Bappeda Kota Sukabumi Salurkan Program Genting, Perkuat Intervensi Gizi untuk Cegah Stunting
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 50
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, terus memperkuat langkah pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui intervensi pemenuhan gizi bagi keluarga berisiko. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni melalui penyaluran Program Gerakan Nutrisi Telur untuk Keluarga Berisiko Stunting (Genting) yang diinisiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi.
Program tersebut diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting. Dukungan asupan gizi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan keluarga sekaligus mendukung tumbuh kembang anggota keluarga secara optimal.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pengembangan Masyarakat (P2M) Bappeda Kota Sukabumi, Nenden Eviyanti, mengatakan, penyaluran Program Genting merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat intervensi langsung kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
“Pemenuhan kebutuhan gizi merupakan salah satu aspek penting dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Melalui Program Genting, kami ingin memastikan keluarga berisiko mendapatkan dukungan nutrisi yang dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan mendukung tumbuh kembang keluarga,”ujar Nenden. (3/11/2026).
Menurut dia, penanganan stunting tidak dapat dilakukan melalui langkah sesaat, melainkan membutuhkan intervensi yang terencana, terarah, dan berkesinambungan. Oleh karena itu, program pemenuhan nutrisi perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh keluarga sasaran.
Selain intervensi gizi, Nenden menilai koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program penurunan stunting. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar pelaksanaan program berjalan efektif dan sesuai dengan target pembangunan kesehatan.
Dia menambahkan, upaya penurunan stunting juga harus dipandang sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang. Pasalnya, pemenuhan kebutuhan gizi sejak dini berperan penting dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.
“Penguatan sinergi lintas sektor diharapkan mampu memperluas jangkauan dukungan bagi keluarga berisiko stunting. Dengan demikian, upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak berkelanjutan bagi pembangunan sumber daya manusia,” jelasnya.
Nenden berharap, penyaluran Program Genting tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga penerima manfaat, tetapi juga mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat upaya pencegahan stunting di Kota Sukabumi.
“Melalui program ini, kami berharap dukungan pemenuhan gizi bagi keluarga berisiko semakin meningkat. Kami juga mendorong agar sinergi lintas sektor terus diperkuat sehingga dapat mewujudkan generasi Kota Sukabumi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,”pungkas Nenden.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur



Saat ini belum ada komentar