Tekan Belanja Rumah Tangga, Ketua TP-PKK Kota Sukabumi Dorong Warga Sukabumi Optimalkan Pekarangan
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 52 menit yang lalu
- visibility 43
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah. (foto: Dokpimpemkotsukabumi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI, Mbinews.id– Ketahanan pangan keluarga tidak selalu harus dimulai dari lahan pertanian yang luas. Pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan tanaman pangan, disertai pengolahan sampah organik menjadi kompos, dapat menjadi langkah sederhana untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mendorong masyarakat membiasakan pola hidup produktif tersebut melalui optimalisasi pekarangan dan pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga.
Ajakan itu disampaikan Ranty saat membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Optimalisasi Pekarangan Rumah dan Pembuatan Kompos dari Sampah Organik bagi kader PKK dan Posyandu di Kelurahan Nanggeleng, Kota Sukabumi, Jumat (23/10/2026).
Menurut Ranty, keluarga perlu mulai memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitarnya untuk mendukung kebutuhan pangan dan meningkatkan efisiensi pengeluaran. Pemanfaatan pekarangan, kata dia, dapat dilakukan sesuai dengan luas lahan serta kemampuan masing-masing keluarga.
“Ketahanan pangan keluarga bisa dimulai dari rumah sendiri. Mari kita manfaatkan pekarangan yang tersedia untuk menanam berbagai tanaman yang bermanfaat. Kita perlu menyesuaikan pola hidup dengan kemampuan keluarga dan mengoptimalkan apa yang kita miliki untuk hal-hal positif,”ujar Ranty.
Ia menjelaskan, pekarangan rumah dapat ditanami sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), dan berbagai jenis tanaman pangan lainnya. Selain menyediakan alternatif sumber pangan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penerapan Gerakan Aku Hatinya PKK, yakni upaya pemanfaatan halaman rumah agar lebih produktif dan bermanfaat bagi keluarga.
Ranty menilai, apabila dilakukan secara konsisten, kebiasaan menanam di pekarangan dapat membantu keluarga memenuhi sebagian kebutuhan konsumsi sehari-hari.
“Langkah ini juga, berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pembelian sejumlah bahan pangan, sehingga pengeluaran rumah tangga dapat lebih terkendali,”ucapnya.
Selain mengoptimalkan lahan pekarangan, kata Ranty, masyarakat juga didorong mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos. Sampah organik yang selama ini berpotensi menambah beban pembuangan dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman.
Menurut Ranty, pengelolaan sampah dari rumah merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan yang bersih dan sehat. Jika dilakukan bersamaan dengan kegiatan bercocok tanam, kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman di pekarangan.
“Pemanfaatan pekarangan perlu diikuti dengan kebiasaan mengelola sampah secara tepat. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos sehingga lebih bermanfaat bagi tanaman dan tidak seluruhnya berakhir sebagai sampah yang dibuang,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama kader PKK dan Posyandu yang berinteraksi langsung dengan keluarga di lingkungan masing-masing.
“Para kader PKK, diharapkan mampu menjadi penggerak sekaligus menyampaikan edukasi mengenai pemanfaatan pekarangan, pengolahan sampah organik, serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat,”ungkapnya.
Optimalisasi pekarangan dan pengolahan sampah organik diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi keluarga, mulai dari membantu memenuhi kebutuhan pangan, mengendalikan pengeluaran rumah tangga, hingga menjaga kebersihan lingkungan.
“Gerakan ini juga, diharapkan turut memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus membangun lingkungan permukiman yang lebih sehat dan berkelanjutan,”pungkasnya.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar