Pemkot Bandung dan Forkopimda Perkuat Sinergi Cegah Kejahatan Jalanan
- account_circle MBI Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews – Pemerintah Kota Bandung bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penindakan kejahatan jalanan, khususnya aksi begal dan berbagai tindak kekerasan yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor tentang Sinergitas Penanganan dan Penindakan Kejahatan Jalanan yang digelar di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Senin (8/6/2026).
Wali Kota Bandung, , menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus meningkatkan koordinasi guna menjaga situasi Kota Bandung tetap aman dan kondusif.
“Kami baru saja menyelesaikan rapat koordinasi terkait pengamanan Kota Bandung. Menindaklanjuti arahan Kapolda, patroli pencegahan terhadap aksi begal dan berbagai bentuk kekerasan jalanan akan terus ditingkatkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.
Farhan menjelaskan, peran utama dalam penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat berada di tangan sebagai leading sector. Namun demikian, seluruh unsur Forkopimda akan memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang dilakukan kepolisian.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI menjadi kunci dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Dukungan juga datang dari unsur lain seperti Denpom dan Brimob yang turut terlibat dalam pengamanan wilayah.
“Patroli sebenarnya sudah berjalan selama ini. Yang ingin kami pastikan adalah masyarakat mengetahui bahwa seluruh unsur Forkopimda terus bekerja sama menjaga keamanan Kota Bandung,” katanya.
Selain patroli, penguatan pengamanan juga dilakukan melalui pendekatan kewilayahan dengan mengoptimalkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Satpol PP di tingkat kecamatan juga terus berkolaborasi dengan Polsek dan Koramil untuk memperkuat pengawasan di lingkungan masyarakat.
“Dari sisi kewilayahan, pengamanan dilakukan secara berlapis mulai dari lingkungan warga hingga tingkat kota. Ini menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas,” tambah Farhan.
Berdasarkan hasil koordinasi, sekitar 200 hingga 250 personel keamanan disiagakan setiap hari untuk menjaga kondusivitas Kota Bandung. Jumlah tersebut akan ditingkatkan pada malam akhir pekan maupun saat momen tertentu yang dinilai memiliki potensi kerawanan lebih tinggi.
Perhatian khusus juga diberikan pada kawasan perbatasan Kota Bandung melalui koordinasi dengan jajaran kepolisian dan pemerintah daerah sekitar guna memperkuat pengawasan serta patroli terpadu.
Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, , menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut lebih menitikberatkan pada langkah preventif untuk mengantisipasi potensi meningkatnya kejahatan jalanan.
Menurutnya, kondisi keamanan Kota Bandung saat ini masih dalam kategori terkendali dan belum berada pada tingkat yang meresahkan masyarakat. Namun, langkah antisipatif tetap perlu diperkuat melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Ini sifatnya preventif. Kita ingin memastikan Kota Bandung tetap kondusif, aman, dan nyaman baik bagi warga maupun masyarakat dari luar daerah yang berkunjung ke Bandung. Yang dibutuhkan adalah sinergi yang lebih kuat untuk mengoptimalkan langkah-langkah yang selama ini sudah berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, patroli keamanan sebenarnya telah dilakukan secara rutin. Namun melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh unsur Forkopimda sepakat untuk memperkuat pola patroli dan pengawasan, termasuk kemungkinan pelibatan langsung unsur pimpinan daerah dalam kegiatan patroli tertentu.
Dengan penguatan sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kota Bandung berharap tingkat keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Saat ini belum ada komentar