Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Wali Kota Sukabumi Tekankan Pentingnya Pengamalan Nilai Pancasila
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI, Mbinews.id – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan, pentingnya mengubah gagasan menjadi aksi nyata dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui berbagai program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ayep, saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2026 yang digelar di Plaza Balai Kota Sukabumi, Kamis (1/10/2026).
Ayep mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober bukan sekadar agenda seremonial untuk mengenang peristiwa 1 Oktober 1965. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi momentum untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila. Kesaktian Pancasila tidak cukup hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” ujar Ayep.
Ia menekankan, salah satu bentuk nyata pengamalan Pancasila adalah menghadirkan keadilan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, berbagai persoalan yang masih dihadapi Kota Sukabumi, mulai dari kemiskinan, pendidikan hingga pengangguran, harus diselesaikan melalui langkah konkret dan terukur.
Menurut Ayep, Kota Sukabumi saat ini membutuhkan lebih banyak eksekutor yang mampu menerjemahkan gagasan dan pemikiran menjadi program yang dapat dilaksanakan secara nyata dan berkelanjutan.

“Kita sudah terlalu banyak dengan gagasan dan pemikiran. Yang penting sekarang adalah eksekusi dan implementasi. Gagasan harus diterjemahkan menjadi program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ayep juga menyoroti persoalan pendidikan yang dinilainya masih menjadi salah satu pekerjaan rumah dalam mewujudkan keadilan sosial di Kota Sukabumi.
Ia menyebut masih terdapat warga yang belum menyelesaikan pendidikan dasar maupun belum memiliki ijazah. Di sisi lain, jumlah masyarakat yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi juga masih perlu terus ditingkatkan.
Kondisi tersebut, kata Ayep, menunjukkan bahwa upaya mewujudkan nilai keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam Pancasila masih membutuhkan kerja bersama dan langkah yang berkelanjutan.
“Masih ada masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan dasar, bahkan belum memiliki ijazah. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mencari solusi dan memastikan akses pendidikan dapat dirasakan seluruh masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, penyelesaian persoalan pendidikan harus berjalan beriringan dengan upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan tidak berhenti pada pembahasan dan perumusan gagasan, tetapi segera melakukan tindakan yang terukur.
“Kalau pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran bisa kita selesaikan secara nyata, maka kita telah menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat,” pungkas Ayep.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur

Saat ini belum ada komentar