Breaking News
Trending Tags

Program 12 PAS Sasar Warga Miskin Ekstrem, Pemkot Sukabumi Salurkan Bantuan di Dua Kelurahan

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menyalurkan bantuan bagi warga yang mengalami kemiskinan ekstrem melalui program Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah (12 PAS). Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Wali Kota Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana di Kelurahan Karangtengah dan Kelurahan Karamat, Rabu (11/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, kepala daerah bersama jajaran pemerintah daerah mendatangi sekitar 10 titik lokasi untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial, Camat Gunungpuyuh, Lurah Karangtengah, Lurah Karamat, serta perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan pihak perbankan yang ikut mendukung penyaluran bantuan sosial tersebut.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.

“Pada hari ini kami bersama Wakil Wali Kota dan jajaran pemerintah mengunjungi sekitar 10 titik untuk memberikan bantuan secara langsung kepada warga yang mengalami kemiskinan ekstrem,” ujar Ayep.

Ia juga mengapresiasi kekompakan dan sinergi aparatur wilayah serta masyarakat di Kelurahan Karangtengah dan Karamat yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima, terutama untuk mendukung kebutuhan produktif.

“Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung usaha atau kebutuhan produktif sehingga dapat membantu mengatasi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” kata Bobby.

Ayep menegaskan, Pemerintah Kota Sukabumi memiliki komitmen untuk terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara bertahap. Menurutnya, keterbatasan yang ada tidak boleh menjadi penghalang bagi pemerintah untuk tetap berpikir dan bertindak produktif demi kesejahteraan masyarakat.

“Dari Sukabumi untuk Indonesia, menuju Sukabumi yang semakin bercahaya,” pungkasnya.ardan/wan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Tambah 4 Sekolah Lansia

    Pemkot Bandung Tambah 4 Sekolah Lansia

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menambah empat sekolah lansia di tingkat kecamatan. Total kini sudah ada delapan sekolah di delapan kecamatan di Kota Bandung. Empat sekolah lansia baru tersebut di kecamatan Lengkong, Bandung Wetan, Sumur Bandung dan Astananyar. Sebelumnya, empat sekolah lansia sudah lebih dulu ada yaitu di Kecamatan Antapani, Sukajadi, Ujungberung […]

  • Tingkatkan Layanan, Pemkot Bandung Genjot Nilai SPBE

    Tingkatkan Layanan, Pemkot Bandung Genjot Nilai SPBE

    • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan mencapai nilai 3,7 pada penilaian indeks sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) Kota Bandung tahun 2022 ini. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat pun semakin meningkat. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana, pada rapat koordinasi terkait SPBE dengan stakeholder terkait, di Balai […]

  • Stok Darah di PMI Kota Bandung Menipis

    Stok Darah di PMI Kota Bandung Menipis

    • calendar_month Jumat, 19 Jan 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung mengabarkan, jumlah stok darah di Kota Bandung saat ini mulai menipis. Dari yang biasanya bisa mencapai 500 labu per hari, kini hanya tersedia setengahnya. Kepala Bidang Pelayanan Markas PMI Kota Bandung, Harry Hardiawan menyampaikan, kondisi ini kerap terjadi setiap tahun, biasanya terjadi sekitar bulan Desember – […]

  • Politisi Golkar DPRD Terpilih akan Terus Kawal Program Pembangunan di Kota Bandung

    Politisi Golkar DPRD Terpilih akan Terus Kawal Program Pembangunan di Kota Bandung

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Politisi Senior Partai Golkar DPRD Kota Bandung, DR.Ir H. Yuniarso Ridwan SH MH, M.Si ,dalam masa jabatan Periode 2024 ‘2029 akan terus mengawal pembangunan Kota Bandung sampai akhir masa jabatan. melalui program-program kerja yang selama dijalankan. Bahkan jelang masa akhir jabatannya telah menyelesaikan antara lain pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan […]

  • Disdik Jabar Menjamin Biaya Siswa KETM,  Semua Anak Punya Hak Pendididkan Yang Sama

    Disdik Jabar Menjamin Biaya Siswa KETM, Semua Anak Punya Hak Pendididkan Yang Sama

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    BANDUNG,MBInews.id –  Disdik Jabar menjamin Siswa Keluarga  tidak mampu KETM yang gagal dalam (PPDB) 2019 akan dibebaskan dari iuran bulanan dan sumbangan pendidikan disekolah swasta  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika, menyatakan semua anak mendapatkan hak pendidikan yang sama, termasuk siswa Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) yang tidak diterima dalam Penerimaan Peserta Didik […]

  • Dua Bulan Deflasi, TPID Kota Sukabumi Lakukan Pengawasan

    Dua Bulan Deflasi, TPID Kota Sukabumi Lakukan Pengawasan

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    SUKABUMI- Kota Sukabumi alami deflasi di bulan Agustus sebesar 0,22 persen. Deflasi juga terjadi di bulan sebelumnya (Juli) dengan nilai 0,06 persen. Melihat kondisi tersebut, membuat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat mewaspadai. Sebab, adanya deflasi bisa saja akan menyebabkan terjadinya resesi ekonomi.”Ya, kita tetap mewaspadai, adanya deflasi di dua bulan secara berturut-turut,”ungkap Sekretaris TPID […]

expand_less