Lantik 24 ASN, Wali Kota Sukabumi Dorong Birokrasi Profesional dan Adaptif Teknologi Digital
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- visibility 1.615
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, melantik dan mengambil sumpah jabatan 24 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Kamis (6/8/2026). Pelantikan tersebut, menjadi bagian dari upaya penguatan birokrasi melalui penerapan sistem merit dan manajemen talenta untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Prosesi pelantikan berlangsung di ruang utama Balai Kota Sukabumi dan dihadiri oleh pimpinan DPRD Kota Sukabumi, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, Tim Akselerasi Pelayanan Publik (TKPP), serta jajaran kepala perangkat daerah. Sebanyak 24 ASN yang dilantik terdiri atas tiga pejabat eselon III, 14 pejabat eselon IV, enam pejabat fungsional, dan satu Kepala Puskesmas.
Dalam sambutannya, Ayep menegaskan, pelantikan jabatan bukan hanya sebatas pergantian posisi atau pengisian struktur organisasi, melainkan sebuah amanah yang harus diwujudkan melalui peningkatan kinerja, tanggung jawab, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Jabatan yang Saudara emban hari ini merupakan amanah yang harus dijaga dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta dedikasi tinggi. Masyarakat menunggu kinerja nyata dari setiap aparatur pemerintah,”ujarnya.
Menurutnya, Pemkot Sukabumi terus memperkuat kualitas birokrasi melalui penerapan sistem merit dan manajemen talenta, yang mengacu pada standar objektif Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ia menjelaskan, proses penempatan maupun pengembangan karier ASN dilakukan berdasarkan penilaian menyeluruh, termasuk melalui instrumen 9 Box Management yang mengukur aspek kompetensi, kualifikasi, kinerja, serta integritas pegawai.
“Melalui sistem ini, seluruh proses promosi, rotasi, hingga pengangkatan jabatan dapat berjalan secara transparan dan akuntabel. Setiap posisi kepemimpinan harus diisi oleh figur yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan organisasi dan masyarakat,” katanya.

Ayep mengungkapkan, Kota Sukabumi menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil dalam penerapan sistem merit berbasis manajemen talenta. Bahkan, Pemkot Sukabumi direncanakan menjadi salah satu daerah percontohan atau pilot project dalam penerapan sistem tersebut.
“Alhamdulillah, kita patut berbangga karena penerapan sistem merit berbasis manajemen talenta di Kota Sukabumi mendapatkan penilaian positif. Ini menjadi motivasi agar tata kelola pemerintahan semakin profesional,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ayep juga, memberikan perhatian khusus terhadap peran lurah dan kepala puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan publik. Menurutnya, kedua jabatan tersebut memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Lurah dan Kepala Puskesmas adalah wajah pemerintah daerah di tengah masyarakat. Kinerja Saudara akan menjadi ukuran bagaimana masyarakat melihat kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan,” tegas Ayep.
Selain penguatan pelayanan publik, Ayep meminta seluruh ASN untuk meningkatkan kemampuan di bidang teknologi digital, terutama dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut aparatur pemerintah untuk mampu beradaptasi agar pelayanan publik menjadi lebih cepat, efektif, dan modern.
“Di era digital saat ini, penguasaan teknologi menjadi sebuah keharusan. Saya meminta seluruh ASN terus meningkatkan kemampuan, termasuk dalam pemanfaatan Artificial Intelligence untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien,”pungkas Ayep. ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar