Wali Kota Dorong Transformasi Pelayanan Publik Lewat Pasutri Three in One
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI, Mbinews.id – Pasangan pengantin di Kota Sukabumi kini berpeluang memperoleh tiga dokumen administrasi kependudukan dalam satu rangkaian pelayanan. Kemudahan tersebut dihadirkan melalui peluncuran Program Pasutri Three in One yang mengintegrasikan layanan Kantor Urusan Agama (KUA) dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi, Senin (26/10/2026).
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menghadiri peluncuran program yang berlangsung di KUA Kecamatan Cikole tersebut. Program ini menjadi langkah kolaboratif antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kota Sukabumi untuk memangkas tahapan pengurusan dokumen pernikahan sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Melalui layanan terpadu tersebut, pasangan pengantin dapat memperoleh buku nikah, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan data yang telah diperbarui, serta Kartu Keluarga (KK) yang disesuaikan dengan status perkawinan. Integrasi layanan ini diharapkan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk mendatangi kantor pelayanan berbeda guna menyelesaikan administrasi setelah menikah.
Dalam sambutannya, Ayep menegaskan, sinergi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih sederhana dan mudah diakses masyarakat. Menurutnya, integrasi pelayanan administrasi pernikahan merupakan upaya pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi pasangan yang baru membangun rumah tangga.
“Melalui Program Pasutri Three in One, kami mendorong pelayanan administrasi yang lebih praktis, cepat, dan efisien. Masyarakat diharapkan tidak perlu lagi melalui proses pengurusan dokumen secara terpisah apabila layanan tersebut dapat diintegrasikan,”ujar Ayep dalam kegiatan tersebut.
Peluncuran program di Kecamatan Cikole menjadi tahap awal penerapan layanan terpadu tersebut di Kota Sukabumi. Pemerintah daerah berharap kolaborasi dengan Kementerian Agama dapat terus diperkuat sehingga manfaat program semakin dirasakan masyarakat.
Keterlibatan sejumlah perangkat daerah dan unsur Kementerian Agama tersebut, mencerminkan pentingnya koordinasi dalam penyelenggaraan pelayanan administrasi yang saling terhubung. Melalui kerja sama ini, pembaruan data kependudukan pasangan pengantin diharapkan dapat berjalan lebih efektif seiring dengan proses pencatatan pernikahan.
Bagi masyarakat, integrasi layanan tersebut berpotensi menghemat waktu dan tenaga karena dokumen yang berkaitan dengan perubahan status perkawinan dapat diproses melalui koordinasi antarlembaga. Di sisi pemerintah, skema pelayanan terpadu diharapkan meningkatkan efisiensi proses administrasi sekaligus memperbaiki kualitas layanan kepada warga.
Ayep juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan pernikahan melalui KUA. Ia menekankan, pentingnya mengikuti prosedur resmi agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai persyaratan, mekanisme pelayanan, serta biaya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pihaknya berharap, program Pasutri Three in One dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menyederhanakan birokrasi dan memperkuat pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Dengan integrasi layanan pencatatan pernikahan dan administrasi kependudukan, pemerintah daerah berupaya memastikan, ika perubahan status perkawinan dapat diikuti dengan pembaruan dokumen secara lebih mudah, tertib, dan efisien,”punkasnya.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar