Breaking News
Trending Tags

Ketua Pansus Tolak Kenaikan Retribusi Kesehatan; Ini Alasannya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 25 Jun 2021
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, MBInews.id – Panitia khusus (Pansus) DPRD Kota Sukabumi bahas raperda tentang perubahan atas Perda nomor 3 tahun 2021 tentang retribusi pelayanan-pelayanan kesehatan di Kota Sukabumi.

Ketua Pansus Lukmansyah menjelaskan, semangat awal perubahan Perda tersebut, bukan untuk merubah nominal. Tapi Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Kesehatan membuka pelayanan baru, sehingga muncul angka baru untuk di pelayanan yang baru ini, yaitu seperti Labkesda dan pelayanan UPT SIGAP yang merupakan pelayanan-pelayanan baru harus ada angkanya.

“Kemarin teman-teman di Pansus (DPRD) yang rapat berharap ada perubahan angka di pelayanan yang lama. Namun itu masih jadi perdebatan, karena semangatnya tidak penambahan anggaran tapi masih menggunakan angka tahun 2012,” jelasnya, Jumat (25/6/2021).

Menurut Lukman, yang dibawa (dibahas) dalam Raperdanya oleh Dinas Kesehatan tidak ada kenaikan di pelayanan lama. Tapi teman-teman (anggota DPRD) untuk ada penyesuaian tarif dengan kondisi hari ini. Karena hampir 9 tahun ada perubahan.

“Perubahan angka retribusi kesehatan semestinya tidak dilakukan dan diatur oleh peraturan daerah (Perda) cukup dengan peraturan kepala daerah,” ucapnya.

Secara lugas Lukman mengatakan, Kondisi saat ini tidak mungkin untuk adanya perubahan harga. Apalagi terkait kenaikan dalam kondisi saat ini sedang sulit sangat tidak pantas.

“Saya sebagai ketua pansus menolak kenaikan itu, karena kondisinya yang tidak tepat,” tegasnya.

Lukman pun membandingkan soal retribusi kesehatan dengan di kabupaten Sukabumi, menurut yang diketahuinya, jika dilihat soal harga retribusi kesehatan Kabupaten Sukabumi diatur oleh peraturan Bupati pada tahun 2019, dan hasilnya hingga saat ini belum dilaksanakan, karena menurut Dinas kesehatan Kabupaten Sukabumi, kondisi saat ini belum pas untuk dilakukan perubahan harga. Kendati peraturannya sidah di sahkan.

“Disisi lain secara umum memang harga retribusi kesehatan sepatunya naik, tentunya harga tahun 2012 dengan saat ini tidak relevan. Namun ada catatan saat ini tidak bisa dilakukan, karena kurang pas disaat ekonomi masyarakat sulit dikhawatirkan jadi bumerang,” pungkasnya. (Erdi/Ardan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3000 Lansia Di Vaksinasi,  Pemkot Bandung Kolaborasi Masyarakat Peduli Tionghoa  Dan RS Kebonjati Lakukan Baksos

    3000 Lansia Di Vaksinasi, Pemkot Bandung Kolaborasi Masyarakat Peduli Tionghoa Dan RS Kebonjati Lakukan Baksos

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    BANDUNG, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya memasifkan proses pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung, sebagai bentuk penanganan virus Corona. Kali ini, Pemkot berkolaborasi dengan Komunitas Masyarakat Peduli Tionghoa dan Rumah Sakit Kebonjati melakukan Bakti Sosial Vaksinasi Massal bagi 3.000 Lansia di Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) Jalan Nana Rohana, Kota Bandung, Senin (15/3/2021). Wali […]

  • DPRD Jawa Barat Kritik Soal Investasi dan Daya Serap Tenaga Kerja

    DPRD Jawa Barat Kritik Soal Investasi dan Daya Serap Tenaga Kerja

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kota Bandung, Mbinews.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Iwan Suryawan mengkritisi masih tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jabar periode Agustus 2024 yang tembus diangka 6,75% tertinggi dibandingkan nasional 4,91%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar disebutkan, tingginya TPT tersebut dikontribusi dari tak terserapnya tenaga kerja […]

  • Tahun Baru, Bapokting di Kota Sukabumi Aman, Tapi, Harga Daging dan Telur Ayam Masih Tinggi

    Tahun Baru, Bapokting di Kota Sukabumi Aman, Tapi, Harga Daging dan Telur Ayam Masih Tinggi

    • calendar_month Kamis, 30 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, menjamin ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) dan barang strategis lainya aman menjelang pergantian tahun baru. “Semua Bapokting di Kota Sukabumi ketersediaanya aman dan terkendali,”ujar Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Ayi Jamiat, Kamis, (30/12/2021). Kepastian aman tersebut kata Ayi, dikarenakan pihaknya bersama intansi terkait serta stakeholder […]

  • Pj Wali Kota Sukabumi Buka Pelatihan Literasi Digital

    Pj Wali Kota Sukabumi Buka Pelatihan Literasi Digital

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, mengatakan, pesatnya era digita saat ini, penting bagi individual, untuk memahami dan mengambil manfaat dari proses digitalisasi tersebut. Untuk itu, masyarakat dituntut untuk meningkatkan literasi digitalnya. “Literasi digital perlu ditingkatkan. Karena penting untuk memiliki pemahaman dan pengelolaan atas teknologi yang digunakan,”terang Kusmana, saat membuka kegiatan literasi digital […]

  • PPP BERGABUNG, KEMANA SENJATA GERINDRA DIARAHKAN?

    PPP BERGABUNG, KEMANA SENJATA GERINDRA DIARAHKAN?

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    BANDUNG, — Secara mengejutkan terjadi perubahan konstelasi politik di tingkat elite. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarpa dan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum merapat ke Prabowo Subianto. Turut pula hadir Bupati Bogor yang merupakan Ketua DPW PPP Jabar Ade Yasin. Untuk kepentingan apa para petinggi PPP merapat ke Gerindra? Banyak spekulasi berkembang setelah […]

  • Antisipasi Munculnya kluster Baru, DPRD Jabar Dorong  Perusahaan Lakukan Vaksinasi  Kepada Para Tenaga Kerja

    Antisipasi Munculnya kluster Baru, DPRD Jabar Dorong Perusahaan Lakukan Vaksinasi Kepada Para Tenaga Kerja

    • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    BANDUNG , Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mendorong, para pelaku pada sektor industri di Jawa Barat dapat turut berkontribusi dalam upaya percepatan vaksinasi khususnya kepada para tenaga kerja. Hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi munculnya kluster di sektor industri. “Kita tidak mau atau jangan sampai terjadi kluster baru, penerapan protokol kesehatan harus […]

expand_less