Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pancasila sebagai Kompas Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Oleh: Susanto Triyogo Adiputro, Anggota DPRD Kota Bandung

Di tengah derasnya arus globalisasi, percepatan revolusi teknologi, dan perubahan sosial yang kian cepat, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Namun, peringatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremonial tahunan semata.

Lebih dari itu, momentum ini seharusnya menjadi refleksi mendalam: masihkah Pancasila benar-benar menjadi kompas moral dan arah perjalanan bangsa, khususnya bagi generasi muda yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan?

Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika Indonesia tengah berada pada puncak bonus demografi, dengan lebih dari 64 persen penduduk berada di usia produktif. Ini adalah peluang historis yang tidak dimiliki banyak negara. Namun sejarah juga membuktikan, besarnya jumlah penduduk usia produktif tidak otomatis melahirkan kemajuan, jika tidak disertai arah pembangunan yang jelas dan kualitas kepemimpinan yang kuat.

Dalam konteks inilah Pancasila hadir bukan sekadar sebagai warisan sejarah, melainkan sebagai kompas peradaban bangsa. Ia menjadi penuntun agar kemajuan ekonomi tidak mengabaikan kemanusiaan, demokrasi tidak kehilangan nilai kebijaksanaan, dan pembangunan tetap berpihak pada keadilan sosial.

Namun tantangan generasi muda hari ini jauh lebih kompleks dibanding generasi pendiri bangsa. Jika dahulu ancaman utama adalah penjajahan fisik, maka kini ancaman hadir dalam bentuk krisis identitas, polarisasi sosial, budaya instan, banjir informasi palsu, hingga melemahnya semangat gotong royong. Ruang digital yang seharusnya memperkuat persatuan, sering kali justru menjadi arena perpecahan.

Karena itu, membaca kembali Pancasila menjadi sebuah keharusan, bukan pilihan.

Pancasila tidak cukup dipahami sebagai dokumen politik, tetapi harus dihidupkan sebagai panduan etika dan arah peradaban. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menegaskan pentingnya moralitas dalam kehidupan publik. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menuntut pembangunan yang berorientasi pada martabat manusia. Sila Persatuan Indonesia menjadi fondasi dalam menjaga kebhinekaan. Sila Kerakyatan mengarahkan demokrasi yang berkeadaban. Sementara Sila Keadilan Sosial menjadi tujuan akhir dari seluruh proses pembangunan bangsa.

Dalam dinamika politik dan sosial saat ini, setidaknya terdapat tiga tantangan besar bangsa Indonesia: menjaga identitas nasional di tengah arus globalisasi, memperkuat demokrasi agar tidak berhenti pada prosedur elektoral, serta mewujudkan keadilan sosial yang benar-benar dirasakan seluruh rakyat.

Ketiganya pada hakikatnya adalah pengejawantahan nilai-nilai Pancasila yang harus terus diperjuangkan.

Momentum ini menjadi semakin penting karena Indonesia sedang melangkah menuju dua tonggak sejarah besar: 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028 dan Indonesia Emas 2045.

Jika pada 1928 para pemuda mampu melampaui sekat kedaerahan demi satu Indonesia, maka hari ini semangat itu harus hadir kembali dalam bentuk baru. Kini medan perjuangan tidak hanya di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital yang membentuk cara berpikir dan cara hidup generasi muda.

Media sosial tidak lagi sekadar ruang ekspresi, melainkan juga ruang kebangsaan. Setiap unggahan, komentar, dan interaksi digital memiliki kontribusi terhadap kualitas persatuan bangsa.

Untuk menghadapi masa depan, generasi muda Indonesia dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter. Setidaknya ada empat modal utama yang harus dibangun: intelektualitas, integritas, kapasitas sosial, dan jiwa kepemimpinan.

Ke depan, tantangan bangsa tidak akan semakin ringan. Korupsi, oligarki ekonomi, polarisasi politik, disinformasi digital, hingga krisis iklim menjadi persoalan nyata yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda. Kaum muda tidak cukup hanya menjadi penonton atau pengkritik, tetapi harus hadir sebagai pelaku perubahan melalui politik, gerakan sosial, dan kerja-kerja kebudayaan.

Pancasila telah memberikan arah. Sumpah Pemuda telah memberi teladan. Kini, giliran generasi muda Indonesia mengambil peran sejarahnya.

Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti pada slogan dan seremoni. Ia harus menjadi momentum kebangkitan kesadaran bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas generasi yang mengisinya.

Dua tahun menuju satu abad Sumpah Pemuda, dan kurang dari dua dekade menuju Indonesia Emas 2045, sejarah sedang bergerak cepat. Waktu tidak menunggu.

Pancasila harus tetap menjadi kompas bangsa—agar Indonesia tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga bermartabat, berkeadilan, dan berkepribadian luhur.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rutilahu Milik Sari yang tidak diperhatikan Oleh Kota Bandung,  Masyarakat Pertanyakan Kinerja Aparat Kewilayahan

    Rutilahu Milik Sari yang tidak diperhatikan Oleh Kota Bandung, Masyarakat Pertanyakan Kinerja Aparat Kewilayahan

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengaku pihaknya baru menerima informasi dari masyarakat terkait adanya rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Sari yang posisinya tak jauh dari kantornya (Pemkot Bandung). Atas informasi tersebut ia beserta jajaran langsung melakukan pengecekan ke lapangan Jalan Linggawastu Dalam No. 206. Ia pun menyatakan merasa turut prihatin atas […]

  • PPKM 3 Bandung Raya, Ketua DPRD: Tekan Omicron Dengan Upaya Bersama

    PPKM 3 Bandung Raya, Ketua DPRD: Tekan Omicron Dengan Upaya Bersama

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id  – Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT., M.M., meminta semua pihak untuk bekerjasama agar angka warga yang terpapar Covid-19 terus ditekan. Hal ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung yang menunjukkan akhir-akhir ini angka Covid-19 mengalami kenaikan cukup signifikan. Untuk itu, Tedy meminta semua pihak untuk sama-sama melaksakanan perwal terbaru […]

  • Antisipasi Bencana Banjir, Anggota Polsek Citamiang Turun Susuri Sungai

    Antisipasi Bencana Banjir, Anggota Polsek Citamiang Turun Susuri Sungai

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Cegah bencana banjir, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Citamiang mengikuti kegiatan bersih-bersih bersama warga, Selasa (26/07). Kegiatan tersebut berlangsung di sekitar sungai Cikondang di Kampung Begeg RT. 01/01 Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi. Anggota Polsek Citamiang Polres Sukabumi Kota Aipda A. Dicky Fuzzi Setiawan bersama-sama dengan warga Cikondang Citamiang Sukabumi punguti sampah di […]

  • DPRD Kota Bandung: Teruskan Semangat Bela Negara dengan Penuh Tanggung Jawab

    DPRD Kota Bandung: Teruskan Semangat Bela Negara dengan Penuh Tanggung Jawab

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung, Toni Wijaya S.E., S.H., dan Anggota DPRD Kota Bandung, Asep Robin S.H., M.H., menghadiri Upacara Peringatan Hari Bela Negara Tingkat Kota Bandung, di Plaza Balai Kota Bandung, Kamis (19/12/2024). Pada tahun 2024, momentum Peringatan Ke-76 Hari Bela Negara memiliki tema “Gelorakan Bela Negara Untuk Indonesia Maju”. Tema […]

  • Pansus V DPRD Jawa Barat: Pemerintah Harus Fasilitasi Kebutuhan Petani Organik

    Pansus V DPRD Jawa Barat: Pemerintah Harus Fasilitasi Kebutuhan Petani Organik

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Kabupaten Sumedang, Mbinews.id — Panitia Khusus (Pansus) V DPRD Provinsi Jawa Barat menilai peran serta pemerintah dalam memfasilitasi keluhan para petani khususnya petani organik sangat penting. Terlebih saat ini Pansus V tengah berfokus dalam menggali informasi dan data dilapangan berkaitan dengan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelanggaran Pertanian Organik di Daerah Provinsi Jawa Barat. Ketua […]

  • Jaga Stabilitas Harga, Forkopimda Kota Sukabumi Sidak Bapokting

    Jaga Stabilitas Harga, Forkopimda Kota Sukabumi Sidak Bapokting

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi, melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional yang ada di Kota Sukabumi. Dalam kegiatan tersebut, unsur Forkopimda Kota Sukabumi mengunjungi beberapa kios pedagang yang ada di Pasar Pelita Sukabumi, Sabtu (11/02). Dalam Keterangannya, Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami mengatakan, kegiatan yang berlangsung kali ini, […]

expand_less