Breaking News
Trending Tags

Gedong Cai Tjibadak, Umur Seabad Jadi Sumber Air Masyarakat Bandung, Simak Sejarahnya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 6 Jan 2022
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Air merupakan sumber kehidupan. Bicara soal air, Kota Bandung punya satu sumber air yang sudah ada sejak 1921.

Namanya Gedong Cai Tjibadak yang terletak di Kelurahan Ledeng, Bandung.

Perlu waktu setengah jam dari pusat kota untuk sampai ke sini. Aksesnya melalui samping Terminal Ledeng dan bisa dilewati oleh sepeda motor atau berjalan kaki.

Humas Bandung mengunjungi Kawasan Gedong Cai, Kamis 6 Januari 2022. Sepekan sebelumnya, Gedong Cai Tjibadak baru saja merayakan ulang tahun ke-100.

Ya, walau usianya satu dekade namun sampai saat ini Gedong Cai Tjibadak masih jadi salah satu sumber mata air bagi masyarakat Kota Bandung.

Yadi Supriyadi selaku Ketua Yayasan CAI (kelompok masyarakat yang merawat kawasan Gedong Cai Tjibadak) mengisahkan, Gedong Cai Tjibadak dibangun di era Wali Kota Bandung pertama, Bertus Coops.

Pembangunan sumber air ini berawal dari pencetusan Bandung yang diproyeksikan menjadi ibu kota Hindia Belanda saat itu.

Informasi lainnya menyebut sumber air ini dibangun saat Pemerintah Hindia Belanda kala itu sedang berhadapan dengan wabah kolera.

Hadirnya Gedong Cai Tjibadak juga merupakan upaya Pemerintah Bandung kala itu menyediakan air bersih buat masyarakat.

Filosofi nama Tjibadak itu sendiri berangkat dari nama cai badag dalam bahasa Sunda, alias air yang besar dalam bahasa Indonesia.

Namun, ada pula sumber yang menyebut penamaan Cibadak berasal dari kondisi di kawasan ini yang dulunya dihuni badak.

Kabarnya, nama wilayah Ledeng juga berawal dari istilah Waterleiding di era kolonial Belanda. Waterlaiding itu sendiri berarti air yang besar.

Kehebatan dan anugerah Gedong Cai Tjibadak tercermin dari limpahan air yang banyak. Saat itu, Gedong Cai Tjibadak menghasilkan debit air 50 liter per-detik.

Jumlah ini menurut Yadi mengalami surplus. Hanya perlu 20 persen saja jumlah air di sini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bandung.

Pada perjalanannya, Gedong Cai Tjibadak terus menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kota Bandung.

Waktu silih berganti, hingga memasuki dekade 2010-an, debit air di Gedong Cai Tjibadak menyusut cukup jauh, hingga 18 liter per detik.

Penurunan ini kemudian jadi konsen Pemerintah Kota Bandung beserta masyarakat untuk sama-sama melakukan konservasi.

Secara bertahap, kolaborasi Pemkot dan masyarakat pun dibangun. Akses menuju Gedong Cai diperbaiki, demikian pula sumber airnya.

“Konservasi tersebut berbuah hasil. Debit air yang menyusut sampai 18 liter, kini menjadi 22 liter,” terang Yadi.

Peningkatan ini tidak lantas membuat pemerintah dan masyarakat terlena. Kolaborasi menjaga alam di kawasan Gedong Cai Tjibadak terus dijalankan.

Demikian pula sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, bahwa Kota Bandung punya sumber air yang usianya satu dekade.

Dalam kesempatan yang sama, Lurah Ledeng, Budi Prasetio menuturkan, Gedong Cai jadi suatu kebanggaan bagi Kelurahan Ledeng. Apalagi bangunan tersebut bersejarah dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kota Bandung, “Di sini banyak potensi yang kita miliki,” terang Budi.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan saat ini upaya Pemkot Bandung lewat Kelurahan dalam menjaga kawasan ini antara lain dengan merevitalisasinya.

Bangunan yang kini menjadi kawasan heritage tersebut dipagar dan dijaga agar tidak mudah tersentuh.

Demikian pula cat dan bangunannya yang dikembalikan seperti tampilan awal di zaman kolonial Belanda.

Sebagai informasi, ulang tahun ke-100 Gedong Cai Tjibadak dihadiri pula oleh Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana pada 29 Desember 2021 silam.

Dalam kesempatan tersebut, Yana mengapresiasi seluruh pihak yang sama-sama menjaga hingga Gedong Cai Tjibadak berusia 100 tahun.

Ia berpesan agar konservasi tersebut terus dijaga dengan baik. Mulai dari pemanfaatan lahan, ruang untuk habitat flora dan fauna.

“Terutama pengamanan aset, juga fungsi seke sebagai mata air di tempat ini. Mudah-mudahan kembali memberikan sumber air baku bisa dimanfaatkan kepada warga Kota Bandung,” ujar Yana saat menghadiri acara ulang tahun ke-100 Gedong Cai Tjibadak.

Budi berharap selebrasi 100 tahun Gedong Cai Tjibadak bukan sekadar selebrasi belaka. Ia berharap sumber air ini dapat menjadi sumber kehidupan masyarakat Bandung tanpa henti.

“Semoga terus mengalir dan anak-cucu kita bisa ketemu di 100 tahun dan 100 tahun ke depan,” tutur Budi.(ray)**

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bank bjb Semakin Ekspansif Salurkan Dana PEN

    bank bjb Semakin Ekspansif Salurkan Dana PEN

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id- bank bjb terus mengakselerasi penyaluran dana stimulus percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diberikan pemerintah untuk mendorong laju perekonomian di berbagai daerah. Dalam kurun waktu kurang dari 1 (satu) bulan sejak dana PEN ditempatkan, bank bjb telah menyalurkan porsi pendanaan sebesar 32% dari total leverage dana PEN sebesar Rp5 triliun atau 2 (dua) […]

  • Walikota Bandung : Aset Daerah Diamankan, Satwa Diselamatkan

    Walikota Bandung : Aset Daerah Diamankan, Satwa Diselamatkan

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Bandung,Mbinews – Pemerintah menegaskan kehadiran negara dalam menjaga aset daerah sekaligus menyelamatkan satwa melalui pengamanan Barang Milik Daerah (BMD) Kebun Binatang Bandung. Langkah ini dilakukan menyusul pengosongan aktivitas Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) serta pencabutan izin Lembaga Konservasi YMT oleh Menteri Kehutanan. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Prof. Dr. Satyawan […]

  • Dicecar 26 Pertayaan Oleh Penyidik, Irfan Anak Bupati Majalengka Resmi Ditahan

    Dicecar 26 Pertayaan Oleh Penyidik, Irfan Anak Bupati Majalengka Resmi Ditahan

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Majalengka, MBinews.id –  Irfan Nur Alam  anak Bupati dan Juga PNS Lingkungan Pemkab Majalengka , Resmi  ditahan Usai ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan  setelah di cecar 26 pertayaan oleh penyidik. Kapolres Majalengka AKBP Mariyono menyebutkan penahanan Irfan dilakukan pada pukul 00.10 WIB, hasil pemeriksaan yang dilakukan Sat Reskrim Polres Majalengka (16/11/2019). Irfan dicecar 26 pertanyaan […]

  • Komisi I DPRD Jawa Barat Respon Keluhan Guru Honorer terkait Kuota PPPK

    Komisi I DPRD Jawa Barat Respon Keluhan Guru Honorer terkait Kuota PPPK

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Kota Bandung, Mbinews.id – Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat menerima audiensi Forum Guru Honorer Provinsi (FGHP) Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah XI Jabar. Audiensi diterima langsung oleh Sekretaris Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Sadar Muslihat. Sadar Muslihat menjelaskan, audiensi dengan FGHP KCD Wilayah XI Jabar membahas masalah usulan kuota PPPK […]

  • Pemerintah Kota Sukabumi Raih Penghargaan Peringkat ke-1 PPKM Award 2023

    Pemerintah Kota Sukabumi Raih Penghargaan Peringkat ke-1 PPKM Award 2023

    • calendar_month Senin, 20 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi kembali mendapatkan penghargaan bergengsi yang diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Kali ini, penghargaan yang diterima langsung oleh Wali Kota Sukabumi tersebut, merupakan penghargaan kategori terbaik ke-1 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Award tahun 2023. Kota Sukabumi dinilai pantas mendapatkan penghargaan yang diselengggarakan pemerintah pusat dalam […]

  • Kang Edwin Serahkan Bantuan Seragam, Dorong Sinergi MUI dan Pemerintah di Bandung Kidul

    Kang Edwin Serahkan Bantuan Seragam, Dorong Sinergi MUI dan Pemerintah di Bandung Kidul

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 66
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews  – Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, yang akrab disapa Kang Edwin, mendorong optimalisasi peran dan fungsi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bandung Kidul agar semakin aktif dalam pembinaan umat dan menjaga kondusivitas sosial masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi serta penyerahan simbolis bantuan seragam kepada jajaran MUI Kecamatan Bandung […]

expand_less