BANDUNG, MBINews.id – Insiden petugas Operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) No SPBU 34.402.52, Jalan terusan Kopo Bihbul 88, sampai saat ini belum ada kepastian tanggung jawab kepada wartawan media Jabaronline terkait penyemburan operator Bensin saat melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM)
Insiden Kejadian yang terjadi sekitar Pukul 10.00 WIB pada Sabtu malam 26 Desember 2020, sekitar pukul 23.30 WIB, ketika mau mengisi bahan bakar Minyak (BBM) berjenis pertalite.
“kelalaian operator SPBU dalam mengisi bensin ke kendaraan roda dua ini diceritakan WS saat mengisi bensin jenis pertalite sampai akhirnya tidak jadi mengisi karena petugas operator SPBU ya malah mengisi ke wajah dan badannya,” ungkapnya
Dikatakan Korban, WS kejadian itu saat dengan rekan mau beli bahan bakar ke SPBU suasana biasa saja, namun ketika petugas SPBU /operator mau mengisi ke kendaraan tiba tiba Bensin menyebur ke muka dan ke seluruh badan.
“Sontak saya kaget, sambil menahan rasa panas dan perih mata karena bensin nyembur ke muka saya” ujar Wisnu saat dikunjungi, Kamis (7/12/2021)
Lanjut kemudian, pihak SPBU akan tanggung jawab, dan membawa ke RS cicendo. Dikarenakan waktu kejadian sudah malam “saya minta di hari Senin akan tetapi setelah kejadian itu suhu badan saya naik jadi lebih baik saya diam saja di rumah, minta dijadwalkan di hari Rabu,” Kata wisnu
Rabu 30 Desember 2020 sekitar pukul 10.30 siang, wisnu meminta bahwa hari ini dirinya untuk pergi ke RS cicendo.
Saat dikonfirmasi pihak SPBU via WA dirinya malah disuruh mendatangi SPBU padahal posisi saya ada di Bandung. artinya saya nanti harus pulang pergi.
Kemudian saya meminta pihak SPBU yaitu saudara Unang selaku pengawas SPBU untuk ketemu saja di RS cicendo, “entah bagaimana setelah saya sampe RS cicendo. Unang menyuruh saya untuk menelepon nomor yang ia berikan,”kata WS
“Saya selaku korban, seperti saling lempar. Saya tanya ini posisi nya di mana tapi Unang hanya menjawab tunggu” ucapnya
Kemudian “lalu ternyata yang datang bukan Unang selaku pengawas SPBU tetapi securty spbu yang sikap raut wajahnya kurang mengenakkan tidak memperlihatkan kekeluargaan” kata WS
Dengan raut wajah yang kurang enak scurity SPBU Kopo mengatakan, “kalo sore saya gak bisa karena dirinya sedang piket” cetusnya
Dikarenakan securty SPBU datangnya terlalu siang pendaftaran untuk pasien sudah tidak bisa, harus menunggu pukul 16.00 sore untuk mendaftar.
“Sok aja kalo mau nunggu disini terserah, saya mau pulang dulu nanti jam 4 sore saya mau kesini lagi” kata scurtiy SPBU
“Sampai hari ini menurut WS pihak SPBU Kopo Bihbul belum ada respon terkai apa yang sudah dilakukannyah kejadian penyempitan permintaan maafpun tidak terucap,” tegasnya
Kejadian yang terjadi pada SPBU tersebut, dengan tiba tiba kran/Nozzel menyebur BBM kepada konsumen. Kami meminta pihak Kepolisian, Kemendag, Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen Tertib Niaga Dan Badan Metrologi Bandung agar bisa memeriksa dan melidik SPBU, dikhawatirkan terjadi kecurangan, memasang alat pengurangan BBM sehingga diduga alat ukur pada pompa BBM tidak sesuai.
“Apakah pihak Pertamina selalu melakukan pengawasan rutin kepada pihak SPBU harusnya pihak terkait melakukan tiga hingga enam bulan sekali untuk mengukur batas toleransi takaran nozzel di SPBU,” kata WS
“Kekhawatiran tidak ada pengawasan terkait penggunaan nozzel yang tidak sesuai standar yakni dibawah batas kewajaran,”jelas wisnu
Jika ditemukan pelaku usaha yang melakukan tindakan kecurangan akan dberikan peringatan hingga sanksi tegas kepada pemilik SPBU nakal kalau merubah takaran pengisian bahan bakar.
Sanksi yang diberikan berupa peringatan, penyegelan mesin pompa, hingga dipidanakan sesuai UU perlindungan konsumen, dan Undang Undang Perdagangan.