Breaking News
Trending Tags

Tak Ingin Bergantung Dana Pusat, Wali Kota Minta OPD Benahi Mesin PAD

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • visibility 118
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mulai menyusun strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya perangkat daerah penghasil pendapatan, menyusun sistem pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terarah hingga 2035. Langkah ini diambil di tengah besarnya tantangan memenuhi target PAD 2026 yang dipatok sebesar Rp581 miliar. Arahan tersebut disampaikan Ayep, dalam rapat pimpinan (Rapim) di Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Rabu (5/8).

Menurutnya, pemerintah daerah tidak lagi cukup mengandalkan kebijakan tahunan, tetapi membutuhkan desain sistem pendapatan yang berkelanjutan agar kemampuan fiskal daerah terus meningkat dalam jangka panjang.

“Kami mendesain dan merancang sistem pendapatan Kota Sukabumi mulai 2026 sampai 2035. Kami ingin memiliki peta jalan yang jelas mengenai arah pertumbuhan PAD sehingga tidak bergantung pada kebijakan jangka pendek, tetapi menjadi sistem yang berkelanjutan,”katanya.

Sebagai tindak lanjut, sebanyak 12 perangkat daerah penghasil PAD menandatangani komitmen bersama untuk mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan. Komitmen tersebut, kata Ayep, diharapkan menjadi fondasi yang tetap dijalankan meski terjadi pergantian kepemimpinan daerah.

“Sistem ini harus menjadi komitmen bersama. Siapa pun wali kota yang memimpin nanti, arah pertumbuhan PAD Kota Sukabumi sudah memiliki fondasi yang jelas dan dapat dilanjutkan,”ujarnya.

Ia mengatakan,  penyusunan peta jalan tersebut juga merupakan respons atas tantangan keterbatasan fiskal daerah yang terus dihadapi pemerintah daerah. Pasalnya, peningkatan PAD menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

“Ini merupakan ikhtiar Kota Sukabumi untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah. Daerah harus mampu mempersempit ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat melalui optimalisasi potensi pendapatan yang dimiliki,” tegasnya.

Dalam evaluasinya, Ayep menyoroti dua perangkat daerah yang selama ini menjadi kontributor terbesar PAD, yakni Dinas Kesehatan dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Dinas Kesehatan dinilai memiliki potensi besar melalui layanan rumah sakit dan puskesmas, sedangkan BPKAD mengelola penerimaan dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta berbagai jenis pajak daerah lainnya.

“Dua perangkat daerah ini menjadi perhatian utama karena menjadi tulang punggung penerimaan PAD. Potensi yang dimiliki harus dioptimalkan agar mampu menopang target pendapatan daerah,”ungkapnya.

Namun demikian, tantangan pemerintah daerah masih cukup besar. Hingga 4 Agustus 2026, realisasi PAD Kota Sukabumi baru mencapai sekitar Rp311,696 miliar atau sekitar 53,6% dari target Rp581 miliar yang ditetapkan tahun ini. Artinya, pemerintah masih harus mengejar lebih dari Rp269 miliar pada sisa waktu tahun anggaran.

Selain itu, Ayep meminta para camat memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan penerimaan PBB-P2 melalui evaluasi capaian di setiap wilayah. Pemerintah menargetkan pertumbuhan pendapatan dari sektor tersebut mencapai 18 persen, sementara realisasi saat ini masih berada di kisaran 12 persen.

Ia menyebut, langkah optimalisasi yang telah dilakukan mulai menunjukkan hasil. Anggaran sebesar Rp700 juta yang dialokasikan untuk mendukung peningkatan penerimaan PBB-P2 telah menghasilkan penerimaan sekitar Rp780 juta.

“Seluruh perangkat daerah harus mengejar pertumbuhan pendapatan sebesar 18 persen. Khusus PBB-P2, capaian saat ini masih sekitar 12 persen sehingga pada Agustus ini harus dimaksimalkan agar target dapat tercapai,”pungkas Ayep.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jabar Harus Perhatikan Kondisi Satpel

    Pemprov Jabar Harus Perhatikan Kondisi Satpel

    • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KAB BANDUNG BARAT, Mbinews.id – Komisi II DPRD Jawa Barat soroti kondisi infrastruktur Satuan Pelayanan (Satpel) Benih dan Hortikultura Cipatat Kabupaten Bandung Barat yang dinilai memprihatinkan. Berkurangnya anggaran Satpel akibat terjadinya refocusing disebut menjadi salah satu penyebab kondisi pelayanan dan infrastruktur mengalami keterbatasan. Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Sopyan BHM […]

  • Disnaker Kota Bandung Melakukan Langkah dan Berinovasi untuk Mengurangi Pengangguran

    Disnaker Kota Bandung Melakukan Langkah dan Berinovasi untuk Mengurangi Pengangguran

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Disnaker Kota Bandung Memiliki fungsi dalam pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan teknis di bidang ketenagakerjaan. Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung terus melakukan langkah dan inovasi guna melayani masyarakat dalam menciptakan perluasan kesempatan kerja. Memberikan layanan perluasan kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran terbuka di Kota Bandung, Disnaker Kota Bandung telah menjalankan […]

  • Luncurkan Gernas BBI, DPRD Jabar Berharap UMKM Dapat Ikut Dongkrak Pemulihan Ekonomi

    Luncurkan Gernas BBI, DPRD Jabar Berharap UMKM Dapat Ikut Dongkrak Pemulihan Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 3 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat mengapresiasi, atas diluncurkannya Gernas BBI dan berharap program tersebut dapat mendongkrak pemulihan ekonomi melalui penguatan UMKM. Hal tersebut diungkapkan Taufik usai menghadiri acara peluncuran Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) Jabar bertempat di Trans Convention Centre, Kota Bandung, Sabtu (3/4/2021). Taufik […]

  • DPRD Kota Sukabumi Beri Apresiasi Kepada Satuan Pendidikan

    DPRD Kota Sukabumi Beri Apresiasi Kepada Satuan Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Komisi III DPRD Kota Sukabumi melakukan kunjungan kerja ke beberapa satuan pendidikan yang ada di Kota Sukabumi. Pada kunjungan kali ini, Komisi III DRPD Kota Sukabumi ingin memastikan proses berjalannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di sekolah, berjalan dengan lancar. “Saya dan teman-teman Komisi III DPRD Kota Sukabumi, hari ini melakukan kunjungan […]

  • PWI Dan IJTI Mengutuk Keras Perampasa HP Milik Jurnalis Saat Liputan

    PWI Dan IJTI Mengutuk Keras Perampasa HP Milik Jurnalis Saat Liputan

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengecam aksi perampasan handphone milik Jurnalis Tribun Jabar, Fauzi Noviandi oleh oknum aparat saat meliput aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Kamis (08/10/2020). Kedua organisasi PWI dan IJTI juga, menganggap perlakuan yang dilakukan oknum aparat tersebut diduga […]

  • Peringati Hari AIDS Sedunia, Kota Bandung Bebas Epidemi AIDS Tahun 2030

    Peringati Hari AIDS Sedunia, Kota Bandung Bebas Epidemi AIDS Tahun 2030

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Dalam rangka memperingati Hari AIDS sedunia, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama pemangku kepentingan lainnya berkonsolidasi untuk menekan angka penularan. Termasuk meningkatkan kualitas perawatan ODHA (Orang dengan HIV AIDS). “Kualitas perawatan ODHA perlu ditingkatkan lagi terutama ketersediaan obat ARV yang sangat dibutuhkan. Bagaimana obat agar selalu tersedia dan lebih penting bisa diakses oleh […]

expand_less