Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Narkoba Mengintai Generasi Muda Jabar, BNNP: Jangan Tunggu Masuk Keluarga

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

BANDUNG, Eljabar.com — Ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Jawa Barat masih berada pada level serius. Dengan jumlah penduduk sekitar 51,7 juta jiwa, Jawa Barat dinilai menjadi wilayah strategis yang dimanfaatkan jaringan narkotika untuk memasok barang haram ke berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si., mengatakan posisi geografis dan besarnya populasi Jawa Barat menjadikan provinsi ini memiliki kerawanan tinggi terhadap peredaran narkotika.

“Jawa Barat menjadi batu loncatan dari banyak kasus narkotika nasional,” ujar Sulistyo dalam podcast Basa Basi PWI Kota Bandung.

Menurut Sulistyo, sejumlah kasus besar pernah berhasil diungkap di Jawa Barat. Di antaranya pabrik PCC di Kawalu, Tasikmalaya, yang disebut mampu memproduksi jutaan pil setiap hari, serta pengungkapan pabrik narkotika lainnya di wilayah Cimahi.

BNNP Jawa Barat juga pernah menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah besar, termasuk pengungkapan sekitar lima ton ganja di Kota Bogor.

Generasi Muda Jadi Kelompok Paling Rentan

Sulistyo menegaskan, perang melawan narkotika tidak boleh hanya berorientasi pada penangkapan bandar dan pengedar. Ancaman yang jauh lebih mengkhawatirkan adalah dampaknya terhadap generasi muda.

Ia mengungkapkan, pengguna narkotika yang menjalani layanan rehabilitasi BNN tidak sedikit yang masih berusia remaja. Bahkan, terdapat anak berusia 13 hingga 15 tahun yang sudah terpapar narkoba.

“Pengguna terbanyak itu generasi muda,” katanya.

Menurut Sulistyo, masyarakat sering kali baru menyadari bahaya narkoba setelah persoalan tersebut masuk ke dalam lingkungan keluarga. Padahal, peredaran narkotika dapat terjadi di tengah masyarakat dan menyasar berbagai kelompok.

Kondisi itu dinilai dapat menghambat upaya Jawa Barat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Namun, upaya tersebut akan kehilangan hasil apabila generasi muda yang telah dibekali pendidikan justru terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

“Kalau upaya pendidikan yang tinggi ditarik lagi ke belakang oleh peredaran narkoba yang masif, tentu menjadi persoalan,” ujarnya.

Jalur Darat, Laut dan Udara Diawasi

Untuk memutus mata rantai peredaran narkotika, BNNP Jawa Barat memperkuat pengawasan terhadap berbagai jalur yang berpotensi digunakan jaringan pengedar, mulai dari jalur darat, laut hingga udara.

Sulistyo mengatakan keterbatasan sarana tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pengawasan. Dalam operasi tertentu, BNN berkolaborasi dengan kepolisian dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Wilayah pesisir selatan Jawa Barat, mulai Pangandaran hingga Garut, turut menjadi perhatian karena memiliki akses jalur laut yang berpotensi dimanfaatkan untuk transaksi narkotika.

Bahkan, nelayan tradisional dikhawatirkan dapat dimanfaatkan jaringan pengedar untuk melakukan transaksi di tengah laut.

Pengawasan juga dilakukan terhadap jalur penerbangan melalui pemeriksaan atau screening secara insidental berdasarkan momentum maupun informasi intelijen.

“Tidak ada ruang hukum di Indonesia yang tidak bisa dimasuki oleh BNN. Di mana pun potensi penyalahgunaan itu ada,” tegas Sulistyo.

Tak Ada yang Kebal Hukum

Sulistyo juga menegaskan bahwa tidak ada pihak yang memiliki kekebalan hukum dalam perkara narkotika.

Jabatan, profesi maupun akses tertentu, kata dia, tidak boleh menjadi celah bagi jaringan narkotika untuk menjalankan aksinya.

Ia mencontohkan pengungkapan kasus seorang pilot asal Malaysia yang membawa sabu dalam jumlah puluhan kilogram. Kasus tersebut menunjukkan bahwa jaringan narkotika dapat memanfaatkan berbagai profesi dan jalur untuk menyelundupkan barang haram.

“Secara prinsip hukum, tidak ada manusia yang kebal hukum,” ujarnya.

Masyarakat Diminta Tak Takut Lapor

Di sisi lain, Sulistyo mengajak masyarakat tidak takut berhubungan dengan BNN, terutama ketika membutuhkan bantuan rehabilitasi bagi anggota keluarga yang telah terpapar narkotika.

Ia menegaskan layanan rehabilitasi yang diberikan BNN kepada masyarakat tidak dipungut biaya.

“Rehabilitasi di BNN itu gratis. Semuanya gratis,” katanya.

Karena itu, keluarga yang memiliki anggota terpapar narkoba diminta tidak merasa malu ataupun takut mencari pertolongan.

Menurut Sulistyo, pengguna narkotika perlu mendapatkan penanganan dan rehabilitasi. Sementara sasaran utama penindakan hukum adalah bandar dan pengedar.

“Yang harus takut itu pengedar sama bandar,” tegasnya.

Lawan Narkoba Lewat Pupuh Sinom

Upaya pencegahan juga dilakukan BNNP Jawa Barat dengan menggunakan pendekatan budaya yang dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Salah satunya melalui seni tradisional Sunda, yakni pupuh Sinom.

Sulistyo menjelaskan, Sinom dipilih karena secara filosofi berkaitan erat dengan fase kehidupan anak muda. Sejak dahulu, pupuh tersebut digunakan sebagai media menyampaikan nasihat dan pepeling kepada generasi muda.

Melalui pendekatan budaya itu, pesan mengenai bahaya narkoba diharapkan lebih mudah diterima dan diingat oleh anak-anak serta remaja.

“Nasihatnya ini untuk anak muda, agar mereka memiliki daya tangkal, daya tahan dan pengetahuan bahwa narkoba ini berbahaya,” jelasnya.

Program tersebut kemudian dikembangkan melalui lomba ngawih yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Sulistyo menyebut sekitar 182 peserta yang terdiri dari seniman muda, remaja, pelajar dan seniman profesional terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap pesan antinarkoba tidak berhenti sebagai kampanye sesaat, tetapi menjadi nilai yang tertanam sejak dini.

Pesan Tegas untuk Anak Muda

Menutup perbincangan, Sulistyo mengingatkan generasi muda agar berani menolak setiap tawaran menggunakan narkoba.

Menurutnya, modus peredaran narkotika kerap dimulai dengan memberikan narkoba secara gratis. Setelah korban mulai ketagihan, pengedar kemudian membuat pengguna bergantung hingga terlilit utang.

Karena itu, ia meminta generasi muda tidak takut dicap tidak gaul atau pengecut ketika menolak narkoba.

“Tidak apa-apa kalau dianggap cemen. Yang penting sehat,” pesannya.

Sulistyo juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

Sebab, perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada BNN dan aparat penegak hukum. Keterlibatan keluarga, sekolah, lingkungan dan masyarakat menjadi kunci untuk memutus mata rantai peredaran narkotika sekaligus melindungi generasi muda Jawa Barat.

“Jaga diri dan keluarga kita dari ancaman para bandar narkoba. Hidup sehat lebih baik daripada setelah terjerumus, untuk keluarnya juga berat,” pungkasnya. (*)

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sah! DPRD Kota Bandung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2021

    Sah! DPRD Kota Bandung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2021

    • calendar_month Sabtu, 23 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – DPRD Kota Bandung menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021 menjadi Peraturan Daerah (Perda). Penandatanganan keputusan dan persetujuan bersama dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kota Bandung, Rabu, 20 Juli 2022. Rapat paripurna dengan agenda Pengambilan Keputusan terhadap Raperda Kota Bandung tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021 dihadiri […]

  • MOU KEMENPORA – PWI PUSAT

    MOU KEMENPORA – PWI PUSAT

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mbinews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memastikan kerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam mensosialisasikan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Memorandum of Understanding (MoU) akan diteken pada Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara. “Saya siap hadiri HPN di Kendari dan Siwo Pusat yang akan mensosialisasikan DBON […]

  • Gelar Bincang Jumat Bisnis bank bjb Bagikan Tips Laris Produk UMKM

    Gelar Bincang Jumat Bisnis bank bjb Bagikan Tips Laris Produk UMKM

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    BOGOR, MBInews.id – bank bjb kembali menggelar Bincang Jumat Bisnis pada Jumat (24/7/2020). Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PESAT) ini merupakan salah satu upaya bank bjb dalam mendorong pelaku usahamikro, kecil dan menengah (UMKM) agar senantiasa berdaya khusus di tengah situasipandemi COVID-19. Seperti agenda-agenda serupa yang telah dilakukan secara online sebelumnya, […]

  • Makin Mudah Dengan Formulir Online, UMKM Bisa Menjadi Binaan Pertamina

    Makin Mudah Dengan Formulir Online, UMKM Bisa Menjadi Binaan Pertamina

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    JAKARTA,Mbinews.id – Pelaku usaha kecil masih kebingungan mendapatkan modal dan mengembangkan usaha setelah melewati pandemi COVID-19? Segera bergabung menjadi Mitra Binaan PT Pertamina (Persero) dengan cara yang sangat mudah melalui aplikasi online.BUMN migas nasional tersebut turut aktif dalam memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan lemah, koperasi, dan masyarakat melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan […]

  • Komisi IV DPRD Jabar Minta Pemprov  Tindak Lanjut, PJU di Kabupaten Garut Jadi Perhatian Serius

    Komisi IV DPRD Jabar Minta Pemprov Tindak Lanjut, PJU di Kabupaten Garut Jadi Perhatian Serius

    • calendar_month Kamis, 7 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    KABUPATEN GARUT, Mbinews – Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat memberi catatan kepada UPTD PPP LLAJ Wilayah Pelayanan III Kabupaten Garut terkait Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sudah rusak atau tidak maksimal, hal tersebut bisa membahayakan keselamatan bagi pengguna jalan raya. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Tetep Abdulatip saat kegiatan […]

  • 90 Persen warga RW 19 Antapani Tengah mampu mengolah sampah

    90 Persen warga RW 19 Antapani Tengah mampu mengolah sampah

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Pengelolaan sampah di rumah menjadi kunci utama untuk meminimalisir timbunan sampah di TPS, Hal Telah dilaksanakan warga RW 19 Kelurahan Antapani Tengah Kecamatan Antapani Kota Bandung. Sebanyak 90 persen warga RW 19 telah mampu mengolah sampah. 00Di wilayah ini sudah memasifkan program Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan (Kang Pisman). Menurut Ketua RW 19 […]

expand_less