Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pancasila sebagai Kompas Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Oleh: Susanto Triyogo Adiputro, Anggota DPRD Kota Bandung

Di tengah derasnya arus globalisasi, percepatan revolusi teknologi, dan perubahan sosial yang kian cepat, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Namun, peringatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremonial tahunan semata.

Lebih dari itu, momentum ini seharusnya menjadi refleksi mendalam: masihkah Pancasila benar-benar menjadi kompas moral dan arah perjalanan bangsa, khususnya bagi generasi muda yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan?

Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika Indonesia tengah berada pada puncak bonus demografi, dengan lebih dari 64 persen penduduk berada di usia produktif. Ini adalah peluang historis yang tidak dimiliki banyak negara. Namun sejarah juga membuktikan, besarnya jumlah penduduk usia produktif tidak otomatis melahirkan kemajuan, jika tidak disertai arah pembangunan yang jelas dan kualitas kepemimpinan yang kuat.

Dalam konteks inilah Pancasila hadir bukan sekadar sebagai warisan sejarah, melainkan sebagai kompas peradaban bangsa. Ia menjadi penuntun agar kemajuan ekonomi tidak mengabaikan kemanusiaan, demokrasi tidak kehilangan nilai kebijaksanaan, dan pembangunan tetap berpihak pada keadilan sosial.

Namun tantangan generasi muda hari ini jauh lebih kompleks dibanding generasi pendiri bangsa. Jika dahulu ancaman utama adalah penjajahan fisik, maka kini ancaman hadir dalam bentuk krisis identitas, polarisasi sosial, budaya instan, banjir informasi palsu, hingga melemahnya semangat gotong royong. Ruang digital yang seharusnya memperkuat persatuan, sering kali justru menjadi arena perpecahan.

Karena itu, membaca kembali Pancasila menjadi sebuah keharusan, bukan pilihan.

Pancasila tidak cukup dipahami sebagai dokumen politik, tetapi harus dihidupkan sebagai panduan etika dan arah peradaban. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menegaskan pentingnya moralitas dalam kehidupan publik. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menuntut pembangunan yang berorientasi pada martabat manusia. Sila Persatuan Indonesia menjadi fondasi dalam menjaga kebhinekaan. Sila Kerakyatan mengarahkan demokrasi yang berkeadaban. Sementara Sila Keadilan Sosial menjadi tujuan akhir dari seluruh proses pembangunan bangsa.

Dalam dinamika politik dan sosial saat ini, setidaknya terdapat tiga tantangan besar bangsa Indonesia: menjaga identitas nasional di tengah arus globalisasi, memperkuat demokrasi agar tidak berhenti pada prosedur elektoral, serta mewujudkan keadilan sosial yang benar-benar dirasakan seluruh rakyat.

Ketiganya pada hakikatnya adalah pengejawantahan nilai-nilai Pancasila yang harus terus diperjuangkan.

Momentum ini menjadi semakin penting karena Indonesia sedang melangkah menuju dua tonggak sejarah besar: 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028 dan Indonesia Emas 2045.

Jika pada 1928 para pemuda mampu melampaui sekat kedaerahan demi satu Indonesia, maka hari ini semangat itu harus hadir kembali dalam bentuk baru. Kini medan perjuangan tidak hanya di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital yang membentuk cara berpikir dan cara hidup generasi muda.

Media sosial tidak lagi sekadar ruang ekspresi, melainkan juga ruang kebangsaan. Setiap unggahan, komentar, dan interaksi digital memiliki kontribusi terhadap kualitas persatuan bangsa.

Untuk menghadapi masa depan, generasi muda Indonesia dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter. Setidaknya ada empat modal utama yang harus dibangun: intelektualitas, integritas, kapasitas sosial, dan jiwa kepemimpinan.

Ke depan, tantangan bangsa tidak akan semakin ringan. Korupsi, oligarki ekonomi, polarisasi politik, disinformasi digital, hingga krisis iklim menjadi persoalan nyata yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda. Kaum muda tidak cukup hanya menjadi penonton atau pengkritik, tetapi harus hadir sebagai pelaku perubahan melalui politik, gerakan sosial, dan kerja-kerja kebudayaan.

Pancasila telah memberikan arah. Sumpah Pemuda telah memberi teladan. Kini, giliran generasi muda Indonesia mengambil peran sejarahnya.

Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti pada slogan dan seremoni. Ia harus menjadi momentum kebangkitan kesadaran bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas generasi yang mengisinya.

Dua tahun menuju satu abad Sumpah Pemuda, dan kurang dari dua dekade menuju Indonesia Emas 2045, sejarah sedang bergerak cepat. Waktu tidak menunggu.

Pancasila harus tetap menjadi kompas bangsa—agar Indonesia tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga bermartabat, berkeadilan, dan berkepribadian luhur.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yana: Terus Barakan Pengorbanan Bandung Lautan Api

    Yana: Terus Barakan Pengorbanan Bandung Lautan Api

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Tepat di hari Kamis, 24 Maret 2022, 76 tahun lalu Bandung membarakan dirinya. Tak hanya harta benda, nyawa pun menjadi taruhan demi mempertahankan bumi Sunda dari jajahan sekutu. Mengenang segala perjuangan pahlawan dan masyarakat kala itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, pengorbanan seperti dalam momen Bandung Lautan Api […]

  • Halal Bi Halal BPR Kertaraharja Kab Bandung Dengan Media, Jalin Kebersamaan Kemitraan

    Halal Bi Halal BPR Kertaraharja Kab Bandung Dengan Media, Jalin Kebersamaan Kemitraan

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Kab Bandung, Mbinews. id- Pada hari ini (25/4/2024) kami BPR Kerta Raharja Kab Bandung, halal Bi Halal dengan media di rumah Makan Ampera Gading Tutuka Kab Bandung dengan tujuan menjalin silaturahmi dengan Media, “Ujar Ir. H. Aep Hendar Cahyad Dirut BPR Kerta Raharja Kab Bandung. Menurut H.Aep ,mungkin ini hari pertama, tapi tidak terlambat yang […]

  • Pembangunan Rumah Deret Tamansari Diduga Rugikan Uang Negara Rp3,5 Miliar

    Pembangunan Rumah Deret Tamansari Diduga Rugikan Uang Negara Rp3,5 Miliar

    • calendar_month Kamis, 1 Des 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Terkait adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jabar yang menyebut adanya kelebihan pembayaran Rp 3,5 miliar Pembangunan rumah deret (Rudet) Tamansari Tahap II kepada pihak ke-3 Jadi atensi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati ) Jabar, Asep N Mulyana. Kajati akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Pembangunan rudet Tamansari di Kelurahan Tamansari Kecamatan Bandung […]

  • BRI BO Cirebon Kartini Apresiasi Nasabah Pensiunan dengan Layanan Terpadu, Literasi Keuangan hingga Multiguna Purna

    BRI BO Cirebon Kartini Apresiasi Nasabah Pensiunan dengan Layanan Terpadu, Literasi Keuangan hingga Multiguna Purna

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Admin01
    • visibility 917
    • 0Komentar

    Cirebon || MBInews.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Branch Office (BO) Cirebon Kartini kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan perbankan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah (customer-centric) dan semakin inklusif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Apresiasi Layanan Pensiunan BRI yang digelar pada Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor BRI BO […]

  • Dorong Penuntasan Pasar Pelita, Komisi II Minta Pengembang Perhatikan Pedagang

    Dorong Penuntasan Pasar Pelita, Komisi II Minta Pengembang Perhatikan Pedagang

    • calendar_month Sabtu, 11 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Ketua Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi Ivan Rusvansyah, mendorong pihak pengembang Pasar Pelita Sukabumi, dan juga pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, untuk bisa segera menyelesaikan proses uji laik fungsi pada progres pembangunan Pasar Pelita. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ivan, usai mengikuti kegiatan sosialisasi pengembang dan Pemda Kota […]

  • Pembentukan PEN, Pemkot Sukabumi Tunggu Tindak Lanjut Perpres No.82 Tahun 2020

    Pembentukan PEN, Pemkot Sukabumi Tunggu Tindak Lanjut Perpres No.82 Tahun 2020

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi masih menunggu tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) 82 tahun 2020 mengenai pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Bahkan, menurut Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, saat ini tengah melakukan pembahasan tentang pembubaran covid-19 di wilayahnya.”Jadi, sejak Perpres tersebut disosialisasikan ke semua daerah, kita juga langsung membahasnya,”ungkap […]

expand_less