Pemkot Sukabumi Terima Bantuan 977 Paket OAT Anak dari PT Indofarma
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menerima bantuan sebanyak 977 paket Obat Anti Tuberkulosis (OAT) anak dari PT Indofarma (Persero) Tbk. Penyerahan bantuan yang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Indofarma Hadir untuk Penanggulangan TB Anak” ini, berlangsung di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Senin (21/9/2026).
Langkah kolaboratif ini dilakukan sebagai upaya akselerasi penanganan kasus Tuberkulosis (TBC) anak, sekaligus mendukung program eliminasi TBC di wilayah Kota Sukabumi. Penyerahan bantuan disaksikan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, bersama jajaran Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan Tim Kerja TB Provinsi Jawa Barat.
Direktur PT Indofarma (Persero) Tbk, Sahat Sihombing, menyatakan, penanganan TBC bukan hanya monopoli tenaga kesehatan, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa, termasuk dunia usaha.
“Melalui kegiatan Indofarma Hadir untuk Pencegahan dan Penanggulangan TB, kami menyerahkan 977 paket OAT anak. Ketersediaan obat ini diharapkan dapat langsung menjangkau anak-anak yang membutuhkan. Ini wujud nyata komitmen Indofarma dalam mendukung derajat kesehatan masyarakat sekaligus apresiasi atas sinergi yang terjalin baik dengan Pemkot Sukabumi,”ujar Sahat.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyambut baik intervensi medis dari BUMN farmasi tersebut. Pihaknya menegaskan, penanganan TBC menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam mengentaskan masalah kerentanan sosial dan kesehatan.
“Fokus kami di Kota Sukabumi adalah menyelesaikan penyakit sosial, salah satunya TBC. Kehadiran Indofarma sangat tepat waktu. Kami berkomitmen menangani masalah kerentanan seperti TBC, stunting, hingga kemiskinan secara konsisten agar Sukabumi bisa benar-benar terbebas dari TBC,”ungkap Ayep.
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini, Pemkot Sukabumi akan memformulasikan langkah preventif dan deteksi dini secara masif di sektor pendidikan serta tenaga kerja.
“Pemkot akan menggelar pemeriksaan khusus menyasar peserta didik mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Selain itu, berdasarkan data pemeriksaan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), masih ditemukan kasus TBC di bawah 5 persen. Mereka harus kita obati hingga sembuh terlebih dahulu sebelum berangkat,”pungkas Ayep.
Acara penyerahan 977 paket OAT anak tersebut diakhiri dengan penandatanganan berkas kerja sama antara PT Indofarma dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. Distribusi paket obat akan segera dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan daerah agar dapat dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar