Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pemkot Bandung Menggelar High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) 2025

  • account_circle Admin01
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Untuk itu juga, Pemkot Bandung menggelar High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bertema “Evaluasi Stabilitas Inflasi dan Indikator Makro Ekonomi Triwulan III 2025”, di Hotel Mercure Bandung City Centre, Rabu, 12 November 2025.

Forum ini mempertemukan lintas unsur strategis, Bank Indonesia, BPS, akademisi Unpad dan Unpas, hingga para kepala OPD.

Tujuannya jelas, memastikan strategi ekonomi Bandung tetap selaras antara data, kebijakan, dan realita lapangan.

Menurut Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, pengendalian inflasi bukan sekadar urusan angka, tetapi soal menjaga ketenangan dan kesejahteraan warga.

“Salah satu hal terberat bagi pemerintahan daerah saat ini adalah bagaimana menyelaraskan seluruh strategi pembangunan dengan RPJMD dan kebijakan pusat. Apa yang berlaku di Bandung juga harus berlaku di Tual (Maluku, red). Karena itu, semua keputusan harus berbasis data,” ujar Farhan.

Dengan gaya khasnya yang santai tapi tajam, Farhan mengingatkan pentingnya akurasi data. Ia bahkan sempat bergurau tentang masa kuliahnya di jurusan Ekonomi Pembangunan.

“Saya dulu suka banget mata kuliah ekonomi makro sampai diulang tiga kali. Mungkin antara bodoh jeung hobi, beda tipis,” candanya disambut tawa hadirin.

Namun di balik humornya, pesan serius terselip, kebijakan ekonomi harus berbasis ilmu, bukan intuisi.

“Jangan sampai kebijakan kota hanya berdasarkan feeling-nya wali kota. Harus ada patokan yang kuantitatif, jelas, dan terukur,” tegasnya.

Farhan pun mengapresiasi peran Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga penyedia data resmi.

“Angka dari BPS itu punya kekuatan hukum. Kalau salah bisa kena pidana. Jadi, data BPS harus jadi acuan bersama,” katanya.

Farhan menyebut tingkat inflasi Kota Bandung pada Oktober 2025 mencapai 2,53% (year-on-year) – lebih rendah dibandingkan Provinsi Jawa Barat (2,63%) dan nasional (2,86%).

Kondisi ini menandakan stabilitas harga masih terjaga. Namun, ia mengingatkan potensi gejolak menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Bandung ini kota wisata. Mobilitas tinggi menjelang Nataru bisa jadi peluang ekonomi, tapi juga ancaman inflasi kalau tidak diatur. Kita harus pastikan semua nyaman – yang berlibur, yang berjualan, maupun yang merayakan,” ujar Farhan.

Farhan kemudian merinci empat strategi utama yang akan dijalankan Pemkot Bandung.

Pertama, menjamin ketersediaan pangan. Ia meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menjaga stok bahan pokok sekaligus melakukan rebranding program Buruan SAE.

“Buruan SAE jangan hanya dianggap kebun kecil warga. Itu punya nilai strategis menenangkan psikologi publik. Kalau cabe mahal, ya alhamdulillah masih ada kentang,” katanya berkelakar.

Kedua, menata supply chain dan pasar. Farhan menuturkan, urusan distribusi tak boleh diabaikan. Bahkan masalah kebersihan pasar bisa berdampak langsung pada logistik pangan.

“Masalah sampah di pasar bisa ganggu distribusi. Kalau izinnya ditutup karena pelanggaran lingkungan, bisa lumpuh rantai pasokan,” ungkapnya.

Ketiga, gerakan pasar murah. Langkah ini disebut sebagai intervensi kecil tapi penting.

“Gerakan pasar murah tidak besar dampaknya, tapi bisa menenangkan masyarakat. Itu yang kita butuhkan: rasa percaya dan tenang,” ujarnya.

Terakhir, komunikasi publik yang menenangkan. Kepada Dinas Kominfo, Farhan meminta agar penyebaran informasi ekonomi dilakukan secara aktif.

“Jangan hanya rilis di website. Buat dialog dengan pelaku usaha, media, dan masyarakat. Edukasi publik penting agar mereka tidak panik menghadapi fluktuasi harga,” pintanya.

Farhan juga menyoroti bahwa penurunan tingkat pengangguran terbuka harus diiringi dengan peningkatan kualitas kerja.

“Kalau yang tumbuh hanya sektor informal, produktivitasnya tidak steady. Kita ingin pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan,” katanya.

“Pertumbuhan ekonomi yang baik harus disertai pemerataan. Itu tantangan terbesar Bandung ke depan,” imbuh Farhan.

Sebelumnya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Dudi Prayudi, dalam laporannya menyampaikan bahwa Bandung termasuk kota konsumtif dengan ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.

“Ketergantungan ini membuat kita rentan terhadap fluktuasi harga, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru,” ungkap Dudi.

Ia menambahkan, inflasi Oktober 2025 sebesar 2,53% menunjukkan kondisi yang masih terjaga. Namun, kewaspadaan harus ditingkatkan menghadapi potensi kenaikan permintaan.

“Forum ini tidak hanya diskusi, tapi pengambilan keputusan strategis agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga,” ujarnya.

Dengan sinergi yang kuat, Bandung menatap akhir tahun dengan optimisme, harga terkendali, masyarakat tenang, dan ekonomi kota tumbuh secara berkualitas.

  • Penulis: Admin01

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merasa Dirugikan, Pengelola Pasar Pelita Layangkan Surat ke Pemerintah Kota Sukabumi

    Merasa Dirugikan, Pengelola Pasar Pelita Layangkan Surat ke Pemerintah Kota Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews,id – Pasca diresmikan beberapa tahun lalu, aktivitas perdagangan di Pasar Modern Pelita Sukabumi saat ini masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ditambah lagi saat ini, di sekitaran Pasar Modern Pelita Sukabumi, masih banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan. Minimnya pengawasan dan ketegasan Pemerintah Daerah Kota Sukabumi terhadap PKL yang […]

  • Pemerintah Kota Sukabumi Kembali Meraih Penghargaan UHC Award Tahun 2024

    Pemerintah Kota Sukabumi Kembali Meraih Penghargaan UHC Award Tahun 2024

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, menerima langsung penghargaan UHC (Universal Health Coverage) Awards 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, di Jakarta, Kamis, (08/08/2024). Penghargaan ini sebagai bentuk, apresiasi atas pencapaian Kota Sukabumi dalam mendukung program BPJS Kesehatan untuk mencapai cakupan kesehatan semesta (UHC). Acara ini dihadiri […]

  • Pasca Bencana, Musrenbang Kelurahan Sriwidari Kota Sukabumi, Prioritaskan 70 Persen Kegiatan Fisik

    Pasca Bencana, Musrenbang Kelurahan Sriwidari Kota Sukabumi, Prioritaskan 70 Persen Kegiatan Fisik

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Kelurahan Sriwidari memprioritaskan 70 persen untuk perencanaan pembangunan tahun 2026 akan di gunakan untuk kegiatan fisik. Hal itu terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Sriwidari, Kecamatan Gunungpuyh, Kota Sukabumi. Rabu, (11/12/2024). Lurah Sriwidari, Hedi Darman mengungkapkan, Musrenbang tingkat keluarahan merupakan hasil rembug dari para RT, RW, LPM dan para tokoh. Dimana, hasil […]

  • Ngabuburit Sambil Olahraga, di Balai Kota Bandung

    Ngabuburit Sambil Olahraga, di Balai Kota Bandung

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Balai Kota Bandung, Jalan Wastukacana, Minggu, 31 Maret 2024 petang diramaikan komunitas olahraga yang tergabung dalam Spartan Komando (Sparko). Sekitar 150 anggota komunitas ini ngabuburit alias menunggu bedug azan Maghrib sambil berolahraga di Balai Kota Bandung. Kegiatan kali ini spesial karena hadir langsung Letkol Eka Wira Dharmawan alias King Sparko. Perwira TNI […]

  • Pasca Pelantikan,  Mahasiswa Kepung Kantor Pemkot dan DPRD Kota Sukabumi

    Pasca Pelantikan, Mahasiswa Kepung Kantor Pemkot dan DPRD Kota Sukabumi

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Pasca pelantikan DPRD Kota Sukabumi periode 2019-2024, puluhan mahasiswa melakukan aksi unjukrasa di Balai Kota Pemkot Sukabumi dan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Senin siang (02/09/19). Massa aksi tersebut, terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (HIMASI). Berdasarkan pantaua […]

  • Suami Meninggal Akibat Pelayanan RS, Keluarga Eks Pasien Gugat RS Melinda 2 Di PN Bandung

    Suami Meninggal Akibat Pelayanan RS, Keluarga Eks Pasien Gugat RS Melinda 2 Di PN Bandung

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id –  Rumah Sakit Melinda 2 Bandung digugat melakukan Perbuatan Melawan Hukum oleh keluarga eks pasiennya alm dr. Miftahurachman, Sp. PD., KEMD., M. Kes., FINASIM. Gugatan ini digelar di Pengadilan Negeri Bandung sebagaimana dalam perkara nomor 171/ Pdt.G/202 PN Bdg. Gugatan ditujukan kepada dr. Ancilla Lina L., M.M., M.Kes., M.HKes., selaku Direktur Utama Rumah […]

expand_less