Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Rembug Bedas Bupati Bandung di Desa Cikasungka, Ungkapkan Manfaat Big Data

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAB. BANDUNG, MBINews.id – Kegiatan rutin Rembug Bedas yang merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) ini untuk membangun kekompakan atau kebersamaan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan peningkatan pembangunan di desa-desa.

Hal itu terungkap pada pelaksanaan Rembug Bedas ke-123 di Kantor Desa Cikasungka Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung, Selasa (4/6/2024).

Bupati Bandung Dadang Supriatna hadir di tengah-tengah ratusan masyarakat yang berasal dari berbagai unsur di desa tersebut. Hadirnya orang nomor satu di Kabupaten Bandung didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disambut antusias warga setempat.

Bupati mengajak masyarakat untuk membangun kekompakan dalam meningkatkan pembangunan di Kabupaten Bandung.

Apalagi saat ini dalam menghadapi Indonesia Emas tahun 2045. Untuk itu, semua pihak diwajibkan untuk melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan paham IT (Informasi dan Teknologi). Selain itu big data, penelitian dan pengembangan, institusi yang kuat, dan mengelola keuangan (anggaran) dengan baik.

“Kelima hal itu penting untuk dipahami oleh masyarakat, berkaitan dengan persiapan menghadapi Indonesia Emas 2045. Peningkatan sumber daya manusia itu sangat penting,” kata Dadang.

Kang DS, sapaan akrab Bupati Bedas ini mengajak masyarakat berkomunikasi terkait dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tengah dialaminya.

Ia pun sempat bertanya kepada masyarakat yang hadir, apakah di Desa Cikasungka masih ada yang mengganggu. Kang DS mengarahkan para pemuda yang masih menganggur setelah lulus pendidikan, bisa mengikuti pelatihan atau kursus bahasa Jepang, bahasa Korea untuk persiapan bekerja.

“Bisa juga mengikuti kursus perbengkelan, menjahit, dan kursus lainnya. Tinggal ada kemauan saja,” katanya.

Kang DS pun mendorong kepala desa untuk melakukan pendataan pemuda atau warga yang masih menganggur untuk melamar mengikuti pelatihan atau kursus yang sudah disiapkan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung.

“Inilah pentingnya ada big data di masing-masing desa di Kabupaten Bandung. Big data itu selain untuk mencatat angka kemiskinan, juga untuk mencatat berapa jumlah penduduk di setiap desa. Selain itu untuk mencatat berapa warga miskin ekstrem, anak stunting, bayi baru lahir yang kurang diketahui gizi. Termasuk untuk mencatat berapa jumlah anak-anak atau remaja yang belum memiliki ijasah SD, SMP, dan SLTA dan data lainnya,” tuturnya.

Kang DS mengatakan pentingnya big data itu, dalam rangka menyiapkan program yang akan dilaksanakan di masing-masing desa.

“Untuk melaksanakan program itu, bisa dibahas melalui musyawarah rencana pembangunan dari mulia RT, RW, desa, kecamatan hingga kabupaten,” katanya.

Ia juga telah melaksanakan program insentif untuk RT, RW, Linmas, Perangkat Desa, BPD, dan insentif lainnya. Bahkan insentif untuk RT, RW dan Linmas terisi 100 persen. Bupati berharap mereka kompak dan solid dalam melaksanakan sehari-hari.

Kang DS pun akan melanjutkan program insentif tersebut, bahkan menanamkan insentifnya jika kembali terpilih menjadi Bupati Bandung.

“Kami juga sudah memberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada para kader PKK di masing-masing desa,” katanya.

Lebih lanjut Kang DS mendorong pengembangan Bumdes di masing-masing desa. Hasil dari Bumdes itu bisa digunakan untuk peningkatan pembangunan di desa.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung selama kepemimpinannya telah menerima 323 penghargaan.

“Semua penghargaan itu kami persembahkan untuk masyarakat Kabupaten Bandung. Penghargaan itu hasil dari penilaian. Kita pertahankan, dan tingkatkan terus,” ujarnya.

Kang DS mensosialisasikan tiga muatan lokal, yaitu pendidikan Pancasila dan UUD 1945, pendidikan budaya dan bahasa Sunda, dan pendidikan belajar mengaji dan menghafal Alquran.

“Dengan adanya tiga muatan lokal itu, guru ngaji datang ke sekolah untuk mengajar mengaji dan membaca Al-Qur’an,” katanya

Menurutnya, manfaatnya tiga muatan lokal itu, yang semula anak-anak yang bisa membaca Al-Qur’an itu hanya 15 persen. Data itu diketahui saat Kang DS awal menjadi Bupati Bandung.

“Saat ini, selama tiga tahun sudah mencapai 80 persen yang bisa membaca Al-Qur’an,” katanya.(HEN)

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Sampaikan 4 Raperda Kepada DPRD Kota Bandung

    Wali Kota Sampaikan 4 Raperda Kepada DPRD Kota Bandung

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyampaikan penjelasan perihal 4 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang berasal dari Propemperda tahun 2022 kepada DPRD Kota Bandung. Nota penjelasan Wali Kota tersebut disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD Kota ke 5 masa persidangan III tahun sidang ke III 2021-2022, Selasa 28 Juni 2022. Keempat Raperda tersebut adalah […]

  • #HJKB212 ASN Pemkot Bandung Ziarah Ke Makam Para Pendahulu

    #HJKB212 ASN Pemkot Bandung Ziarah Ke Makam Para Pendahulu

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berziarah ke makam para leluhur eks pemimpin Kota Bandung, Kamis 22 September 2022. Ziarah dilakukan ke situs makam Dalem Kaum, Karang Anyar, Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung, dan Makam Dalem Gordah Kabupaten Garut. Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna menyebut, kegiatan ini sebagai upaya […]

  • Catat Bandung Raya Siaga 1, Ini Sejumlah Ruas jalan Yang Yang Di Tutup Di Kota Bandung

    Catat Bandung Raya Siaga 1, Ini Sejumlah Ruas jalan Yang Yang Di Tutup Di Kota Bandung

    • calendar_month Jumat, 18 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    BANDUNG, Pemerintah Kota Bandung bersama Polrestabes Bandung kembali mengingatkan warga terkait penutupan sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. Penyekatan dan penutupan ini berkaitan dengan status Bandung Raya Siaga 1 yang telah ditetapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Sejak Kamis 17 Juni 2021, sejumlah ruas jalan telah ditutup pada pukul 18.00 WIB hingga 05.00 WIB. Khusus […]

  • Mantap, Bandung Masuk Zona Kuning, Tempat Wisata Di kota Bandung Boleh Beroperasi

    Mantap, Bandung Masuk Zona Kuning, Tempat Wisata Di kota Bandung Boleh Beroperasi

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Turunnya kasus Covid-19 membuat level kewaspadaan Kota Bandung turun dari zona risiko tinggi (zona oranye) ke zona risiko rendah (zona kuning) dengan skor 2,54. Selain itu Positivity Rate berada di angka 1,77, dan Bed Occupancy Rate (BOR) di angka 19,16 persen Beberapa sektor juga telah memperoleh relaksasi atau pelonggaran yang disesuaikan dengan […]

  • Kenaikan Iuran JKN Harus Diiringi Perbaikan Layanan Faskes

    Kenaikan Iuran JKN Harus Diiringi Perbaikan Layanan Faskes

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo mengatakan bahwa kenaikan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) Kelas III dari Rp25.500 menjadi Rp42.000 (JKN) harus diiringi dengan perbaikan layanan oleh Fasilitas Kesehatan (Faskes). “Kami sependapat dengan Bapak Ichsan Firdaus (Partai Golkar), Bapak Syamsul Bahri (Fraksi Partai Golkar) dan Ibu Sumarjati Arjoso […]

  • Ketimpangan Tanah Masih Jadi Isu Pada HTN 2021

    Ketimpangan Tanah Masih Jadi Isu Pada HTN 2021

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG, Mbinews.id – Pada peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh setiap tanggal 24 September, permasalahan ketimpangan tanah masih menjadi isu yang terus dibicarakan. Hal tersebut di Indonesia hanya dapat diatasi lewat kebijakan politik dimana kebijakan politik ini diatur oleh pemerintah pusat dengan cara me-remunerisasi tanah. Demikian diutarakan Rafael Situmorang, yang merupakan Anggota Komisi I […]

expand_less