Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Cibaduyut Bangun Fondasi Smart IKM, Menjaga Warisan Sekaligus Menjemput Masa Depan

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • visibility 414
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG,Mbinews  – Sentra industri alas kaki legendaris Cibaduyut tengah bersiap menghadapi tantangan era digital dan persaingan global melalui pendekatan ilmiah berbasis riset. Langkah tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Formulasi Model Kesiapan Smart Industri Kecil Menengah Melalui Craftsmanship Skills Index dan Komitmen Manajerial untuk Penguatan UMKM Sepatu Tradisional” yang digelar di Bandung, Rabu (24/6/2026).

Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Formulasi Model Kesiapan Smart Industri Kecil Menengah Melalui Craftsmanship Skills Index dan Komitmen Manajerial untuk Penguatan UMKM Sepatu Tradisional” yang digelar di Bandung, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Hibah Kemendiktisaintek 2026 itu menjadi forum penting untuk merumuskan peta jalan transformasi industri alas kaki tradisional menuju Smart IKM tanpa menghilangkan nilai-nilai keterampilan tangan yang menjadi ciri khas pengrajin Indonesia.

Ketua Peneliti, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P., menegaskan bahwa penelitian ini lahir dari keinginan untuk mendokumentasikan sekaligus memperkuat kompetensi para pengrajin yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung industri sepatu nasional.

“Kami datang bukan untuk menguji. Kami justru ingin belajar dari para empu dan pelaku usaha yang selama ini hidup dari industri sepatu. Pengalaman mereka adalah sumber ilmu yang sangat berharga,” ujar Nurhaeni.

Industri yang Menghidupi Ribuan Keluarga

Diskusi berlangsung hangat ketika para pengrajin menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Mulai dari tingginya harga bahan baku, persaingan dengan produk impor, hingga tantangan regenerasi tenaga kerja terampil.

Tokoh masyarakat sekaligus pengrajin senior, Gun Gun Ruhiyadi, menyampaikan kalimat sederhana yang menggambarkan betapa pentingnya industri alas kaki bagi kehidupan masyarakat.

“Saya hidup dari sepatu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mewakili ribuan pelaku UMKM yang menggantungkan mata pencaharian pada industri alas kaki, tidak hanya di Cibaduyut tetapi juga di berbagai sentra produksi lainnya di Jawa Barat.

Menurut Gun Gun, keberlangsungan industri sepatu tradisional harus menjadi perhatian bersama. Pengrajin membutuhkan dukungan nyata berupa pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga akses pasar yang lebih luas agar mampu bertahan menghadapi perubahan zaman.

Ancaman Nyata di Tengah Persaingan Global

Perwakilan IKM, Ikin Sodikin, mengingatkan bahwa nama besar Cibaduyut tidak boleh membuat para pelaku usaha terlena.

Menurutnya, tantangan industri saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa dekade lalu. Ketergantungan terhadap bahan baku impor dan membanjirnya produk luar negeri menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan usaha para pengrajin lokal.

“Cibaduyut memiliki sejarah panjang dan reputasi yang kuat. Tetapi kalau tidak berinovasi dan meningkatkan kualitas, kita bisa tertinggal,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ikin menyampaikan pesan yang langsung menyita perhatian peserta FGD.

“Jangan sampai Sepatu Cibaduyut tinggal nama saja, seperti dinosaurus,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa eksistensi industri sepatu tradisional harus terus dijaga melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Menyusun Standar Kompetensi Pengrajin

Salah satu fokus utama penelitian ini adalah penyusunan Craftsmanship Skills Index (CSI) atau Indeks Keterampilan Kriya yang akan menjadi instrumen untuk mengukur sekaligus memperkuat kompetensi pengrajin sepatu.

Tim peneliti memvalidasi delapan kompetensi utama yang mencakup seluruh proses produksi, mulai dari desain pola, pemilihan material, konstruksi dan penjahitan upper, lasting, pemasangan sol tradisional, finishing, pengendalian kualitas, hingga transfer pengetahuan kepada generasi penerus.

Selain keterampilan produksi, aspek digitalisasi juga menjadi perhatian utama. Pengrajin didorong untuk mulai memanfaatkan teknologi dan platform digital dalam operasional usaha maupun pemasaran produk.

Melalui pendekatan tersebut, Smart IKM diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.

Harapan Besar untuk Masa Depan Cibaduyut

Dari hasil diskusi, para peserta menyepakati sejumlah rekomendasi penting untuk mendukung keberlanjutan industri alas kaki tradisional.

Salah satunya adalah perlunya program pelatihan yang lebih aplikatif dan berkelanjutan, sehingga pengrajin dapat langsung menerapkan materi yang diperoleh dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Selain itu, para pelaku usaha berharap adanya program subsidi bahan baku guna menekan biaya produksi yang terus meningkat. Dukungan pemasaran dan pendampingan usaha juga dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar UMKM alas kaki mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, praktisi, dan pengrajin, sentra alas kaki Cibaduyut kini berupaya menata masa depannya. Bukan sekadar mempertahankan warisan industri yang telah melegenda, tetapi juga membangun fondasi baru agar sepatu tradisional Indonesia tetap relevan, kompetitif, dan menjadi sumber penghidupan bagi generasi mendatang.

Dengan semangat transformasi menuju Smart IKM, harapan besar pun tumbuh: Cibaduyut tidak hanya dikenang sebagai sejarah kejayaan masa lalu, melainkan terus melangkah sebagai sentra industri alas kaki yang hidup, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hanya di Kota Bandung, Kulit Ceker Ayam Jadi Sepatu

    Hanya di Kota Bandung, Kulit Ceker Ayam Jadi Sepatu

    • calendar_month Sabtu, 1 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Kota Bandung memang telah diakui sebagai kota kreatif. Beragam kreativitas muncul dari warganya. Termasuk soal bahan dasar kulit. Hampir semua orang telah mengenal sepatu kulit yang berasal dari kulit buaya, biawak, atau kulit ular. Namun dengan kreativitas di Kota Bandung ada sepatu kulit yang berasal dari ceker ayam, produk dari sepatu ini […]

  • Mantap, 90 Persen Warga Kota Bandung Taat Bayar Pajak

    Mantap, 90 Persen Warga Kota Bandung Taat Bayar Pajak

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Warga Kota Bandung menjadi warga paling taat membayar pajak di wilayah Jawa Barat. Sekitar 90 persen warga Kota Bandung, taat menunaikan kewajibannya. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung II Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, Ade Sukalsah saat bersilaturahmi ke Balai Kota Bandung, Senin, 11 April 2022. “Rata-rata […]

  • Gedung Ex Bioskop Kota Cimahi Harus Dikelola Dengan Baik

    Gedung Ex Bioskop Kota Cimahi Harus Dikelola Dengan Baik

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    CIMAHI, MBInews.id – Untuk mengoptimalkan pendapatan aset milik BUMD yang dikelola oleh PT. Jawista Jabar, gedung bekas bioskop yang berada di Kota Cimahi ditinjau langsung oleh Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Deden Galih mengatakan, seluruh aset milik BUMD di Jawa Barat harus berpotensi untuk menambah Pendapatan Asli […]

  • Ini Strategi Pemkot Bandung Perluas Edukasi Mitigasi Bencana

    Ini Strategi Pemkot Bandung Perluas Edukasi Mitigasi Bencana

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggandeng komunitas relawan dan para pakar yang tergabung di Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) untuk mengedukasi masyarakat. Yakni perihal mitigasi kebencanaan. Wali Kota Bandung, Oded M. Danial berharap, kehadiran FPRB mampu memperluas jangkauan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Sehingga kesadaran masyarakat terhadap potensi […]

  • Bappeda Perkuat Inovasi OPD, Kota Sukabumi Bidik Hasil Lebih Baik di IGA 2026

    Bappeda Perkuat Inovasi OPD, Kota Sukabumi Bidik Hasil Lebih Baik di IGA 2026

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 898
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, mulai mematangkan persiapan menghadapi penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 dengan memperkuat kualitas inovasi di seluruh perangkat daerah. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), pemerintah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Inovasi Daerah yang diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, hingga satuan pendidikan se-Kota Sukabumi. Langkah tersebut ditempuh […]

  • Sebagai Lumbung Padi Nasional, Irigasi Situ Rawa Kalong Bisa Realisasikan Pemprov Jabar

    Sebagai Lumbung Padi Nasional, Irigasi Situ Rawa Kalong Bisa Realisasikan Pemprov Jabar

    • calendar_month Selasa, 25 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    KOTA BOGOR, MBInews.id – Pekerjaan di Situ Rawa Kalong yang mendapatkan anggaran sebesar 20,5 Milyar pada tahun 2021 diharapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak menurunkan kembali anggarannya seperti tahun sebelumnya yang mendaptkan 4,5 Milyar. Anggota Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady mengatakan selain pekerjaan tersebut, ada juga proyek lain yaitu daerah irigasi Cihoe – Cikompeni […]

expand_less