stimulan.
“Dibuktikan di RW 21 membuat jalan setapak baru dengan total biaya kurang lebih Rp100 juta, kemudian di RW 14 yang membuat talud sepadan sungai yang longsor, ada tambahan swadaya masyarakat senilai Rp7 juta,”ucap Sudrajat.
Sementara itu Kasi Pembangunan, Geri Juhaeri, menambahkan, untuk pengajuan kegiatan yang memanfaatkan dana P2RW tahun 2023, sudah dilakukan rembug warga di setiap RW untuk menampung usulan-usulan. Sesuai arahan Camat Warudoyong, menargetkan anggaran P2RW tahun 2023 bisa terserap di bulan Maret.
“Mudah-mudahan saja anggarannya bisa lebih cepat di serap awal tahun, dan pengajuan di setiap RW juga bisa selesai bersamaan,”Pungkasnya.
Seperti diketahui, P2RW memiliki semangat pemerataan pembangunan, dengan tetap memperhatikan prioritas pembangunan. Program yang telah berjalan selama sembilan tahun ini, berdasarkan hasil evaluasi peemrintah setempat, terlaksana dengan baik sesuai harapan.
Dimana evaluasi menunjukkan bahwa penyerapan anggaran P2RW tahun 2021 mencapai 100 persen, dan tingkat partisipasi masyarakat juga semakin membaik, sehingga Pemerintah Kota Sukabumi memutuskan pada tahun 2022 ini, menaikkan jumlah dana yang disalurkan menjadi Rp25 juta per RW.
P2RW yang merupakan program Pemerintah Kota Sukabumi berupa bantuan dana bagi masyarakat. Diantaranya, untuk membangun sarana prasarana umum diwilayahnya masing – masing.ardan/wan/mbi.