Breaking News
Trending Tags

Festival Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Ketahanan Iklim di Kabupaten Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kab. Bandung, MBINews.id – Dampak perubahan iklim yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem semakin dirasakan masyarakat Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung.

Risiko banjir, longsor, dan gangguan lingkungan lainnya menuntut penguatan ketahanan iklim yang terencana, inklusif, dan berkelanjutan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

Sebagai upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim, Save the Children Indonesia bekerja sama dengan LPBI-NU Jawa Barat dan Yayasan IDEP Selaras Alam melaksanakan Program Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Masyarakat (Community-Based Climate Change Adaptation/CBCCA) sejak Maret 2023.

Puncak program ditandai dengan Festival Aksi Adaptasi Perubahan Iklim bertajuk “Ngajaga Alam Ngaberkah Kahirupan (Menjaga Alam untuk Melestarikan Kehidupan)”, yang menjadi ruang berbagi pembelajaran, refleksi, sekaligus penguatan komitmen kolaborasi multipihak dalam menghadapi krisis iklim.

“Anak-anak adalah kelompok yang paling terdampak oleh krisis iklim. Melalui festival ini, suara dan peran anak diperkuat agar menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan dan kebijakan daerah,” ujar Agni Kristina Pratama, Chief Operating Officer Save the Children Indonesia. Kamis, 5 Februari 2026

Agni menambahkan, festival ini juga menjadi momen refleksi untuk memastikan praktik-praktik baik yang telah berjalan dapat direplikasi dan berkelanjutan. Sejak diimplementasikan, Program CBCCA telah menjangkau delapan desa, dua kelurahan, dan sepuluh sekolah di tiga kecamatan, yakni Rancaekek, Ibun, dan Baleendah, dengan fokus pada penguatan kapasitas adaptasi iklim yang inklusif dan ramah anak.

Beragam kegiatan diselenggarakan dalam festival ini, mulai dari pameran hasil program, cerita sukses komunitas dan sekolah, pemanfaatan sistem peringatan dini, diskusi kebijakan publik, hingga Ruang Suara Anak yang memberi kesempatan bagi anak-anak untuk menyampaikan pandangan dan rekomendasi terkait krisis iklim secara langsung kepada para pemangku kebijakan.

“Perubahan iklim telah menjadi tantangan pembangunan yang nyata di tingkat lokal. Oleh karena itu, penguatan adaptasi perubahan iklim harus dilakukan secara sistematis, inklusif, dan berbasis kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak,” ungkap Agni.

Menurutnya, Program CBCCA di Kabupaten Bandung menunjukkan praktik baik implementasi kebijakan nasional adaptasi perubahan iklim melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, sekolah, dan organisasi masyarakat sipil.

Hal senada disampaikan Franky Zamzani, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup. Ia menilai festival ini sebagai langkah strategis dalam mendorong integrasi aksi adaptasi perubahan iklim ke dalam perencanaan pembangunan daerah dan desa.

“Perubahan iklim berdampak langsung pada kehidupan masyarakat Kabupaten Bandung. Meningkatnya risiko banjir, longsor, dan cuaca ekstrem menuntut upaya adaptasi dan pencegahan sejak dini, bukan hanya respons saat bencana terjadi,” ujar Franky.

Festival ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung, pemerintah desa dan kelurahan, sekolah, serta komunitas dampingan atas dukungan dan kolaborasi dalam pelaksanaan Program CBCCA.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Bandung, H. Ir. Marlan, yang mewakili Bupati Bandung, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.

“Program Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Masyarakat membuktikan bahwa ketahanan iklim dapat dibangun dari bawah, dengan melibatkan masyarakat dan anak-anak sebagai bagian penting dari solusi,” ujarnya.

Melalui festival ini, diharapkan komitmen dan kolaborasi multipihak dapat terus diperkuat untuk membangun ketahanan iklim yang berkelanjutan dan melindungi generasi masa depan dari dampak krisis iklim. (Mindra)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Gelar “Deklarasi Rumah Bersama” Jalan Asia Afrika Tutup Sementara

    Pemkot Bandung Gelar “Deklarasi Rumah Bersama” Jalan Asia Afrika Tutup Sementara

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal menggelar Deklarasi Rumah Bersama di sekitaran Jalan Asia Afrika pada Sabtu (15/2/2020). Oleh karenanya, sejumlah ruas jalan bakal ditutup untuk sementara waktu. Ruas jalan yang akan ditutup yakni sepanjang Jalan Asia Afrika mulai dari perempatan Hotel Preanger sampai ke jembatan penyebrangan di depan eks-Palaguna. Kemudian Jalan Tamblong […]

  • Tok! DPRD Kota Bandung Tetapkan Dua Raperda Menjadi Perda

    Tok! DPRD Kota Bandung Tetapkan Dua Raperda Menjadi Perda

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menyetujui dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Senin 12 September 2022. Kedua Raperda tersebut yakni Raperda Kota Bandung tentang Pencegahan Bahaya Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, serta Raperda Kota Bandung tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal. Atas hal itu, […]

  • Upaya Pemkot Bandung Dalam Menurunkan Angka Stunting

    Upaya Pemkot Bandung Dalam Menurunkan Angka Stunting

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota Bandung dalam menurunkan angka stunting. Mulai dari pencegahan, penanganan, hingga pembentukan Satgas ODF (Open Defecation Free). Sebab, menurut Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandung, Nila Avianti, ada tiga poin utama yang mempengaruhi terjadinya stunting yakni pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang […]

  • Soal Pengelolaan Sampah, Insenerator Masih Tahap Uji Coba

    Soal Pengelolaan Sampah, Insenerator Masih Tahap Uji Coba

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih terus mencari teknologi yang efektif dan aman untuk penanganan sampah di Kota Bandung. Oleh karenanya, Pemkot Bandung masih terus mengujicoba sejumlah teknologi termasuk insenerator. Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menuturkan, sampah masih menjadi permasalahan bagi Kota Bandung. Setiap hari Kota Bandung memproduksi 1.500 ton sampah. Dari […]

  • Pos Indonesia Gelar Program TJSL Ramadhan 1445 Hijriah

    Pos Indonesia Gelar Program TJSL Ramadhan 1445 Hijriah

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Pos Indonesia menggelar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Pos Berbagi dan Mengasihi” atau PosBersih 2024 pada Ramadhan 1445 Hijriah. Puncak program TJSL PosBersih 2024 salah satunya dilakukan melalui pemberian takjil dan sembako secara serentak di seluruh kantor Pos di Indonesia pada Kamis 28 Maret 2024 lalu. Di mana, pegawai Pos […]

  • BPSK Kota Sukabumi Hanya Bisa Tuntaskan 22 Kasus Pengaduan Sepanjang Tahun 2019

    BPSK Kota Sukabumi Hanya Bisa Tuntaskan 22 Kasus Pengaduan Sepanjang Tahun 2019

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Sepanjang tahun 2019, Badan Penyeleseian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Sukabumi menyelesaikan 22 sidang kasus konsumen dari 30 pengaduan yang masuk. Jumlah tersebut tentunya menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berjumlah 24 kasus,”Sebenarnya ditahun 2019 kita melakukan sidang sebanyak 23, tapi yang tuntas hanya 22 sidang saja, dan sisanya yang satu lagi […]

expand_less