Hadir di MPLS SMA Negeri 5, Ketua TP-PKK Kota Sukabumi Dorong Pelajar Kuasai Teknologi Dengan Tetap Menjaga Daya Kritis
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 118
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: dokpim
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengingatkan peserta didik baru SMA Negeri 5 Kota Sukabumi, agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dengan tetap mempertahankan kemampuan berpikir kritis.
Pesan tersebut disampaikan Ranty, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 5 Kota Sukabumi Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung di halaman sekolah, Senin (20/7/2026).
Di hadapan para siswa baru, Ranty menegaskan, teknologi harus diposisikan sebagai alat pendukung proses belajar, bukan sebagai pengganti kemampuan manusia dalam berpikir dan mencari pengetahuan.
“Teknologi bukan musuh, tetapi jika tidak digunakan secara bijak dapat mengambil sesuatu yang paling berharga, yaitu kemampuan berpikir. Karena itu, teknologi harus menjadi sarana untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri,”ujar Ranty.
Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki peluang besar untuk berkembang karena didukung kemajuan teknologi yang semakin pesat. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan literasi digital, karakter yang kuat, serta kemampuan menyaring informasi.
Selain memberikan pemahaman mengenai penggunaan teknologi, Ranty juga menyampaikan materi bertema “ASTA CITA: 8 Misi Pemerintahan, Arah Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan, pentingnya peran generasi muda dalam memahami arah pembangunan nasional, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, hilirisasi dan industrialisasi, pembangunan desa dari bawah, reformasi politik, hukum, dan birokrasi, hingga menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.
“Peserta didik hari ini adalah generasi yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan. Karena itu, sejak dini harus dibangun karakter, wawasan kebangsaan, semangat belajar, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,”katanya.
Ranty menilai, MPLS memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa, bukan sekadar sebagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus memahami nilai-nilai positif dalam kehidupan sekolah.
Ia pun mengajak para siswa untuk memperkuat budaya literasi, menjaga etika dalam pergaulan, memahami nilai-nilai Pancasila, serta memiliki semangat untuk terus berprestasi.
“Sekolah bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membangun karakter dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan,”pungkasnya.ardan/mbin.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar