Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Bantuan Jabar Rp16 Miliar Hilang, Pemkot Sukabumi Rasionalisasi Peserta JKN PBNU dan BP

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month 29 menit yang lalu
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melakukan rasionalisasi pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU & BP) yang selama ini ditanggung pemerintah daerah.

Kebijakan tersebut diambil lantaran kebutuhan pembiayaan JKN peserta PBPU & BP Pemda mencapai Rp40,058 miliar dalam setahun. Sementara itu, pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi tahun 2026 yang tersedia untuk pembiayaan tersebut hanya Rp21,241 miliar.

Dengan demikian, terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp18,816 miliar.

Tekanan fiskal tersebut semakin besar setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak lagi mengalokasikan bantuan pendanaan sebesar 40% untuk peserta PBPU & BP Pemda Kota Sukabumi pada 2026. Hilangnya dukungan tersebut setara dengan sekitar Rp16,023 miliar.

Selain itu, penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) oleh Kementerian Sosial turut menambah beban pemerintah daerah. Hingga Juni 2026, sebanyak 33.381 jiwa peserta PBI-JK di Kota Sukabumi tercatat dinonaktifkan, dengan nilai pembiayaan yang mencapai sekitar Rp15,14 miliar.

Kondisi tersebut membuat Pemkot Sukabumi harus memilah kembali kelompok masyarakat yang menjadi prioritas penerima pembiayaan JKN dari APBD.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, mengatakan, penyesuaian kuota bukan berarti pemerintah daerah menarik diri dari tanggung jawab perlindungan kesehatan masyarakat. Menurut dia, kebijakan tersebut diperlukan agar anggaran yang terbatas benar-benar diarahkan kepada kelompok yang paling membutuhkan.

“Dalam kondisi fiskal yang semakin terbatas, pemerintah daerah harus memastikan setiap rupiah anggaran kesehatan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat yang paling rentan. Karena itu, penyesuaian kuota dilakukan berdasarkan data dan tingkat kebutuhan, bukan semata-mata karena keterbatasan anggaran,”ujar Andang dalam keterangan resmi, Selasa (15/9/2026).

Pemkot Sukabumi akan memprioritaskan kepesertaan yang ditanggung pemerintah bagi masyarakat miskin dan rentan yang masuk Desil 1-5, penderita penyakit kronis, penderita penyakit degeneratif, serta bayi baru lahir yang membutuhkan kepesertaan melalui mekanisme susulan.

Kelompok penyakit kronis yang menjadi prioritas antara lain penderita thalasemia, pasien hemodialisis dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sementara penyakit degeneratif yang menjadi perhatian meliputi hipertensi, diabetes melitus dan kanker.

Di sisi lain, masyarakat yang berdasarkan pemadanan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) masuk kategori Desil 6-10 akan diarahkan untuk mengalihkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan secara mandiri.

Kebijakan tersebut mengacu pada hasil pemadanan DTSEN sebagaimana diatur dalam Permensos Nomor 3 Tahun 2025 dan Kepmensos Nomor 22/HUK/2026.

Andang menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin kebijakan rasionalisasi justru membuat warga miskin kehilangan akses terhadap layanan kesehatan.

“Kami tidak ingin efisiensi anggaran berujung pada hilangnya akses kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan. Justru kelompok inilah yang harus tetap menjadi prioritas. Sementara masyarakat yang secara data masuk kelompok mampu perlu didorong untuk mengambil porsi pembiayaan secara mandiri,”katanya.

Sebagai lapisan perlindungan tambahan, Pemkot Sukabumi juga menyiapkan Program Bantuan Kesehatan Daerah (BANKESDA). Program ini direncanakan memperoleh alokasi anggaran melalui APBD Perubahan 2026.

BANKESDA akan difokuskan bagi warga miskin dan rentan Desil 1-5 yang membutuhkan pelayanan kesehatan, baik dalam kondisi gawat darurat, rawat jalan maupun rawat inap Kelas III.

Layanan tersebut akan diberikan di RSUD R. Syamsudin, S.H. dan RSUD Al-Mulk.

Pemkot Sukabumi menyatakan skema tersebut menjadi upaya menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan masyarakat di tengah tekanan fiskal daerah. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya akurasi data penerima agar pembiayaan kesehatan tidak lagi tersebar secara tidak proporsional.

“Penyesuaian ini merupakan langkah untuk memastikan anggaran kesehatan lebih tepat sasaran, transparan dan berkelanjutan. Pemkot Sukabumi tetap hadir, terutama bagi warga miskin, kelompok rentan dan masyarakat dengan penyakit yang membutuhkan pembiayaan berkelanjutan,”pungkasnya.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN DI ERA DIGITAL

    TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN DI ERA DIGITAL

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    BANTEN, — Dinas Perpustakaan dann Kearsipan Provinsi Banten pada tanggal 16 sd 21 September 2019, menggelar Hari Kunjung Perpustakaan 2019. Hal ini perlu diapresiasi, karena sudah merespon perkembangan teknologi digital terkait Perpustakaan. Kegiatan diisi dengan berbagai rangkaian aktivitas antara lain bazar buku murah, bedah buku, lomba mewarnai, dongeng, bedah film, dan lain-lain. Salah satu kegiatan […]

  • Menjaga Ketahanan Keluarga Penting Untuk Melawan Covid-19

    Menjaga Ketahanan Keluarga Penting Untuk Melawan Covid-19

    • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Di masa pandemi Covid-19, menjaga ketahanan keluarga menjadi sangat penting. Hal itu diyakini oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bandung Siti Muntamah Oded. “Karena ketahanan keluarga yang dijaga dengan baik akan mampu menyikapi baik semua dinamika perubahan, internal maupun eksternal khususnya di masa pandemi saat ini,” kata Ummi […]

  • Ribuan Relawan Dari 79 Kelurahan Kota Bandung Siap Singkirkan Narkoba

    Ribuan Relawan Dari 79 Kelurahan Kota Bandung Siap Singkirkan Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 23 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Sebanyak 1.366 relawan dari 79 kelurahan siap menyingkirkan narkoba dari Kota Bandung. Ribuan relawan langsung turun ke lapangan untuk menghadang barang haram tersebut. Bukan hanya berupaya menghadang saja, tetapi relawan pun ikut serta dalam pelaksanaan rehabilitasi. Sehingga para pecandu mampu berhenti dari narkoba. Mereka berasal dari 79 kelurahan dan telah ikut serta […]

  • Asyik! Minyak Goreng Kemasan Rp15.000 Hadir Di Kota Bandung

    Asyik! Minyak Goreng Kemasan Rp15.000 Hadir Di Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Masyarakat Kota Bandung kembali mendapat akses minyak goreng murah. Pada acara Bazar Minyak Goreng Ramadan Bersama PW Nahdlatul Ulama Jawa Barat, minyak goreng kemasan Filma dibanderol Rp15.000 saja. Untuk diketahui, pasar murah untuk komoditas minyak goreng kemasan ini merupakan kolaborasi antara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat berkolaborasi dengan PT. Sinarmas. […]

  • kondisi pandemi Covid-19 di Kota Bandung saat ini melandai, Ema Soroti Pelaku Usaha Hotel yang Melanggar Prokes

    kondisi pandemi Covid-19 di Kota Bandung saat ini melandai, Ema Soroti Pelaku Usaha Hotel yang Melanggar Prokes

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    BANDUNG, Masih Banyaknya para pelaku bisnis Hotel di Kota Bandung yang masih banyak melanggar aturan terkait batas maksimal kapasitas pengunjung hotel. Sekda Kota Bandung Ema Sumarna mengaku kecewa terhadap  para pelaku usaha khususnyah  hotel yang masih melanggar aturan. Untuk itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari diminta lebih intensif berkeliling […]

  • Bantu Tangani Covid-19, PT. SGD Luncurkan “MSB” Alat Komunikasi & Penerima Bantuan Sosial

    Bantu Tangani Covid-19, PT. SGD Luncurkan “MSB” Alat Komunikasi & Penerima Bantuan Sosial

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pandemi Covid-19 memberi dampak ancaman resesi ekonomi dan stabilitas pangan di masyarakat. Dibutuhkan suatu infrastruktur teknologi terintegrasi guna memudahkan penyampaian bantuan sosial secara cepat, akurat, dan tepat dari pemangku kebijakan kepada masyarakat penerima manfaat efek wabah ini. Guna merealisasikan itu dan sebagai bentuk respon ikut menanggulangi wabah Covid-19, PT Sumbu Global Digital […]

expand_less