Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Rembug Bedas Bupati Bandung di Desa Cikasungka, Ungkapkan Manfaat Big Data

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAB. BANDUNG, MBINews.id – Kegiatan rutin Rembug Bedas yang merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) ini untuk membangun kekompakan atau kebersamaan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan peningkatan pembangunan di desa-desa.

Hal itu terungkap pada pelaksanaan Rembug Bedas ke-123 di Kantor Desa Cikasungka Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung, Selasa (4/6/2024).

Bupati Bandung Dadang Supriatna hadir di tengah-tengah ratusan masyarakat yang berasal dari berbagai unsur di desa tersebut. Hadirnya orang nomor satu di Kabupaten Bandung didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disambut antusias warga setempat.

Bupati mengajak masyarakat untuk membangun kekompakan dalam meningkatkan pembangunan di Kabupaten Bandung.

Apalagi saat ini dalam menghadapi Indonesia Emas tahun 2045. Untuk itu, semua pihak diwajibkan untuk melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan paham IT (Informasi dan Teknologi). Selain itu big data, penelitian dan pengembangan, institusi yang kuat, dan mengelola keuangan (anggaran) dengan baik.

“Kelima hal itu penting untuk dipahami oleh masyarakat, berkaitan dengan persiapan menghadapi Indonesia Emas 2045. Peningkatan sumber daya manusia itu sangat penting,” kata Dadang.

Kang DS, sapaan akrab Bupati Bedas ini mengajak masyarakat berkomunikasi terkait dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tengah dialaminya.

Ia pun sempat bertanya kepada masyarakat yang hadir, apakah di Desa Cikasungka masih ada yang mengganggu. Kang DS mengarahkan para pemuda yang masih menganggur setelah lulus pendidikan, bisa mengikuti pelatihan atau kursus bahasa Jepang, bahasa Korea untuk persiapan bekerja.

“Bisa juga mengikuti kursus perbengkelan, menjahit, dan kursus lainnya. Tinggal ada kemauan saja,” katanya.

Kang DS pun mendorong kepala desa untuk melakukan pendataan pemuda atau warga yang masih menganggur untuk melamar mengikuti pelatihan atau kursus yang sudah disiapkan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung.

“Inilah pentingnya ada big data di masing-masing desa di Kabupaten Bandung. Big data itu selain untuk mencatat angka kemiskinan, juga untuk mencatat berapa jumlah penduduk di setiap desa. Selain itu untuk mencatat berapa warga miskin ekstrem, anak stunting, bayi baru lahir yang kurang diketahui gizi. Termasuk untuk mencatat berapa jumlah anak-anak atau remaja yang belum memiliki ijasah SD, SMP, dan SLTA dan data lainnya,” tuturnya.

Kang DS mengatakan pentingnya big data itu, dalam rangka menyiapkan program yang akan dilaksanakan di masing-masing desa.

“Untuk melaksanakan program itu, bisa dibahas melalui musyawarah rencana pembangunan dari mulia RT, RW, desa, kecamatan hingga kabupaten,” katanya.

Ia juga telah melaksanakan program insentif untuk RT, RW, Linmas, Perangkat Desa, BPD, dan insentif lainnya. Bahkan insentif untuk RT, RW dan Linmas terisi 100 persen. Bupati berharap mereka kompak dan solid dalam melaksanakan sehari-hari.

Kang DS pun akan melanjutkan program insentif tersebut, bahkan menanamkan insentifnya jika kembali terpilih menjadi Bupati Bandung.

“Kami juga sudah memberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada para kader PKK di masing-masing desa,” katanya.

Lebih lanjut Kang DS mendorong pengembangan Bumdes di masing-masing desa. Hasil dari Bumdes itu bisa digunakan untuk peningkatan pembangunan di desa.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung selama kepemimpinannya telah menerima 323 penghargaan.

“Semua penghargaan itu kami persembahkan untuk masyarakat Kabupaten Bandung. Penghargaan itu hasil dari penilaian. Kita pertahankan, dan tingkatkan terus,” ujarnya.

Kang DS mensosialisasikan tiga muatan lokal, yaitu pendidikan Pancasila dan UUD 1945, pendidikan budaya dan bahasa Sunda, dan pendidikan belajar mengaji dan menghafal Alquran.

“Dengan adanya tiga muatan lokal itu, guru ngaji datang ke sekolah untuk mengajar mengaji dan membaca Al-Qur’an,” katanya

Menurutnya, manfaatnya tiga muatan lokal itu, yang semula anak-anak yang bisa membaca Al-Qur’an itu hanya 15 persen. Data itu diketahui saat Kang DS awal menjadi Bupati Bandung.

“Saat ini, selama tiga tahun sudah mencapai 80 persen yang bisa membaca Al-Qur’an,” katanya.(HEN)

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bandung Kota Angklung, Ini Sejarah Singkat Dan Jenisnya

    Bandung Kota Angklung, Ini Sejarah Singkat Dan Jenisnya

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pada 21 Mei 2022 mendatang, Kota Bandung akan mendeklarasikan diri sebagai Kota Angklung. Rencananya, acara ini akan digelar secara hibrid di Plaza Balai Kota pada 21 Mei 2022 dan melibatkan seniman serta pegiat angklung di Kota Bandung. Sejak tahun 2010, angklung telah menjadi Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia United Nations Educational, […]

  • Forum DKM Rencong Bersatu Lakukan Aksi Tolak Peredaran Miras Dan Narkoba

    Forum DKM Rencong Bersatu Lakukan Aksi Tolak Peredaran Miras Dan Narkoba

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG, MBINews.id – Sejumlah warga Masyarakat Yang tergabung dalam Forum DKM Rencong Bersatu melakukan Aksi Penolakan peredaran Minuman keras dan Narkotika yang banyak beredar di wilayah Baleendah dengan cara pemasangan baliho di beberapa titik wilayah Baleendah salah satunya jalan persimpangan  pintu masuk ke kawasan wisata Kampung Batu Malakasari. Koordinator Aksi dari Forum DKM Rencong […]

  • Pemkot Sukabumi Gelontorkan Rp3,6 Miliar Untuk Insentif Tenaga Pendidik dan Marbot

    Pemkot Sukabumi Gelontorkan Rp3,6 Miliar Untuk Insentif Tenaga Pendidik dan Marbot

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Sebanyak 2000 tenaga pendidik keagamaan dan marbot masjid di Kota Sukabumi, mendapatkan insentif dari Pemerintah setempat. Insentif tersebut diberikan langsung oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, di acara pembinaan di GOR Merdeka Kota Sukabumi. Selasa, (20/6/2023). “Pemberian insentif ini, bagian dari mendorong terwujudnya masyarakat religius dengan penguatan lembaga keagamaan,”kata Fahmi. Fahmi mengatakan, penguatan karakter […]

  • Pemkot Sukabumi Batasi Sementara Penerimaan Tamu Umum dan Kedinasan

    Pemkot Sukabumi Batasi Sementara Penerimaan Tamu Umum dan Kedinasan

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Kantor Pemerintah Kota Sukabumi membatasi sementara dari aktivitas penerimaan tamu umum atau pun kedinasan yang ada, terhitung mulai hari ini, Senin (12/7/2021). Pembatasan sementara tersebut, dikarenakan dengan meningkatnya kasus Covid-19 di lingkungan Setda juga SKPD. “Yah, untuk sementara kami membatasi penerimaan tamu sampai waktu yang belum ditentukan, dan melihat perkembangan kedepannya,”ujar Kasubag Komunikasi dan […]

  • Keracunan Makanan MBG di SMP 35 Bandung dapat perhatian anggota Dewan

    Keracunan Makanan MBG di SMP 35 Bandung dapat perhatian anggota Dewan

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Assoc. Prof. Dr. H. Radea Respati Paramudhita, S.H., M.H., meninjau SMPN 35 Bandung berkaitan dengan laporan dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis, 1 Mei 2025. Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung mengatakan, dugaan keracunan makanan menu program MBG terhadap siswa SMPN 35 Bandung ini berjumlah […]

  • Pemkot Bandung Bakal Tandai 1.700 Bangunan Cagar Budaya

    Pemkot Bandung Bakal Tandai 1.700 Bangunan Cagar Budaya

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota Bandung akan membuat penanda untuk 1.700 bangunan cagar budaya yang ada di Kota Bandung. Hal itu agar bangunan cagar budaya bisa lebih diperhatikan oleh para penghuni dan pemiliknya. Hal itu sesuai permintaan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bandung dan Dinas Kebudayaan dan […]

expand_less