PWI Cup II Sukabumi: 446 Atlet Bertarung, Bibit Muda Jadi Sorotan
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 32 menit yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id – Sebanyak 446 atlet dari berbagai daerah ambil bagian dalam Turnamen Tenis Meja PWI Cup II Kota Sukabumi yang digelar di GOR Tenis Meja Rengganis, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jumat (4/9/2026).
Turnamen yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi tersebut tidak hanya menjadi arena persaingan para atlet untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga tenis meja sekaligus mempererat silaturahmi antara insan pers dengan pemerintah, masyarakat, komunitas olahraga, dunia usaha, dan para mitra PWI.
Ketua Panitia Turnamen Tenis Meja PWI Cup II Kota Sukabumi, Garis Nurbogarullah, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga tenis meja masih cukup kuat.
“Keikutsertaan 446 atlet menjadi bukti bahwa tenis meja masih memiliki basis peminat yang luas. Kami berharap turnamen ini tidak hanya melahirkan persaingan yang sehat, tetapi juga menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan potensi atlet, khususnya dari kalangan pelajar,” kata Garis.
Menurut Garis, para peserta berasal dari berbagai daerah dan mengikuti sejumlah kategori pertandingan. Di antaranya Divisi C, Divisi D, kategori ganda, serta kategori pelajar.
Kategori pelajar mendapat perhatian khusus dari panitia. Selain memberikan pengalaman bertanding, kehadiran kelompok usia muda diharapkan menjadi langkah awal dalam menjaring bibit potensial yang dapat dikembangkan melalui pembinaan secara berkelanjutan.
“Kategori pelajar menjadi salah satu perhatian kami karena pembinaan atlet harus dimulai sejak usia dini. Melalui kompetisi seperti ini, atlet muda bisa mendapatkan pengalaman sekaligus mengukur kemampuan mereka di tengah persaingan,” ujarnya.
Ketua PWI Kota Sukabumi, Ikbal Zailani, menegaskan penyelenggaraan kegiatan olahraga oleh PWI tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian prestasi. Menurutnya, olahraga juga memiliki peran penting dalam membangun kebersamaan dan menjaga kebugaran insan pers.
“Olahraga merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan aktivitas intelektual. Karena itu, kegiatan seperti tenis meja, futsal, dan olahraga lainnya kami dorong sebagai sarana membangun kebersamaan sekaligus menjaga kesehatan,” ujar Ikbal.
Ia menambahkan, PWI Kota Sukabumi akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, nilai silaturahmi dan persaudaraan tetap menjadi salah satu tujuan utama dari kegiatan tersebut.
“Kami tentu berharap dukungan dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan seluruh mitra terus terjaga. Namun, yang paling penting adalah bagaimana setiap kegiatan dapat memperkuat silaturahmi, membangun persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dukungan terhadap turnamen tersebut turut disampaikan Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Akhmad Ginanjar.
Ia menilai Turnamen PWI Cup II memiliki nilai positif bagi perkembangan olahraga tenis meja di Kota Sukabumi, terlebih karena melibatkan atlet dari berbagai daerah dan membuka ruang kompetisi bagi kelompok pelajar.
“Turnamen ini menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap tenis meja sekaligus memperkuat proses pembinaan atlet. Dengan kompetisi yang rutin dan terarah, kami berharap semakin banyak atlet potensial yang dapat berkembang dan berprestasi,” kata Akhmad.
Menurutnya, kompetisi tidak hanya berbicara mengenai kemenangan dan perolehan gelar juara. Nilai sportivitas, disiplin, serta pengalaman bertanding juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan atlet.
Karena itu, Turnamen Tenis Meja PWI Cup II diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ekosistem tenis meja di Kota Sukabumi, sekaligus menjadi agenda olahraga yang mampu mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat kompetisi dan persaudaraan.
Garis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen, mulai dari Pemerintah Kota Sukabumi, sponsor dan donatur, komunitas tenis meja, peserta, wasit, perangkat pertandingan, hingga seluruh mitra yang terlibat.
“Keberhasilan turnamen ini merupakan hasil kerja bersama. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, sehingga pertandingan dapat berjalan dan diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah,” pungkasnya.ardan/mbi
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar