Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pancasila sebagai Kompas Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 135
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Oleh: Susanto Triyogo Adiputro, Anggota DPRD Kota Bandung

Di tengah derasnya arus globalisasi, percepatan revolusi teknologi, dan perubahan sosial yang kian cepat, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Namun, peringatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremonial tahunan semata.

Lebih dari itu, momentum ini seharusnya menjadi refleksi mendalam: masihkah Pancasila benar-benar menjadi kompas moral dan arah perjalanan bangsa, khususnya bagi generasi muda yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan?

Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika Indonesia tengah berada pada puncak bonus demografi, dengan lebih dari 64 persen penduduk berada di usia produktif. Ini adalah peluang historis yang tidak dimiliki banyak negara. Namun sejarah juga membuktikan, besarnya jumlah penduduk usia produktif tidak otomatis melahirkan kemajuan, jika tidak disertai arah pembangunan yang jelas dan kualitas kepemimpinan yang kuat.

Dalam konteks inilah Pancasila hadir bukan sekadar sebagai warisan sejarah, melainkan sebagai kompas peradaban bangsa. Ia menjadi penuntun agar kemajuan ekonomi tidak mengabaikan kemanusiaan, demokrasi tidak kehilangan nilai kebijaksanaan, dan pembangunan tetap berpihak pada keadilan sosial.

Namun tantangan generasi muda hari ini jauh lebih kompleks dibanding generasi pendiri bangsa. Jika dahulu ancaman utama adalah penjajahan fisik, maka kini ancaman hadir dalam bentuk krisis identitas, polarisasi sosial, budaya instan, banjir informasi palsu, hingga melemahnya semangat gotong royong. Ruang digital yang seharusnya memperkuat persatuan, sering kali justru menjadi arena perpecahan.

Karena itu, membaca kembali Pancasila menjadi sebuah keharusan, bukan pilihan.

Pancasila tidak cukup dipahami sebagai dokumen politik, tetapi harus dihidupkan sebagai panduan etika dan arah peradaban. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menegaskan pentingnya moralitas dalam kehidupan publik. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menuntut pembangunan yang berorientasi pada martabat manusia. Sila Persatuan Indonesia menjadi fondasi dalam menjaga kebhinekaan. Sila Kerakyatan mengarahkan demokrasi yang berkeadaban. Sementara Sila Keadilan Sosial menjadi tujuan akhir dari seluruh proses pembangunan bangsa.

Dalam dinamika politik dan sosial saat ini, setidaknya terdapat tiga tantangan besar bangsa Indonesia: menjaga identitas nasional di tengah arus globalisasi, memperkuat demokrasi agar tidak berhenti pada prosedur elektoral, serta mewujudkan keadilan sosial yang benar-benar dirasakan seluruh rakyat.

Ketiganya pada hakikatnya adalah pengejawantahan nilai-nilai Pancasila yang harus terus diperjuangkan.

Momentum ini menjadi semakin penting karena Indonesia sedang melangkah menuju dua tonggak sejarah besar: 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028 dan Indonesia Emas 2045.

Jika pada 1928 para pemuda mampu melampaui sekat kedaerahan demi satu Indonesia, maka hari ini semangat itu harus hadir kembali dalam bentuk baru. Kini medan perjuangan tidak hanya di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital yang membentuk cara berpikir dan cara hidup generasi muda.

Media sosial tidak lagi sekadar ruang ekspresi, melainkan juga ruang kebangsaan. Setiap unggahan, komentar, dan interaksi digital memiliki kontribusi terhadap kualitas persatuan bangsa.

Untuk menghadapi masa depan, generasi muda Indonesia dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter. Setidaknya ada empat modal utama yang harus dibangun: intelektualitas, integritas, kapasitas sosial, dan jiwa kepemimpinan.

Ke depan, tantangan bangsa tidak akan semakin ringan. Korupsi, oligarki ekonomi, polarisasi politik, disinformasi digital, hingga krisis iklim menjadi persoalan nyata yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda. Kaum muda tidak cukup hanya menjadi penonton atau pengkritik, tetapi harus hadir sebagai pelaku perubahan melalui politik, gerakan sosial, dan kerja-kerja kebudayaan.

Pancasila telah memberikan arah. Sumpah Pemuda telah memberi teladan. Kini, giliran generasi muda Indonesia mengambil peran sejarahnya.

Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti pada slogan dan seremoni. Ia harus menjadi momentum kebangkitan kesadaran bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas generasi yang mengisinya.

Dua tahun menuju satu abad Sumpah Pemuda, dan kurang dari dua dekade menuju Indonesia Emas 2045, sejarah sedang bergerak cepat. Waktu tidak menunggu.

Pancasila harus tetap menjadi kompas bangsa—agar Indonesia tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga bermartabat, berkeadilan, dan berkepribadian luhur.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Bangkit Belajar, Ketua DPC PKB Kota Bandung Berikan Fasilitas WiFi Gratis & Handphone

    Gerakan Bangkit Belajar, Ketua DPC PKB Kota Bandung Berikan Fasilitas WiFi Gratis & Handphone

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Kegiatan Belajar sebagai inisiatif untuk membangkitkan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 belum usai. H. Erwin SE sebagai Ketua DPC PKB juga anggota Komisi D DPRD Kota Bandung menginisiasi dan memandang perlu melakukan Gerakan Bangkit Pembelajaran ini disamping untuk memfasilitasi juga memotivasi agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik. “Fasilitas yang diberikan yaitu wifi […]

  • Bank bjb Raih Penghargaan Best ESG ,Pada Ajang The Best Bank Awards

    Bank bjb Raih Penghargaan Best ESG ,Pada Ajang The Best Bank Awards

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Bank bjb Kembali meraih penghargaan atas kinerjanya, Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb) dinobatkan sebagai Best Bank 2024 untuk kategori “Best ESG Bank BPD” pada ajang The Best Bank Awards 2024 yang diselenggarakan oleh Investortrust.id. Penghargaan ini diterima oleh Senior Executive Vice President Credit Risk bank bjb Galis Prasetya […]

  • Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya: FGD Sudah Klimaks

    Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya: FGD Sudah Klimaks

    • calendar_month Selasa, 12 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Suasana cukup hangat dan interaktif kala Focus Grup Discussion (FGD), mengenai boleh tidaknya memungut sumbangan dari orangtua siswa yang diusung oleh Lembaga Bantuan Pemantau Pendidikan (LBP2) Jawa Barat (Jabar), berlangsung di Ballroom Hotel Preanger, Kota Bandung, Selasa (12/7/2022). Hal tersebut tidak lain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, yakni perbuatan melanggar hukum […]

  • Mantap! Ini 5 Surga Kuliner Di Antapani

    Mantap! Ini 5 Surga Kuliner Di Antapani

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Tak diragukan lagi, Bandung merupakan kota memiliki banyak surga kuliner. Bahkan, sampai ke pinggiran kotanya pun bisa kita temui kuliner-kuliner nikmat dan segar! Salah satunya di daerah Antapani. Kalau Anda berkunjung ke sini, terutama di Jalan Purwakarta, dari ujung ke ujung berjajar makanan dan minuman yang menggoda untuk kita santap. Daripada bingung, […]

  • Farhan: Siskamling Bukan Sekadar Ronda, Tapi Garda Terdepan Mitigasi Bencana

    Farhan: Siskamling Bukan Sekadar Ronda, Tapi Garda Terdepan Mitigasi Bencana

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 101
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana melalui Program Siskamling Siaga Bencana. Program yang kini memasuki titik ke-88 tersebut kembali digelar di Kelurahan Sekejati, Rabu (8/4/2026), sebagai bagian dari upaya membangun budaya kewaspadaan dan ketahanan lingkungan berbasis masyarakat. Berbeda dengan konsep ronda malam konvensional, Siskamling Siaga Bencana dirancang menjadi […]

  • Komisi II DPRD Kawal Rencana Perseroda BPR Kota Bandung

    Komisi II DPRD Kawal Rencana Perseroda BPR Kota Bandung

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BANDUNG,MBINEWS – Komisi II DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja membahas rencana perubahan status Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kota Bandung menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) BPR Kota Bandung. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Komisi II DPRD Kota Bandung, Kamis (4/6/2026). Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung, H. Aries Supriyatna, […]

expand_less