BAZNAS Kota Bandung Perkuat Tata Kelola Zakat, Rp916 Juta Mengalir ke 470 Penerima
- account_circle MBI Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bandung menyalurkan bantuan senilai Rp916.392.233 kepada 470 penerima manfaat dalam Gebyar Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Sekretariat PCNU Kota Bandung, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan semarak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut menjadi momentum BAZNAS Kota Bandung untuk memperkuat transparansi pengelolaan dana umat sekaligus memperluas kolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bandung M. Farhan, Ketua BAZNAS RI yang diwakili Wakil Ketua Bidang Penghimpunan Zakat Dr. Rizaludin Kurniawan, jajaran pimpinan BAZNAS Jawa Barat, Ketua/Rois Syuriyah PCNU Kota Bandung Drs. KH Khoiruddin Aly, Kepala Disdukcapil Kota Bandung Tatang Muhtar, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung dr. H. Yorisa Sativa, serta anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung.
Ketua BAZNAS Kota Bandung Drs. H. Momon Ahmad Imron Sutisna mengatakan, penyaluran tersebut merupakan bentuk transparansi sekaligus apresiasi kepada para muzaki dan munfik yang telah mempercayakan dana umat kepada BAZNAS.
“ Kegiatan ini kita lakukan sebagai wujud transparansi kami dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Sekaligus sebagai wujud terima kasih kepada para muzaki yang luar biasa, di mana dana yang terkumpul sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan warga,” ujar Momon.
Himpun Rp16,3 Miliar hingga Juli
Dari sisi penghimpunan, BAZNAS Kota Bandung mencatat capaian Rp16,3 miliar hingga Juli 2026 atau sekitar 50 persen dari target penghimpunan sepanjang tahun ini.
Dari total dana tersebut, sekitar 92 persen berasal dari zakat, dengan zakat penghasilan menjadi salah satu sumber utama.
Sementara itu, sekitar 95 persen dana yang telah dihimpun disalurkan kembali kepada masyarakat melalui lima program utama, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, serta dakwah dan keagamaan.
Bantuan yang disalurkan dalam Gebyar ZIS kali ini mencakup berbagai kebutuhan masyarakat. Mulai dari paket sembako, beasiswa pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi, bantuan modal usaha, biaya pengobatan, pelunasan tunggakan BPJS, alat kesehatan, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), bantuan kebencanaan bagi korban kebakaran, hingga pelunasan tunggakan kontrakan.
Gandeng Lima Mitra Strategis
Selain penyaluran bantuan, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BAZNAS Kota Bandung dan lima mitra strategis.
Kelima mitra tersebut yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk penelitian dampak zakat dan pengembangan sumber daya manusia; Disdukcapil Kota Bandung dalam verifikasi dan validasi data serta pelayanan administrasi kependudukan bagi mustahik; Dinas Sosial Kota Bandung dalam pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk meningkatkan ketepatan distribusi bantuan; TP PKK Kota Bandung untuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga; serta Forum Bandung Sehat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui Posyandu.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola zakat agar semakin modern, akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Kembangkan “Z Kopi” sebagai Unit Usaha Produktif
BAZNAS Kota Bandung juga memperkenalkan inovasi “Z Kopi”, akronim dari Zakat Kreatif Optimalkan Potensi dan Inklusi. Program tersebut dikembangkan sebagai unit usaha produktif yang diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem pemberdayaan ekonomi.
Saat ini pembangunan lima titik Z Kopi tengah berlangsung, masing-masing di lingkungan PCNU, PD Muhammadiyah, PD Persis, Kantor BAZNAS Kota Bandung, dan DKM Masjid Al-Ukhuwah. 
Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya BAZNAS untuk tidak hanya menyalurkan bantuan konsumtif, tetapi juga mendorong pengelolaan zakat yang produktif dan berkelanjutan.
Dukungan terhadap penguatan pengelolaan zakat juga datang dari Pemerintah Kota Bandung. Sebelumnya, Wali Kota Bandung M. Farhan memfasilitasi pertemuan antara BAZNAS Kota Bandung dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mempelajari strategi investasi syariah sebagai salah satu alternatif optimalisasi pengelolaan dana zakat.
Dengan capaian penghimpunan, penyaluran yang terukur, penguatan kolaborasi, serta berbagai inovasi tersebut, BAZNAS Kota Bandung optimistis mampu mencapai target penghimpunan hingga akhir 2026.
BAZNAS juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Bandung.


Saat ini belum ada komentar