Breaking News
Trending Tags

Sempat ‘Mati Suri’, Toko Oleh-Oleh Haji Dan Umrah Kembali Menggeliat

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Pemberangkatan jemaah haji Indonesia yang sempat ditutup sampai dua tahun, kini kembali dibuka. Hal ini berdampak besar bagi usaha oleh-oleh haji dan umrah di Kota Bandung.

Salah satunya pertokoan Pasar Baru. Seperti Toko Hasanah milik Risma Febrian Safitri. Usaha ini telah ia jalani sejak 2014. Dampak pandemi sangat terasa bagi usahanya.

Menurutnya, yang paling riskan dari usahanya ini adalah oleh-oleh makanan seperti kurma, kacang-kacangan, dan cokelat.

“Makanan yang paling berdampak karena sepinya pembeli. Sampai banyak yang expired (kedaluarsa), akhirnya kita buang. Kurma juga kita jual murah jadinya, meski expirednya masih lama,” ungkap Risma pada tim Humas Bandung, Selasa 24 Mei 2022.

Akibatnya, omzet yang ia peroleh terjun bebas sampai berkurang 60 persen dari biasanya.

“Tapi sekarang alhamdulillah sudah naik 80 persen. Mulai naik waktu bulan puasa. Banyak yang cari kurma, sarung, dan sajadah,” tuturnya

Sedangkan untuk para jemaah haji dan umrah, Risma mengatakan, biasanya mereka lebih mencari peralatan dan oleh-oleh dari tanah suci.

Oleh-oleh ini biasanya sudah dalam bentuk paketan kecil. Harganya mulai dari Rp12.000. Pernah ada yang pesan sampai 1.000 paket untuk oleh-oleh dan pengajian sebelum berangkat haji.

“Isinya kacang, kurma, kismis, dan air zamzam. Biasanya mereka ingin ada tambahannya juga seperti tasbih atau pacar Arab. Itu biaya tambahannya paling Rp1.000. Isinya juga bisa by request,” jelasnya.

Barang-barang ini Risma peroleh impor dari Arab Saudi, Pakistan, dan Jakarta.

“(Barang) di sini tidak beda jauh dengan yang ada di Saudi. Makanya kami juga sering ingatkan ke pembeli. Kalau mau beli-beli di sana, cari saja yang tidak ada di sini,” ucap Risma.

Serupa dengan Risma, Pawindra Saputra, pemilik toko PD. Nizam Makmur juga mengalami hal yang sama. Selama lima tahun berjualan, kerugian akibat pandemi Covid-19 dirasa sangat berat baginya.

“Saat awal pandemi, omzet turun sampai 70 persen. Mulai musim haji ini kita naik 60 persen,” kata Pawindra.

Meski sudah mulai memasuki musim haji, tapi peserta haji masih belum yakin jika mereka akan berangkat. Hal ini pun berpengaruh dengan penjualan dagangannya.

“Pas pandemi dua tahun ini, kita fokus ke jualan sajadah. Sajadah masih laris karena ada yang meninggal. Tahlilan biasanya pada kasih sajadah,” akunya.

Saat penjualan sepi di masa pandemi Covid-19, makanan-makanan yang masih layak, biasanya bagikan ke masjid.

“Kalau yang sudah jelek kita kasih ke peternak kambing untuk pakan,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Toha, pemilik Toko Ramadhani di lantai 4 Pasar Baru mengalami kerugian lebih besar.

Meski sudah berdagang selama 15 tahun, pandemi Covid-19 tetap menggoncangkan usahanya. Saat pandemi, ia hanya memperoleh omzet 10 persen dari biasanya.

“Tapi sekarang pelan-pelan peningkatannya sudah sampai 80 persen,” cerita lelaki yang kerap disapa Ahmad ini.

Toko milik Ahmad termasuk salah satu toko yang menjual oleh-oleh lebih bervariatif. Ada jam, satu set alat minum air zamzam, peralatan ibadah, dan aksesoris lainnya.

“Tapi yang paling banyak dicari sama orang buat oleh-oleh itu kurma, sajadah, kacang-kacangan, dan aksesoris juga. Kita bisa juga sediakan dengan paket kotak kecil mulai dari Rp15.000, tergantung pemesanan,” ungkap Ahmad.

Ia mendapat barang dagangannya dari penyuplai di Saudi, Jakarta, Surabaya, dan Kalimantan.

Bagi Anda yang akan haji atau umrah, bisa melipir ke Pasar Baru untuk beli oleh-oleh sepulang dari sana atau membeli peralatan yang dibutuhkan untuk beribadah di tanah suci. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safari Organisasi, Kesbangpol Sambangi PWI Kota Bandung

    Safari Organisasi, Kesbangpol Sambangi PWI Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ketua PWI Kota Bandung, Hardiyansyah, SH menyambut baik kunjungan safari sekaligus silaturahmi Badan Kesatuan politik (Kesbangpol) Kota Bandung yang dipimpin Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni Budaya, Agama dan Kemasyarakatan dari Kesbangpol Kota Bandung, Apep Insan Farid beserta staf, Kamis 18 Agustus 2022. Andy sapaan akrab Ketua PWI Kota Bandung mengungkapkan bahwa pihaknya […]

  • Kini Kota Bandung Miliki Dua Raperda Kawasan Tanpa Rokok Dan Cegah P4GNPN

    Kini Kota Bandung Miliki Dua Raperda Kawasan Tanpa Rokok Dan Cegah P4GNPN

    • calendar_month Jumat, 30 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama DPRD Kota Bandung telah menyelesaikan pembahasan dua Rancangan Peraturan Pemerintah Daerah (Raperda).   Kedua Raperda tersebut yaitu Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Pencegahan dan Raperda Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN). Berdasarkan Keputusan DPRD, Raperda tentang KTR menjadi pembahasan Panitia Khusus (Pansus) 9, […]

  • PWI Pusat  Lanjutkan Seminar Jilid II  “Mimpi Tokoh Muda untuk Indonesia 2045”

    PWI Pusat Lanjutkan Seminar Jilid II “Mimpi Tokoh Muda untuk Indonesia 2045”

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Menciptakan regenerasi kepemimpinan nasional Indonesia yang mumpuni dan berintegritas membutuhkan kesatuan cita-cita seluruh elemen bangsa. Semua dimulai dengan persatuan pikiran, pengolahan, dan tindakan. Tujuan utamanya terpusat pada pemulihan keseluruhan lndonesia untuk mencapai kesejahteran dan kemakmuran bersama tanpa melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia, jiwa Proklamasi dan UUD 1945. Dan Indonesia 100 tahun, yang […]

  • GRIB Jaya Bandung Boxing Camp 2026 Piala Wali Kota Siap Digelar, Hadirkan Pertarungan Seru Empat Hari

    GRIB Jaya Bandung Boxing Camp 2026 Piala Wali Kota Siap Digelar, Hadirkan Pertarungan Seru Empat Hari

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 837
    • 0Komentar

      BANDUNG,Mbinews  – Kota Bandung akan menjadi pusat perhatian pecinta olahraga tinju dengan digelarnya GRIB Jaya Bandung Boxing Camp 2026 Piala Wali Kota Bandung pada 8–12 Juli 2026. Ajang tinju amatir bergengsi ini akan menghadirkan ratusan petinju dari berbagai kategori usia yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas ring. Ketua Panitia Pelaksana, Prana Yogaswara, mengatakan […]

  • Peringatan HPN 2023, PWI Kota Sukabumi Selenggarakan Turnamen Futsal Walikota Cup

    Peringatan HPN 2023, PWI Kota Sukabumi Selenggarakan Turnamen Futsal Walikota Cup

    • calendar_month Jumat, 17 Feb 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sebanyak 30 tim siap berlaga dalam acara pertandingan Turnamen Futsal Walikota Cup, dalam rangkaian acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 yang digelar PWI Kota Sukabumi, Jumat (17/02). Ketua panitia acara peringatan HPN 2023,Usman Abdul Faqih mengatakan, peserta terdiri dari beberapa Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Sukabumi, Badan Usaha Milik […]

  • Farhan-Erwin Ingin Total 5 Tahun Kerja Untuk Program Prioritas di Kota Bandung

    Farhan-Erwin Ingin Total 5 Tahun Kerja Untuk Program Prioritas di Kota Bandung

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Erwin menegaskan, tidak ingin terjebak dalam konsep “100 hari kerja”. Tspo berkomitmen untuk bekerja secara total selama lima tahun ke depan dengan fokus pada program prioritas utama. “Kami tidak menggunakan istilah ‘100 hari kerja’, karena yang lebih penting adalah bekerja selama lima tahun […]

expand_less