Breaking News
Trending Tags

Bantuan Jabar Rp16 Miliar Hilang, Pemkot Sukabumi Rasionalisasi Peserta JKN PBNU dan BP

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 1.371
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melakukan rasionalisasi pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU & BP) yang selama ini ditanggung pemerintah daerah.

Kebijakan tersebut diambil lantaran kebutuhan pembiayaan JKN peserta PBPU & BP Pemda mencapai Rp40,058 miliar dalam setahun. Sementara itu, pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi tahun 2026 yang tersedia untuk pembiayaan tersebut hanya Rp21,241 miliar.

Dengan demikian, terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp18,816 miliar.

Tekanan fiskal tersebut semakin besar setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak lagi mengalokasikan bantuan pendanaan sebesar 40% untuk peserta PBPU & BP Pemda Kota Sukabumi pada 2026. Hilangnya dukungan tersebut setara dengan sekitar Rp16,023 miliar.

Selain itu, penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) oleh Kementerian Sosial turut menambah beban pemerintah daerah. Hingga Juni 2026, sebanyak 33.381 jiwa peserta PBI-JK di Kota Sukabumi tercatat dinonaktifkan, dengan nilai pembiayaan yang mencapai sekitar Rp15,14 miliar.

Kondisi tersebut membuat Pemkot Sukabumi harus memilah kembali kelompok masyarakat yang menjadi prioritas penerima pembiayaan JKN dari APBD.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, mengatakan, penyesuaian kuota bukan berarti pemerintah daerah menarik diri dari tanggung jawab perlindungan kesehatan masyarakat. Menurut dia, kebijakan tersebut diperlukan agar anggaran yang terbatas benar-benar diarahkan kepada kelompok yang paling membutuhkan.

“Dalam kondisi fiskal yang semakin terbatas, pemerintah daerah harus memastikan setiap rupiah anggaran kesehatan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat yang paling rentan. Karena itu, penyesuaian kuota dilakukan berdasarkan data dan tingkat kebutuhan, bukan semata-mata karena keterbatasan anggaran,”ujar Andang dalam keterangan resmi, Selasa (15/9/2026).

Pemkot Sukabumi akan memprioritaskan kepesertaan yang ditanggung pemerintah bagi masyarakat miskin dan rentan yang masuk Desil 1-5, penderita penyakit kronis, penderita penyakit degeneratif, serta bayi baru lahir yang membutuhkan kepesertaan melalui mekanisme susulan.

Kelompok penyakit kronis yang menjadi prioritas antara lain penderita thalasemia, pasien hemodialisis dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sementara penyakit degeneratif yang menjadi perhatian meliputi hipertensi, diabetes melitus dan kanker.

Di sisi lain, masyarakat yang berdasarkan pemadanan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) masuk kategori Desil 6-10 akan diarahkan untuk mengalihkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan secara mandiri.

Kebijakan tersebut mengacu pada hasil pemadanan DTSEN sebagaimana diatur dalam Permensos Nomor 3 Tahun 2025 dan Kepmensos Nomor 22/HUK/2026.

Andang menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin kebijakan rasionalisasi justru membuat warga miskin kehilangan akses terhadap layanan kesehatan.

“Kami tidak ingin efisiensi anggaran berujung pada hilangnya akses kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan. Justru kelompok inilah yang harus tetap menjadi prioritas. Sementara masyarakat yang secara data masuk kelompok mampu perlu didorong untuk mengambil porsi pembiayaan secara mandiri,”katanya.

Sebagai lapisan perlindungan tambahan, Pemkot Sukabumi juga menyiapkan Program Bantuan Kesehatan Daerah (BANKESDA). Program ini direncanakan memperoleh alokasi anggaran melalui APBD Perubahan 2026.

BANKESDA akan difokuskan bagi warga miskin dan rentan Desil 1-5 yang membutuhkan pelayanan kesehatan, baik dalam kondisi gawat darurat, rawat jalan maupun rawat inap Kelas III.

Layanan tersebut akan diberikan di RSUD R. Syamsudin, S.H. dan RSUD Al-Mulk.

Pemkot Sukabumi menyatakan skema tersebut menjadi upaya menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan masyarakat di tengah tekanan fiskal daerah. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya akurasi data penerima agar pembiayaan kesehatan tidak lagi tersebar secara tidak proporsional.

“Penyesuaian ini merupakan langkah untuk memastikan anggaran kesehatan lebih tepat sasaran, transparan dan berkelanjutan. Pemkot Sukabumi tetap hadir, terutama bagi warga miskin, kelompok rentan dan masyarakat dengan penyakit yang membutuhkan pembiayaan berkelanjutan,”pungkasnya.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DKP3 Kota Sukabumi Jamin Stok Pangan Selama Puasa Hingga Idul Fitri Aman

    DKP3 Kota Sukabumi Jamin Stok Pangan Selama Puasa Hingga Idul Fitri Aman

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Dinas Ketahanan, Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi menjamin jika ketersedian pangan selama puasa hingga perayaan Idul Fitri aman. Meskipun ada beberapa komoditi yang alami penaikan harga.”Kami menjamin untuk ketersediaan panagn di Kota Sukabumi saat puasa ingga lebaran nanti sangat aman,”ujar Kepala DKP3 Kota Sukabumi Andri Setiawan disela-sela pemantauan ke sejumlah […]

  • Merasa Dirugikan, Nasabah  Kembali Melaporkan PT. Pegadaian Syariah  Ke Pihak Berwajib

    Merasa Dirugikan, Nasabah Kembali Melaporkan PT. Pegadaian Syariah Ke Pihak Berwajib

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    SUKABUMI MBInews.id – Cabang PT Pegadaian Syariah Persero (CPS) Kebonjati Sukabumi kembali dilaporkan oleh Siti Nurlela selaku nasabah ke Polres Sukabumi Kota atas dugaan adanya pelanggaran aturan pengadaian Syariah. Siti Nurlela, sebelumnya merasa dirugikan, akibat ketidak sesuaian dengan sistem klausul baku perbankan syariah dan adanya dua perjanjian yang tidak bisa dibenarkan secara aturan sehingga deliknya […]

  • Pemkot Sukabumi Perkuat Sinergi dengan Kemenpora, Dorong Revitalisasi Infrastruktur Olahraga

    Pemkot Sukabumi Perkuat Sinergi dengan Kemenpora, Dorong Revitalisasi Infrastruktur Olahraga

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat melalui audiensi bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana, serta jajaran Dinas Pemuda dan […]

  • Desa Langonsari Gelar Seni Budaya Sunda Dengan Gebrakan Lebih Bedas

    Desa Langonsari Gelar Seni Budaya Sunda Dengan Gebrakan Lebih Bedas

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, Mbinews.id – Kegiatan ini diprakasai dari hasil Musrenbang tahun 2024 melalui Dinas Pariwisata dan Budaya dan kebetulan desa Langonsari banyak talenta dari seni budaya sunda Desa Langonsari,” Ucap Camat Pameungpeuk Kab Bandung, Agus Hindar S.STP.MSi, disela Gelaran Seni Budaya Sunda Desa Langonsari. Minggu (22/6/2025). Menurut Agus Hindar, dari banyaknya talenta – talenta yang […]

  • Kota Bandung Awali Pendataan Kependudukan Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan

    Kota Bandung Awali Pendataan Kependudukan Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Kota Bandung mengawali pendataan, perekaman dan penerbitan dokumen kependudukan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Setelah ini, pendataan akan mulai dilakukan di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia. Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menjelaskan, pendataan kependudukan ini merupakan ikhtiar pemerintah untuk memenuhi hak bagi setiap orang untuk mendapatkan identitas. Tak terkecuali warga binaan […]

  • Relawan ‘Kita Waras’ Siap Menangkan Mas Waras Dengan Ribuan Anggotanya

    Relawan ‘Kita Waras’ Siap Menangkan Mas Waras Dengan Ribuan Anggotanya

    • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    BEKASI, Mbinews.id – Ratusan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan warga masyarakat Kabupaten Bekasi berkumpul di Desa Suka Indah Kecamatan Suka Karya Kabupaten Bekasi. Ratusan Tokoh yang terdiri dari 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Suka Karya, Kedung Waringin, Muara Gembong, Suka Tani, Pebayuran dan Tambun Utara berbondong-bondong mengikuti acara ngopi bareng bersama Caleg Anggota DPRRI PDI Perjuangan […]

expand_less