Breaking News
Trending Tags

Tak Ingin Bergantung Dana Pusat, Wali Kota Minta OPD Benahi Mesin PAD

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • visibility 1.072
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mulai menyusun strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya perangkat daerah penghasil pendapatan, menyusun sistem pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terarah hingga 2035. Langkah ini diambil di tengah besarnya tantangan memenuhi target PAD 2026 yang dipatok sebesar Rp581 miliar. Arahan tersebut disampaikan Ayep, dalam rapat pimpinan (Rapim) di Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Rabu (5/8).

Menurutnya, pemerintah daerah tidak lagi cukup mengandalkan kebijakan tahunan, tetapi membutuhkan desain sistem pendapatan yang berkelanjutan agar kemampuan fiskal daerah terus meningkat dalam jangka panjang.

“Kami mendesain dan merancang sistem pendapatan Kota Sukabumi mulai 2026 sampai 2035. Kami ingin memiliki peta jalan yang jelas mengenai arah pertumbuhan PAD sehingga tidak bergantung pada kebijakan jangka pendek, tetapi menjadi sistem yang berkelanjutan,”katanya.

Sebagai tindak lanjut, sebanyak 12 perangkat daerah penghasil PAD menandatangani komitmen bersama untuk mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan. Komitmen tersebut, kata Ayep, diharapkan menjadi fondasi yang tetap dijalankan meski terjadi pergantian kepemimpinan daerah.

“Sistem ini harus menjadi komitmen bersama. Siapa pun wali kota yang memimpin nanti, arah pertumbuhan PAD Kota Sukabumi sudah memiliki fondasi yang jelas dan dapat dilanjutkan,”ujarnya.

Ia mengatakan,  penyusunan peta jalan tersebut juga merupakan respons atas tantangan keterbatasan fiskal daerah yang terus dihadapi pemerintah daerah. Pasalnya, peningkatan PAD menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

“Ini merupakan ikhtiar Kota Sukabumi untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah. Daerah harus mampu mempersempit ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat melalui optimalisasi potensi pendapatan yang dimiliki,” tegasnya.

Dalam evaluasinya, Ayep menyoroti dua perangkat daerah yang selama ini menjadi kontributor terbesar PAD, yakni Dinas Kesehatan dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Dinas Kesehatan dinilai memiliki potensi besar melalui layanan rumah sakit dan puskesmas, sedangkan BPKAD mengelola penerimaan dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta berbagai jenis pajak daerah lainnya.

“Dua perangkat daerah ini menjadi perhatian utama karena menjadi tulang punggung penerimaan PAD. Potensi yang dimiliki harus dioptimalkan agar mampu menopang target pendapatan daerah,”ungkapnya.

Namun demikian, tantangan pemerintah daerah masih cukup besar. Hingga 4 Agustus 2026, realisasi PAD Kota Sukabumi baru mencapai sekitar Rp311,696 miliar atau sekitar 53,6% dari target Rp581 miliar yang ditetapkan tahun ini. Artinya, pemerintah masih harus mengejar lebih dari Rp269 miliar pada sisa waktu tahun anggaran.

Selain itu, Ayep meminta para camat memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan penerimaan PBB-P2 melalui evaluasi capaian di setiap wilayah. Pemerintah menargetkan pertumbuhan pendapatan dari sektor tersebut mencapai 18 persen, sementara realisasi saat ini masih berada di kisaran 12 persen.

Ia menyebut, langkah optimalisasi yang telah dilakukan mulai menunjukkan hasil. Anggaran sebesar Rp700 juta yang dialokasikan untuk mendukung peningkatan penerimaan PBB-P2 telah menghasilkan penerimaan sekitar Rp780 juta.

“Seluruh perangkat daerah harus mengejar pertumbuhan pendapatan sebesar 18 persen. Khusus PBB-P2, capaian saat ini masih sekitar 12 persen sehingga pada Agustus ini harus dimaksimalkan agar target dapat tercapai,”pungkas Ayep.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembaharuan Data Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan Di Kota Bandung

    Pembaharuan Data Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan Di Kota Bandung

    • calendar_month Jumat, 8 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Tono Rusdiantono menyatakan kunci utama dalam pengentasan kemiskinan yakni terletak pada keakuratan data. Sehingga, program pemerintah bisa tepat sasaran. Tono mengaku memanfaatkan segala sumber daya baik manusia ataupun teknologi untuk akurasi data. Bahkan, pembaharuan dilakukan setiap hari. “Sekarang instruksi Kemensos yang tadinya updating data itu 6 […]

  • Lembur Cepot Juara Pemberantas Narkoba

    Lembur Cepot Juara Pemberantas Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., menghadiri peresmian Lembur Cepot Juara, di Rumah Bersama Saung Cepot, Taman RW 03, Jalan Babatan, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir Kota Bandung , Senin (4/9/2023). Acara ini diinisiasi Polrestabes Bandung dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung. Hadir pada acara ini, Kapolrestabes Bandung […]

  • Cegah Aksi Copet di Kota Bandung, Ketua DPRD Kota Bandung Minta Warga Waspada

    Cegah Aksi Copet di Kota Bandung, Ketua DPRD Kota Bandung Minta Warga Waspada

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Setiap akhir pekan dan libur panjang, masyarakat Kota Bandung dan para wisatawan mengeluhkan marakanya aksi pencopetan di Kota Bandung. Pasar Baru di Jalan Raden Oto Iskandar Di Nata dan Alun-Alun Kota Bandung merupakan titik maraknya aksi rawan pencopetan. Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., pun angkat bicara terkait keluhan […]

  • Koalisi Pejuang Rakyat Sukabumi, Habib Rizieq Biang Rusuh

    Koalisi Pejuang Rakyat Sukabumi, Habib Rizieq Biang Rusuh

    • calendar_month Kamis, 26 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInws.id – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Perjuangan Rakyat Sukabumi bentangkan sepanduk “Rizieq pembawa Kerusuhan”. Koordinator aksi Abdi Zulfikar, mengatakan kedatangan Rizieq Shihab Ke Indonesia telah membuat kekacauan nasional, memprovokasi dan mengadu domba rakyat untuk membuat kekacauan di negeri Indonesia. “Rizieq Shihab (RS) adalah pengkhianat negeri yang akan merubah NKRI yang berdasar Pancasila […]

  • Sukabumi Kehilangan Jurnalis Muda, Lupi Radar Meninggal Dunia

    Sukabumi Kehilangan Jurnalis Muda, Lupi Radar Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 16 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Lupi Fajar Hermawan wartawan cetak Harian Radar Sukabumi menembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit RSUD Syamsudin, pada pukul 16.20 WIB, Ahad (16/1/2022). Hasil vonis terakhir almarhum terserang penyakit Ginjal, dirawat kurang lebih tiga bulan di RSUD Syamsudin, dan sempat pulang karena Kondisi kesehatannya mulai membaik. Namun empat hari ke belakang almarhum kembali masuk rumah sakit, […]

  • Lima Kota Kabupaten Bergabung, Masalah Pokok Cekungan Bandung Terselesaikan

    Lima Kota Kabupaten Bergabung, Masalah Pokok Cekungan Bandung Terselesaikan

    • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Permasalahan seperti banjir, kemacetan, dan sampah kerap kali terjadi irisan antar wilayah. Untuk menyelesaikannya, pemerintah kota (Pemkot) maupun kabupaten sering terkendala pada regulasi yang ada di wilayah masing-masing. Melalui Perpres nomor 45 tahun 2018 dan Pergub Jawa Barat nomor 86 tahun 2020 dibentuklah Badan Pengelola Kawasan Perkotaan Cekungan Kota Bandung. Aglomerasi kawasan […]

expand_less