Breaking News
Trending Tags

Presiden Jokowi Dipastikan Hadir di Acara Puncak HPN 2022 di Kendari Sultra

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
  • visibility 143
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, MBInews.id – Presiden Joko Widodo akan hadir secara langsung pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 yang berlangsung 9 Februari 20222 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Presiden direncanakan melakukan penanaman pohon mangrove dan melepas Anoa.

Kepastian kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) disampaikan Menteri Sekretraris Negara Praktikno dalam pertemuan dengan panitia HPN 2022, Selasa (1/2/2022) malam. Pertemuan berlangsung secara virtual.

Hadir dalam pertemuan  tersebut Ketua Umum PWI Atal S Depari, Sekjen PWI Mirza Zulhadi, Ketua Panitia HPN Auri Jaya, Sekretaris Panitia HPN Suprapto, Ketua Bidang Acara Nurjaman Mochtar, Ketua Konvensi Agus Sudibyo, Bendara M Ichsan, dan seksi acara Merdi Sofansah. Mensesneg didampingi  Kepala Sekretriat Kepresidenan Heru Budi Hartono, dan Jusuf Permana, protokol Sekretariat Presiden.

Pertemuan diawali dengan laporan Atal S Depari terkait acara yang akan diadakan dalam rangkaian puncak peringatan HPN 2022. Konsep acara menekankan pada tiga tujuan penyelenggaraan HPN yaitu berkontribusi kepada pembangunan di daerah, menyuarakan kepentingan nasional, dan membahas isu-isu strategis terkait kehidupan pers nasional.

Isu strategis nasional antara lain diisi kegiatan pelepasliaran Anoa dan gerakan penanaman mangrove yang menjadi bagian komitmen Indonesia dalam G20. “Terkait kepentingan daerah, kami sampaikan harapan agar daerah tetap diberi kewenangan perizinan pertambangan. Isu pers dibahas di acara konvensi 2 hari, yaitu keberlanjutan media, publisher right, dan kedaultan digital yang juga isu nasional,” katanya.

Setelah mendengar pemaparan Penanggung Jawab HPN dan beberapa panitia lain, Menseneg Praktino menyambut baik isu-isu strategis yang mendapat perhatian di acara puncak HPN dan seiring dengan kepentingan nasional.

“Regulasi nasional terkait pengaturan platform media global atau publisher right.  Kami ada janji bertemu Menkopolhukam, semoga beberapa isu itu sudah ada pembicaraan lebih konkret sebelum diadakan konvensi 7-8 Feb tersebut,” kata Praktikno.

Penanaman mangrove dan pelepasliaran Anoa, menurut Praktikno, ini juga sesuai rencana Indonesia yang akan melakukan show case mangrove di acara puncak G20 di Denpasar, Bali. Karena itu, mensesneg berterima kasih atas dukungan panitia HPN yang telah mengawali gerakan penanaman mangrove tersebut.

“Yang lebih penting, bukan sekadar menanam, tetapi memastikan bahwa mangrove itu tumbuh dan menjadi hutan. Jangan sampai hari ini ditanam, besok mati. Begitu juga terkait Anoa, jangan sampai membahayakan bagi Anoa itu sendiri,” katanya.

Presiden Hadir Secara Langsung

Mensesneg Praktikno akhirnya menyampaikan kepastian kehadiran Presiden Jokowi pada puncak peringatan HPN 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Puncak acara   9 Februari, kita sudah booking waktu. Semoga Presiden bisa hadir secara fisik. Tapi ya tolong, memang protokol kesehatan harus benar-benar didisiplinkan. Sekarang mulai naik kasus positif Covid. Terus kemudian BOR-nya juga sedikti naik. Jadi ini perhatian kita semua,” kata Pratikno.

Praktikno memastikan format acara terkait kehadiran Presiden di Kendari, yakni memberikan sambutan dan melakukan penanaman mangrove. Hanya saja, dia berpesan agar acara bisa dikemas se-simple  mungkin tanpa mengurangi subtansi acara. “Mohon Pak Heru bisa kawal lebih detail supaya pesannya sampai,” katanya.

Heru Budi Kartono menambahkan, pihaknya akan segera mengadakan rapat dengan panitia HPN dan pihak-pihak terkait untuk membahas lebih detail acara Presiden di Kendari. Misal, tempat acara puncak HPN apakah tetap di kantor gubernur atau dicarikan tempat yang dekat dengan lokasi penanaman mangrove.

“Harapannya, setelah  acara seremonial HPN, presiden bisa langsung melakukan penanaman mangrove atau menyerahkan mangrove ke relawan. Dan Presiden hadir ke Kendari tidak langsung dari Jakarta, tapi dari tempat acara lain,” ujar Heru. (*)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walikota Bandung, Oded : Masalah Banjir Dan Sampah Di Kota Bandung ?

    Walikota Bandung, Oded : Masalah Banjir Dan Sampah Di Kota Bandung ?

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menegaskan, permasalahan banjir dan sampah merupakan dua hal yang saling berkaitan. Sering kali, banjir yang terjadi di Kota Bandung akibat sampah. “Banjir di Kota Bandung ini tidak terlepas juga dari urusan sampah. Sekarang ini sudah kita tahu masih ada oknum yang membuang sampah ke sungai. Dan […]

  • Museum Polri Tetap Bisa Dinikmati Masyarakat Umum, Kini Museum Polri Hadirkan Bentuk Digital

    Museum Polri Tetap Bisa Dinikmati Masyarakat Umum, Kini Museum Polri Hadirkan Bentuk Digital

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    JAKARTA , MBinews.id – Museum Polri kini hadir dalam bentuk digital, dimana pengunjung museum tidak harus hadir secara fisik di lokasi atau cukup keluarkan gandget dan masuk ke www.museumpolri.org. Inovasi Polri itu tidak terlepas dari keinginan tetap melayani masyarakat di tengah pandemi virus corona yang mengharuskan tetap di rumah dan menerapkan protokol kesehatan. Untuk diketahui, […]

  • APWMI Tawarkan Sekolah Gratis Bagi Masyarakat Kurang Mampu

    APWMI Tawarkan Sekolah Gratis Bagi Masyarakat Kurang Mampu

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    BOGOR, MBInews.id – Asosiasi Pengusaha Wanita Mandiri Indonesia (APWMI) menawarkan sekolah gratis bagi masyarakat kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tanpa biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) setiap bulannya. Hal itu dilakukan guna menekan jumlah angka pengangguran dan putus sekolah yang setiap tahunnya terus meningkat. Tawaran tersebut diungkapkan CEO APWMI, Nurhayati beserta […]

  • Buka Seminar HPN PWI Jabar, Emil : Jabar konsumen Media Terbesar Di Indonesia.

    Buka Seminar HPN PWI Jabar, Emil : Jabar konsumen Media Terbesar Di Indonesia.

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil secara resmi membuka seminar dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jabar, Kamis (12/3/2020). Kegiatan yang digelar mulai pukul 09.00 di Aula Timur Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung itu, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menyebutkan, orang Indonesia lebih […]

  • Inilah Sosok Budi Perajin Otodidak Di Kebon Gedang Batununggal

    Inilah Sosok Budi Perajin Otodidak Di Kebon Gedang Batununggal

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Hari Jumat tanggal 16/11/19 secara kebetulan bertemu karena bisikan gaib kaki melangkah dan bertemu di kediaman pengrajin sang insinyur otodidak, kang Budi. Tanpa ada perencanaan sebelumnya kita berkumpul dengan bahasan menyuarakan para penggagas kreatif inovasi untuk disinergikan dengan kebijakan yang menghasilkan Soluktifitas. Adapun maksud dan tujuan untuk memajukan karya kearifan lokal yang […]

  • Masyarakat Butuh Transparansi UU Cipta Kerja. KI Jabar : Kalau Bersih Kenapa Harus Risih?

    Masyarakat Butuh Transparansi UU Cipta Kerja. KI Jabar : Kalau Bersih Kenapa Harus Risih?

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInewa.id – Ketua Komisi Infomasi (KI) Jabar Ijang Faisal/ IF, meminta pemerintah untuk segera membuka akses terhadap undang-undang Cipta kerja. Menur utnya masyarakat butuh mengakses undang-undang tersebut untuk menghilangkan keraguan yang selama ini menjadi polemik. Menurut IF, hoaks yang disangkakan pemerintah dan DPR saat ini bisa jadi karena tertutupnya akses publik. “Padahal UU nomor […]

expand_less