Breaking News
Trending Tags

Festival Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Ketahanan Iklim di Kabupaten Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 155
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kab. Bandung, MBINews.id – Dampak perubahan iklim yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem semakin dirasakan masyarakat Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung.

Risiko banjir, longsor, dan gangguan lingkungan lainnya menuntut penguatan ketahanan iklim yang terencana, inklusif, dan berkelanjutan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

Sebagai upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim, Save the Children Indonesia bekerja sama dengan LPBI-NU Jawa Barat dan Yayasan IDEP Selaras Alam melaksanakan Program Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Masyarakat (Community-Based Climate Change Adaptation/CBCCA) sejak Maret 2023.

Puncak program ditandai dengan Festival Aksi Adaptasi Perubahan Iklim bertajuk “Ngajaga Alam Ngaberkah Kahirupan (Menjaga Alam untuk Melestarikan Kehidupan)”, yang menjadi ruang berbagi pembelajaran, refleksi, sekaligus penguatan komitmen kolaborasi multipihak dalam menghadapi krisis iklim.

“Anak-anak adalah kelompok yang paling terdampak oleh krisis iklim. Melalui festival ini, suara dan peran anak diperkuat agar menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan dan kebijakan daerah,” ujar Agni Kristina Pratama, Chief Operating Officer Save the Children Indonesia. Kamis, 5 Februari 2026

Agni menambahkan, festival ini juga menjadi momen refleksi untuk memastikan praktik-praktik baik yang telah berjalan dapat direplikasi dan berkelanjutan. Sejak diimplementasikan, Program CBCCA telah menjangkau delapan desa, dua kelurahan, dan sepuluh sekolah di tiga kecamatan, yakni Rancaekek, Ibun, dan Baleendah, dengan fokus pada penguatan kapasitas adaptasi iklim yang inklusif dan ramah anak.

Beragam kegiatan diselenggarakan dalam festival ini, mulai dari pameran hasil program, cerita sukses komunitas dan sekolah, pemanfaatan sistem peringatan dini, diskusi kebijakan publik, hingga Ruang Suara Anak yang memberi kesempatan bagi anak-anak untuk menyampaikan pandangan dan rekomendasi terkait krisis iklim secara langsung kepada para pemangku kebijakan.

“Perubahan iklim telah menjadi tantangan pembangunan yang nyata di tingkat lokal. Oleh karena itu, penguatan adaptasi perubahan iklim harus dilakukan secara sistematis, inklusif, dan berbasis kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak,” ungkap Agni.

Menurutnya, Program CBCCA di Kabupaten Bandung menunjukkan praktik baik implementasi kebijakan nasional adaptasi perubahan iklim melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, sekolah, dan organisasi masyarakat sipil.

Hal senada disampaikan Franky Zamzani, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup. Ia menilai festival ini sebagai langkah strategis dalam mendorong integrasi aksi adaptasi perubahan iklim ke dalam perencanaan pembangunan daerah dan desa.

“Perubahan iklim berdampak langsung pada kehidupan masyarakat Kabupaten Bandung. Meningkatnya risiko banjir, longsor, dan cuaca ekstrem menuntut upaya adaptasi dan pencegahan sejak dini, bukan hanya respons saat bencana terjadi,” ujar Franky.

Festival ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung, pemerintah desa dan kelurahan, sekolah, serta komunitas dampingan atas dukungan dan kolaborasi dalam pelaksanaan Program CBCCA.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Bandung, H. Ir. Marlan, yang mewakili Bupati Bandung, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.

“Program Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Masyarakat membuktikan bahwa ketahanan iklim dapat dibangun dari bawah, dengan melibatkan masyarakat dan anak-anak sebagai bagian penting dari solusi,” ujarnya.

Melalui festival ini, diharapkan komitmen dan kolaborasi multipihak dapat terus diperkuat untuk membangun ketahanan iklim yang berkelanjutan dan melindungi generasi masa depan dari dampak krisis iklim. (Mindra)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil walikota Bandung, Yana : Apresiasi Panitia sholat Id Dan Pemotongan Hewan Kurban

    Wakil walikota Bandung, Yana : Apresiasi Panitia sholat Id Dan Pemotongan Hewan Kurban

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengapresiasi panitia salat Iduladha dan penyembelihan kurban yang telah menerapkan protokol kesehatan. Tak hanya itu, Yana juga menilai umat muslim taat menerapkan protokol kesehatan.  “Bagus, jelas untuk physical distancingnya dan tertib,” ujar Yana usai melaksanakan salat Iduladha di Lapang KPAD Kecamatan Sukasari, Bandung, Jumat (31/7/2020) Ia […]

  • Langkah Tepat DPRD Kab.Bandung Bentuk Pansus, Ketua DPC PDIP :  “Jangan Sampai Ada Warga Makan Nasi Aron Dibilang Hoax”

    Langkah Tepat DPRD Kab.Bandung Bentuk Pansus, Ketua DPC PDIP : “Jangan Sampai Ada Warga Makan Nasi Aron Dibilang Hoax”

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBInews.id  — ketua DPC PDIP kabupaten bandung, DR.Harjoko Sangganagara menghimbau kepada anggota DPRD yang sedang mengkonsolidasi untuk pembentukan pansus covid 19 jangan dijadikan ajang politik untuk menyudutkan pemerintah. Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Bandung, DR. Harjoko Sangganagara, MPD, mengatakan  berpendapat bahwa Pansus merupakan hak DPRD untuk meminta keterangan mengenai kebijakan pemerintah yang bersifat […]

  • Secara M to M, Kota Sukabumi ALami Inflasi 0,19 Persen

    Secara M to M, Kota Sukabumi ALami Inflasi 0,19 Persen

    • calendar_month Senin, 15 Jan 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Secara month to month (mtm), Kota Sukabumi alami inflasi sebesar 0,19 persen pada Desember 2023. Bahkan nili inflasi tersebut, berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), Kota Sukabumi merupakan yang terendah dibandingkan dengan kota lianya di Jawa Barat. “Yang dipantau inflasinya langsung oleh BI, ada tujuh Kota di Jawa Barat. Yakni, Kota Bekasi, Bandung, Cirebon, […]

  • Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Yuk Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng

    Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Yuk Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Salah satu kuliner yang paling dicari di Kota Bandung yaitu mi kocok.Dan salah satu gerai mi kocok terenak di Kota Bandung yaitu “Mih Kocok Mang Dadeng” yang berada di Jalan Ahmad Dahlan. Tahukah anda rahasia kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng? Ternyata ada 15 resep bumbu untuk membuat kuah mi kocoknya. Setidaknya itu […]

  • Berkah di Bulan Ramadhan, Jamkrindo Salurkan Bantuan Sosial di Palembang

    Berkah di Bulan Ramadhan, Jamkrindo Salurkan Bantuan Sosial di Palembang

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id – Dalam rangka Ramadan dan sekaligus sebagai rangkaian peringatan HUT ke-55 pada 1 Juli 2025 mendatang, PT Jamkrindo melakukan kegiatan Safari Ramadan di beberapa daerah. Dalam kegiatan Safari Ramadan, berbagai kegiatan sosial dilakukan, antara lain pembagian paket sembako gratis, santunan kepada anak yatim piatu, serta bantuan perlengkapan ibadah dan mushola. Direktur utama Jamkrindo, Akhmad […]

  • Upaya Pemkot Bandung Dalam Menurunkan Angka Stunting

    Upaya Pemkot Bandung Dalam Menurunkan Angka Stunting

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota Bandung dalam menurunkan angka stunting. Mulai dari pencegahan, penanganan, hingga pembentukan Satgas ODF (Open Defecation Free). Sebab, menurut Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandung, Nila Avianti, ada tiga poin utama yang mempengaruhi terjadinya stunting yakni pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang […]

expand_less