Wali Kota Lepas 50 CPMI Kerja Ke luar Negeri
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- visibility 221
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi resmi melepas 50 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk bekerja ke luar negeri, Kamis (16/4/2026), di Balai Kota Sukabumi. Program ini digadang-gadang sebagai salah satu langkah strategis menekan angka pengangguran di daerah, sekaligus membuka akses kerja global bagi warga.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Punjul Saepul Hayat.
Wali Kota Ayep Zaki menegaskan, kesempatan bekerja ke luar negeri tidak boleh disia-siakan oleh para peserta. Menurutnya, program ini bukan sekadar penempatan tenaga kerja, tetapi juga investasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kesempatan ini tidak selalu datang dua kali. Manfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kapasitas diri,” ujar Ayep.
Ia juga menekankan, pengiriman tenaga kerja migran merupakan bagian dari kebijakan daerah dalam memperluas lapangan kerja di tengah keterbatasan peluang kerja lokal. Namun, ia turut mendorong adanya kontribusi sosial dari para pekerja migran.
“Kami mengajak untuk berpartisipasi dalam membangun ekosistem kebaikan, salah satunya melalui wakaf satu persen dari penghasilan,” katanya.

Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menjelaskan bahwa keberangkatan para CPMI akan dilakukan secara bertahap mulai 20 April 2026 ke sejumlah negara tujuan. Program ini merupakan bagian dari inisiatif “Bestari (Be Star International)” yang dirancang untuk mengurangi pengangguran.
“Ini mewakili tujuh kecamatan, dengan jumlah terbanyak dari Warudoyong dan Cibeureum. Ke depan, kami ingin memfasilitasi lebih banyak lagi warga agar bisa mengakses peluang kerja global,” jelasnya.
Ia berharap para CPMI tidak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga mampu membawa perubahan positif saat kembali ke daerah asal.
“Harapannya mereka pulang menjadi pribadi yang lebih terbuka, disiplin, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan lingkungannya,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan LPK Dwi Tunggal Jaya Abadi, Asep Sugiharto, mengungkapkan bahwa para CPMI akan ditempatkan di sektor perhotelan dan restoran di negara seperti Kuwait dan Turki.
“Untuk Kuwait ada pekerjaan di restoran dan hotel seperti housekeeping, waitress, dan spa therapist. Untuk Turki fokus di perhotelan,”pungkasnya. ardan/wan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar