Breaking News
Trending Tags

Rembug Bedas Bupati Bandung di Desa Cikasungka, Ungkapkan Manfaat Big Data

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
  • visibility 135
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAB. BANDUNG, MBINews.id – Kegiatan rutin Rembug Bedas yang merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) ini untuk membangun kekompakan atau kebersamaan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan peningkatan pembangunan di desa-desa.

Hal itu terungkap pada pelaksanaan Rembug Bedas ke-123 di Kantor Desa Cikasungka Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung, Selasa (4/6/2024).

Bupati Bandung Dadang Supriatna hadir di tengah-tengah ratusan masyarakat yang berasal dari berbagai unsur di desa tersebut. Hadirnya orang nomor satu di Kabupaten Bandung didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disambut antusias warga setempat.

Bupati mengajak masyarakat untuk membangun kekompakan dalam meningkatkan pembangunan di Kabupaten Bandung.

Apalagi saat ini dalam menghadapi Indonesia Emas tahun 2045. Untuk itu, semua pihak diwajibkan untuk melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan paham IT (Informasi dan Teknologi). Selain itu big data, penelitian dan pengembangan, institusi yang kuat, dan mengelola keuangan (anggaran) dengan baik.

“Kelima hal itu penting untuk dipahami oleh masyarakat, berkaitan dengan persiapan menghadapi Indonesia Emas 2045. Peningkatan sumber daya manusia itu sangat penting,” kata Dadang.

Kang DS, sapaan akrab Bupati Bedas ini mengajak masyarakat berkomunikasi terkait dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tengah dialaminya.

Ia pun sempat bertanya kepada masyarakat yang hadir, apakah di Desa Cikasungka masih ada yang mengganggu. Kang DS mengarahkan para pemuda yang masih menganggur setelah lulus pendidikan, bisa mengikuti pelatihan atau kursus bahasa Jepang, bahasa Korea untuk persiapan bekerja.

“Bisa juga mengikuti kursus perbengkelan, menjahit, dan kursus lainnya. Tinggal ada kemauan saja,” katanya.

Kang DS pun mendorong kepala desa untuk melakukan pendataan pemuda atau warga yang masih menganggur untuk melamar mengikuti pelatihan atau kursus yang sudah disiapkan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung.

“Inilah pentingnya ada big data di masing-masing desa di Kabupaten Bandung. Big data itu selain untuk mencatat angka kemiskinan, juga untuk mencatat berapa jumlah penduduk di setiap desa. Selain itu untuk mencatat berapa warga miskin ekstrem, anak stunting, bayi baru lahir yang kurang diketahui gizi. Termasuk untuk mencatat berapa jumlah anak-anak atau remaja yang belum memiliki ijasah SD, SMP, dan SLTA dan data lainnya,” tuturnya.

Kang DS mengatakan pentingnya big data itu, dalam rangka menyiapkan program yang akan dilaksanakan di masing-masing desa.

“Untuk melaksanakan program itu, bisa dibahas melalui musyawarah rencana pembangunan dari mulia RT, RW, desa, kecamatan hingga kabupaten,” katanya.

Ia juga telah melaksanakan program insentif untuk RT, RW, Linmas, Perangkat Desa, BPD, dan insentif lainnya. Bahkan insentif untuk RT, RW dan Linmas terisi 100 persen. Bupati berharap mereka kompak dan solid dalam melaksanakan sehari-hari.

Kang DS pun akan melanjutkan program insentif tersebut, bahkan menanamkan insentifnya jika kembali terpilih menjadi Bupati Bandung.

“Kami juga sudah memberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada para kader PKK di masing-masing desa,” katanya.

Lebih lanjut Kang DS mendorong pengembangan Bumdes di masing-masing desa. Hasil dari Bumdes itu bisa digunakan untuk peningkatan pembangunan di desa.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung selama kepemimpinannya telah menerima 323 penghargaan.

“Semua penghargaan itu kami persembahkan untuk masyarakat Kabupaten Bandung. Penghargaan itu hasil dari penilaian. Kita pertahankan, dan tingkatkan terus,” ujarnya.

Kang DS mensosialisasikan tiga muatan lokal, yaitu pendidikan Pancasila dan UUD 1945, pendidikan budaya dan bahasa Sunda, dan pendidikan belajar mengaji dan menghafal Alquran.

“Dengan adanya tiga muatan lokal itu, guru ngaji datang ke sekolah untuk mengajar mengaji dan membaca Al-Qur’an,” katanya

Menurutnya, manfaatnya tiga muatan lokal itu, yang semula anak-anak yang bisa membaca Al-Qur’an itu hanya 15 persen. Data itu diketahui saat Kang DS awal menjadi Bupati Bandung.

“Saat ini, selama tiga tahun sudah mencapai 80 persen yang bisa membaca Al-Qur’an,” katanya.(HEN)

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Para Kepala Daerah Ketua DPRD se-Jabar Berkomitmen Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif dan Efisien

    Para Kepala Daerah Ketua DPRD se-Jabar Berkomitmen Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif dan Efisien

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., menghadiri undangan Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Pemberantasan Korupsi Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Wilayah Jawa Barat, di Gedung Pakuan, Kota Bandung Rabu, 4 Juni 2025. Pada kesempatan tersebut, para Kepala Daerah dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat melakukan penandatanganan komitmen bersama […]

  • Yayasan Bakti Anak Negeri Soroti Dugaan Pengusiran di Festival Harmoni

    Yayasan Bakti Anak Negeri Soroti Dugaan Pengusiran di Festival Harmoni

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    CIAMIS,Mbinews  – Festival Harmoni yang digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Ciamis justru menyisakan kontroversi. Pihak yang mengaku menanggung biaya penampilan artis nasional kini menuntut klarifikasi panitia setelah merasa diperlakukan tidak semestinya saat acara berlangsung. Pihak yayasan menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih karena Yayasan Bakti Anak Negeri dan KZ Musik Bandung mengaku menjadi […]

  • DPRD Kota Bandung Optimistis Wujudkan Indonesia Emas 2045

    DPRD Kota Bandung Optimistis Wujudkan Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., menjadi peserta dalam Rakornas( Rapat Kordinasi Nasional ) Penyelenggaraan Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah Tahun 2024, di Sentul International Convention Center, Bogor . Dengan tema “Implementasi Asta cita Menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan yang dibuka Presiden RI, Jenderal TNI (Purn), H. Prabowo Subianto, dan […]

  • Ketua Baznas Kota Sukabumi: Hingga Juni, 2023 Perolehan ZIS  Mencapai Lima Puluh Persen

    Ketua Baznas Kota Sukabumi: Hingga Juni, 2023 Perolehan ZIS Mencapai Lima Puluh Persen

    • calendar_month Rabu, 26 Jul 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Hingga semester satu (Januari-Juni) 2023, perolehan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang di kelola oleh Badan Amil Zakat Nasioanal (Baznas) Kota Sukabumi mencapai 50 persen, dari target yang ditetapkan hingga akhir tahun nanti sebesar Rp7,5 miliar. “Sampai Juni 2023, pengumpulan ZIS berada diangka 50 persen,”ujar Ketua Baznas Kota Sukabumi, Miftah Amir. Rabu, (26/7/2023). Miftah […]

  • Tempat Hiburan Nekat Buka Ditengah Wabah, Satpol PP Kota Bandung  Segel  Retro Karaoke

    Tempat Hiburan Nekat Buka Ditengah Wabah, Satpol PP Kota Bandung Segel Retro Karaoke

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Sub Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung menyegel sebuah tempat karaoke di Jalan Gatot Subroto, Selasa (14/4/2020). Tindakan tegas terpaksa diambil karena tempat hiburan tersebut tetap beroperasi di tengah wabah Covid-19. Padahal Wali Kota Bandung sudah memperpanjang surat edarannya dalam rangka penanganan penyebaran virus corona. Serta diperkuat dengan […]

  • Potensi zakat di Jawa Barat Mencapai Kisaran Rp.33 Triliun tapi hanya bisa terhimpun Rp.7 triliun

    Potensi zakat di Jawa Barat Mencapai Kisaran Rp.33 Triliun tapi hanya bisa terhimpun Rp.7 triliun

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Dalam indikator pemetaan potensi zakat di wilayah Jawa Barat, bahwa zakat umat bisa mencapai dikisaran Rp.33 triliun, namun hanya bisa terhimpun sebanyak Rp.7 triliun. Penghimpunan zakat , baik melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat langsung maupun terhimpun di beberapa Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah terdaftar dan terverifikasi BAZNAS. […]

expand_less