Yayasan CFA Gandeng BPBD Sukabumi Edukasi Mitigasi Bencana untuk Anak Usia Dini Lewat Boneka Tangan
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 134
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id – Yayasan Cahaya Fajar Abadi (CFA) berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, memberikan edukasi mitigasi bencana kepada anak-anak Kelompok Bermain (KB) Baitul Makmur, Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif melalui metode mendongeng menggunakan boneka tangan dan disertai pembagian buku Iqro kepada para peserta didik. Program ini bertujuan menanamkan kesadaran kebencanaan sejak usia dini sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan melalui gerakan pemberantasan buta aksara Alquran.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan dan aktif berinteraksi dengan pendongeng dari BPBD Kabupaten Sukabumi. Ketua Yayasan CFA, Fitri Dwiputri Ariyani, mengatakan, edukasi mitigasi bencana sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun budaya sadar bencana pada generasi muda.
Menurut dia, anak-anak perlu dikenalkan dengan berbagai jenis bencana beserta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah maupun mengurangi dampaknya.
“Kami berharap anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan untuk mencegah banjir maupun tidak menebang pohon secara sembarangan agar terhindar dari longsor merupakan bentuk mitigasi yang bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,”ujar Fitri.
Fitri menjelaskan, kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi menjadi nilai tambah karena lembaga tersebut memiliki metode edukasi yang mudah dipahami oleh anak usia dini. Pendekatan yang menyenangkan dinilai mampu membuat materi kebencanaan lebih mudah diterima peserta. “Alhamdulillah, BPBD Kabupaten Sukabumi memiliki metode pembelajaran yang sangat menarik dan sesuai dengan karakter anak-anak. Hal ini sejalan dengan visi Yayasan CFA untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”katanya.
Selain edukasi kebencanaan, Yayasan CFA tetap menjalankan program unggulannya berupa pembagian buku Iqro sebagai upaya mengurangi angka buta aksara Alquran. Menurut Fitri, ke depan berbagai program sosial yayasan akan terus dipadukan dengan kegiatan edukatif agar manfaat yang diberikan semakin luas.

“Program pembagian Iqro akan terus berjalan dan kami kombinasikan dengan berbagai kegiatan edukasi lainnya. Kami ingin kehadiran yayasan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga berdampak bagi pembentukan karakter masyarakat dalam jangka panjang,”ujarnya.
Ia menambahkan, Yayasan CFA berkomitmen memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BPBD maupun instansi lainnya, untuk menghadirkan program-program yang berdampak bagi masyarakat.
“Insya Allah kolaborasi seperti ini akan terus kami lakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi buta aksara Alquran sekaligus meningkatkan pengetahuan anak-anak dalam berbagai bidang. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” tutur Fitri.
Sementara itu, pemateri dari BPBD Kabupaten Sukabumi, Buby Zulfikar Rachman, mengatakan, penggunaan boneka tangan menjadi salah satu metode unggulan dalam menyampaikan edukasi mitigasi bencana kepada anak usia dini. Pendekatan tersebut dinilai efektif membangun komunikasi dan meningkatkan partisipasi peserta.
“Anak-anak memberikan respons yang sangat positif ketika materi disampaikan melalui media boneka tangan. Metode ini membuat mereka lebih mudah memahami pesan-pesan mitigasi bencana sekaligus menikmati proses belajarnya,” kata Buby.
Kepala KB Baitul Makmur, Hj Enih Sunarti, mengapresiasi kolaborasi antara Yayasan CFA dan BPBD Kabupaten Sukabumi. Menurut dia, materi yang diberikan selaras dengan kurikulum pembelajaran di sekolah serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
“Kegiatan ini memberikan referensi pembelajaran yang sangat baik. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang mitigasi bencana melalui cara yang menyenangkan, tetapi juga mendapatkan manfaat dari pembagian Iqro sebagai sarana mengenal huruf-huruf hijaiyah sejak dini,”pungkasnya.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar