Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Bantuan Jabar Rp16 Miliar Hilang, Pemkot Sukabumi Rasionalisasi Peserta JKN PBNU dan BP

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 1.332
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melakukan rasionalisasi pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU & BP) yang selama ini ditanggung pemerintah daerah.

Kebijakan tersebut diambil lantaran kebutuhan pembiayaan JKN peserta PBPU & BP Pemda mencapai Rp40,058 miliar dalam setahun. Sementara itu, pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi tahun 2026 yang tersedia untuk pembiayaan tersebut hanya Rp21,241 miliar.

Dengan demikian, terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp18,816 miliar.

Tekanan fiskal tersebut semakin besar setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak lagi mengalokasikan bantuan pendanaan sebesar 40% untuk peserta PBPU & BP Pemda Kota Sukabumi pada 2026. Hilangnya dukungan tersebut setara dengan sekitar Rp16,023 miliar.

Selain itu, penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) oleh Kementerian Sosial turut menambah beban pemerintah daerah. Hingga Juni 2026, sebanyak 33.381 jiwa peserta PBI-JK di Kota Sukabumi tercatat dinonaktifkan, dengan nilai pembiayaan yang mencapai sekitar Rp15,14 miliar.

Kondisi tersebut membuat Pemkot Sukabumi harus memilah kembali kelompok masyarakat yang menjadi prioritas penerima pembiayaan JKN dari APBD.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, mengatakan, penyesuaian kuota bukan berarti pemerintah daerah menarik diri dari tanggung jawab perlindungan kesehatan masyarakat. Menurut dia, kebijakan tersebut diperlukan agar anggaran yang terbatas benar-benar diarahkan kepada kelompok yang paling membutuhkan.

“Dalam kondisi fiskal yang semakin terbatas, pemerintah daerah harus memastikan setiap rupiah anggaran kesehatan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat yang paling rentan. Karena itu, penyesuaian kuota dilakukan berdasarkan data dan tingkat kebutuhan, bukan semata-mata karena keterbatasan anggaran,”ujar Andang dalam keterangan resmi, Selasa (15/9/2026).

Pemkot Sukabumi akan memprioritaskan kepesertaan yang ditanggung pemerintah bagi masyarakat miskin dan rentan yang masuk Desil 1-5, penderita penyakit kronis, penderita penyakit degeneratif, serta bayi baru lahir yang membutuhkan kepesertaan melalui mekanisme susulan.

Kelompok penyakit kronis yang menjadi prioritas antara lain penderita thalasemia, pasien hemodialisis dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sementara penyakit degeneratif yang menjadi perhatian meliputi hipertensi, diabetes melitus dan kanker.

Di sisi lain, masyarakat yang berdasarkan pemadanan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) masuk kategori Desil 6-10 akan diarahkan untuk mengalihkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan secara mandiri.

Kebijakan tersebut mengacu pada hasil pemadanan DTSEN sebagaimana diatur dalam Permensos Nomor 3 Tahun 2025 dan Kepmensos Nomor 22/HUK/2026.

Andang menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin kebijakan rasionalisasi justru membuat warga miskin kehilangan akses terhadap layanan kesehatan.

“Kami tidak ingin efisiensi anggaran berujung pada hilangnya akses kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan. Justru kelompok inilah yang harus tetap menjadi prioritas. Sementara masyarakat yang secara data masuk kelompok mampu perlu didorong untuk mengambil porsi pembiayaan secara mandiri,”katanya.

Sebagai lapisan perlindungan tambahan, Pemkot Sukabumi juga menyiapkan Program Bantuan Kesehatan Daerah (BANKESDA). Program ini direncanakan memperoleh alokasi anggaran melalui APBD Perubahan 2026.

BANKESDA akan difokuskan bagi warga miskin dan rentan Desil 1-5 yang membutuhkan pelayanan kesehatan, baik dalam kondisi gawat darurat, rawat jalan maupun rawat inap Kelas III.

Layanan tersebut akan diberikan di RSUD R. Syamsudin, S.H. dan RSUD Al-Mulk.

Pemkot Sukabumi menyatakan skema tersebut menjadi upaya menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan masyarakat di tengah tekanan fiskal daerah. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya akurasi data penerima agar pembiayaan kesehatan tidak lagi tersebar secara tidak proporsional.

“Penyesuaian ini merupakan langkah untuk memastikan anggaran kesehatan lebih tepat sasaran, transparan dan berkelanjutan. Pemkot Sukabumi tetap hadir, terutama bagi warga miskin, kelompok rentan dan masyarakat dengan penyakit yang membutuhkan pembiayaan berkelanjutan,”pungkasnya.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Bandung Resmikan Jembatan Sungai Cikeruh Tegal Luar Bojong Soang

    Bupati Bandung Resmikan Jembatan Sungai Cikeruh Tegal Luar Bojong Soang

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, MBINews.id – Jembatan Cikeruh yang pengerjaan tertunda di tahun 2017 bahkan sudah dianggarkan dan waktu itu saya masih menjadi anggota DPRD Kab Bandung, ” tutur Bupati Bandung Dr. HM Dadang Supriatna, kepada media (30/3/2024) usai meresmikan Jembatan Cikeruh Kab Bandung. Lanjut Dadang, Jembatan Cikeruh di desa Tegal Luar Kec Bojong Soang Kab Bandung […]

  • Wali Kota Bandung Resmikan Masjid Al-Waali PMI Kota Bandung

    Wali Kota Bandung Resmikan Masjid Al-Waali PMI Kota Bandung

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meresmikan Masjid Al-Waali di Kantor PMI Kota Bandung, Jalan Aceh, Jumat (16/4/ 2021). Atas hadirnya masjid tersebut, Oded mengapresiasi gagasan jajaran PMI Kota Bandung yang menyempurnakan fasilitas ibadah. “Saya apresiasi gagasan keluarga besar PMI ini dalam rangka menyempurnakan optimalkan fasilitas ibadah,” tuturnya. Kegiatan tersebut juga, dihadiri […]

  • Rampingkan Birokrasi, Pemkot Bandung Lantik 28 Pejabat Fungsional

    Rampingkan Birokrasi, Pemkot Bandung Lantik 28 Pejabat Fungsional

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Sebagai upaya memberikan pelayanan prima, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melantik sejumlah jabatan fungsional. Di antaranya jabatan fungsional kesehatan, pendidikan, perencanaan, hingga CPNS sebagai pengangkatan pertama. Pelantikan langsung dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna juga Kepala BKPSDM, Adi Djundjunan. “Ini untuk meningkatkan […]

  • Kota Bandung Pamerkan Karya Kriya Modern di Panggung Fashion PKJB 2025

    Kota Bandung Pamerkan Karya Kriya Modern di Panggung Fashion PKJB 2025

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    BANDUNG, koranprogresif.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia kriya dan ekonomi kreatif melalui peragaan busana pada gelaran Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2025. Bertempat di Trans Studio Mall Bandung, acara ini berlangsung pada 17-20 Juli 2025. PKJB 2025 menghadirkan produk-produk unggulan hasil kurasi para pengrajin terbaik Kota Bandung. […]

  • Kang Edwin Dorong Petugas Kesehatan “Jemput Bola” Layanan Warga Bandung Kidul

    Kang Edwin Dorong Petugas Kesehatan “Jemput Bola” Layanan Warga Bandung Kidul

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 139
    • 0Komentar

    BandungMBINEWS, — Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., menghadiri Lokakarya Mini Tribulanan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bandung Kidul, Jumat (22/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Bandung. Kang Edwin menegaskan komitmennya agar seluruh warga, tanpa terkecuali, dapat memperoleh layanan kesehatan yang optimal, […]

  • HUT Persit Chandra Kirana Makodim 0624 di Isi Dengan Donor Darah

    HUT Persit Chandra Kirana Makodim 0624 di Isi Dengan Donor Darah

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, MBINews.id – Kegiatan Donor Darah dalam rangka hari ulang Persit Kartika Chandra Kirana Ke – 78 ,tahun 2024 di gedung Toha Makodim 0624 Kab Bandung. (22/2/2024) Ketua Persit Chandra Kirana cabang XLVI Kodim 0624/Kab Bandung, dr. Neng Sari Hamzah Budi Susanto mengatakan, dalam kegiatan HUT Persit Chandra Kirana, kami bekerja sama dengan yayasan […]

expand_less