Breaking News
Trending Tags

Cibaduyut Bangun Fondasi Smart IKM, Menjaga Warisan Sekaligus Menjemput Masa Depan

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • visibility 405
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG,Mbinews  – Sentra industri alas kaki legendaris Cibaduyut tengah bersiap menghadapi tantangan era digital dan persaingan global melalui pendekatan ilmiah berbasis riset. Langkah tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Formulasi Model Kesiapan Smart Industri Kecil Menengah Melalui Craftsmanship Skills Index dan Komitmen Manajerial untuk Penguatan UMKM Sepatu Tradisional” yang digelar di Bandung, Rabu (24/6/2026).

Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Formulasi Model Kesiapan Smart Industri Kecil Menengah Melalui Craftsmanship Skills Index dan Komitmen Manajerial untuk Penguatan UMKM Sepatu Tradisional” yang digelar di Bandung, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Hibah Kemendiktisaintek 2026 itu menjadi forum penting untuk merumuskan peta jalan transformasi industri alas kaki tradisional menuju Smart IKM tanpa menghilangkan nilai-nilai keterampilan tangan yang menjadi ciri khas pengrajin Indonesia.

Ketua Peneliti, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P., menegaskan bahwa penelitian ini lahir dari keinginan untuk mendokumentasikan sekaligus memperkuat kompetensi para pengrajin yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung industri sepatu nasional.

“Kami datang bukan untuk menguji. Kami justru ingin belajar dari para empu dan pelaku usaha yang selama ini hidup dari industri sepatu. Pengalaman mereka adalah sumber ilmu yang sangat berharga,” ujar Nurhaeni.

Industri yang Menghidupi Ribuan Keluarga

Diskusi berlangsung hangat ketika para pengrajin menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Mulai dari tingginya harga bahan baku, persaingan dengan produk impor, hingga tantangan regenerasi tenaga kerja terampil.

Tokoh masyarakat sekaligus pengrajin senior, Gun Gun Ruhiyadi, menyampaikan kalimat sederhana yang menggambarkan betapa pentingnya industri alas kaki bagi kehidupan masyarakat.

“Saya hidup dari sepatu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mewakili ribuan pelaku UMKM yang menggantungkan mata pencaharian pada industri alas kaki, tidak hanya di Cibaduyut tetapi juga di berbagai sentra produksi lainnya di Jawa Barat.

Menurut Gun Gun, keberlangsungan industri sepatu tradisional harus menjadi perhatian bersama. Pengrajin membutuhkan dukungan nyata berupa pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga akses pasar yang lebih luas agar mampu bertahan menghadapi perubahan zaman.

Ancaman Nyata di Tengah Persaingan Global

Perwakilan IKM, Ikin Sodikin, mengingatkan bahwa nama besar Cibaduyut tidak boleh membuat para pelaku usaha terlena.

Menurutnya, tantangan industri saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa dekade lalu. Ketergantungan terhadap bahan baku impor dan membanjirnya produk luar negeri menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan usaha para pengrajin lokal.

“Cibaduyut memiliki sejarah panjang dan reputasi yang kuat. Tetapi kalau tidak berinovasi dan meningkatkan kualitas, kita bisa tertinggal,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ikin menyampaikan pesan yang langsung menyita perhatian peserta FGD.

“Jangan sampai Sepatu Cibaduyut tinggal nama saja, seperti dinosaurus,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa eksistensi industri sepatu tradisional harus terus dijaga melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Menyusun Standar Kompetensi Pengrajin

Salah satu fokus utama penelitian ini adalah penyusunan Craftsmanship Skills Index (CSI) atau Indeks Keterampilan Kriya yang akan menjadi instrumen untuk mengukur sekaligus memperkuat kompetensi pengrajin sepatu.

Tim peneliti memvalidasi delapan kompetensi utama yang mencakup seluruh proses produksi, mulai dari desain pola, pemilihan material, konstruksi dan penjahitan upper, lasting, pemasangan sol tradisional, finishing, pengendalian kualitas, hingga transfer pengetahuan kepada generasi penerus.

Selain keterampilan produksi, aspek digitalisasi juga menjadi perhatian utama. Pengrajin didorong untuk mulai memanfaatkan teknologi dan platform digital dalam operasional usaha maupun pemasaran produk.

Melalui pendekatan tersebut, Smart IKM diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.

Harapan Besar untuk Masa Depan Cibaduyut

Dari hasil diskusi, para peserta menyepakati sejumlah rekomendasi penting untuk mendukung keberlanjutan industri alas kaki tradisional.

Salah satunya adalah perlunya program pelatihan yang lebih aplikatif dan berkelanjutan, sehingga pengrajin dapat langsung menerapkan materi yang diperoleh dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Selain itu, para pelaku usaha berharap adanya program subsidi bahan baku guna menekan biaya produksi yang terus meningkat. Dukungan pemasaran dan pendampingan usaha juga dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar UMKM alas kaki mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, praktisi, dan pengrajin, sentra alas kaki Cibaduyut kini berupaya menata masa depannya. Bukan sekadar mempertahankan warisan industri yang telah melegenda, tetapi juga membangun fondasi baru agar sepatu tradisional Indonesia tetap relevan, kompetitif, dan menjadi sumber penghidupan bagi generasi mendatang.

Dengan semangat transformasi menuju Smart IKM, harapan besar pun tumbuh: Cibaduyut tidak hanya dikenang sebagai sejarah kejayaan masa lalu, melainkan terus melangkah sebagai sentra industri alas kaki yang hidup, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat koridor,  Penumpang TMB Perlahan Mengalami kenaikan

    Empat koridor, Penumpang TMB Perlahan Mengalami kenaikan

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Trans Metro Bandung (TMB) kian hari semakin diminati oleh masyarakat sebagai pilihan dalam beraktivitas. Hal itu terbukti dengan peningkatan jumlah penumpang. Menurut data BLUD UPT Angkutan Dinas Pehubungan (Dishub) Kota Bandung, hingga Oktober 2019 ini jumlah rata-rata penumpang di empat koridor TMB perlahan mengalami kenaikan. Grafik setiap koridor pun terus menunjukan tren […]

  • Komisi C Terima Aspirasi Soal Keluhan Dampak Pembangunan KCIC

    Komisi C Terima Aspirasi Soal Keluhan Dampak Pembangunan KCIC

    • calendar_month Minggu, 2 Jul 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Komisi C DPRD Kota Bandung melakukan rapat kerja membahas aspirasi dari warga terkait pemanfaatan lahan, penanganan banjir Cibaduyut, dan PSU di sekitar wilayah terdampak pembangunan KCIC, di Ruang Rapat Bamus DPRD Kota Bandung, Rabu, (21/6/2023). Rapat tersebut digelar bersama Dinas SDA & BM, DPKP, Camat Bandung Kulon, Camat Bandung Kidul, Camat Bojongloa […]

  • PWI Kencam Intimidasi Dan Ancaman Pembunuhan Terhadap Wartawan Detik.com

    PWI Kencam Intimidasi Dan Ancaman Pembunuhan Terhadap Wartawan Detik.com

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – ketua umum Persatuan Wartawan Indonesia, Atal S Depari mengimbau masyarakat agar sengketa pemberitaan dengan media massa dapat diselesaikan berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers untuk memperoleh hak jawab dan koreksi. Bukan hanya itu, Dewan Pers juga bisa mencarikan solusi melalui mediasi. Dengan kata lain, Dewan Pers berhak memberikan penilaian atas […]

  • Terkait BBGRM, Lurah Kebon Gedang Buka Gerakan Pungut  Sampah

    Terkait BBGRM, Lurah Kebon Gedang Buka Gerakan Pungut Sampah

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Gedang BANDUNG, MBInews.id – Kegiatan BBGRM LPM Kelurahan Kebon Gedang Batununggal Kota Bandung tersebut dilaksanakan di Kantor Kelurahan Kebon Gedang jalan Wulan 5 Bandung, senin, (28/10/19). Acara ini dihadiri sejumlah pihak terkait Camat Batununggal; Drs.  Tarya, DPD LPM; Wahyu Hidayat, DPC LPM; Ir. Edang, Lurah Kebon Gedang; Deni Sirajudin, Ketua LPM Kelurahan Kebon Gedang; Martopo […]

  • AKBP Sumarni Dianugerahi Pejuang Perempuan Kekuatan Indonesia

    AKBP Sumarni Dianugerahi Pejuang Perempuan Kekuatan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni menerima piagam penghargaan dari DPD KNPI Jawa Barat sebagai Pejuang Perempuan. Pasalnya AKBP Sunarni merupakan sosok perempuan yang aktif dalam melakukan imbauan protokol kesehatan upaya menekan penyebaran covid-19 dan dianggap berhasil menggerakkan ekonomi masyarakat melalui Rumah Kreatif Milenialnya. Sumarni menerima penghargaan tersebut langsung dari Ketua DPD KNPI […]

  • Harganas, Pemkot Bandung Optimalkan 8 Fungsi Keluarga

    Harganas, Pemkot Bandung Optimalkan 8 Fungsi Keluarga

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    BANDUNG, BEDAnews – Sebagai satuan terkecil di masyarakat, keluarga memiliki peran penting dalam pembangunan. Keluarga yang kuat bisa menyokong pembangunan nasional. Itulah sebabnya, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera menekankan pentingnya pembinaan keluarga. Regulasi itu diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga […]

expand_less