Pemkot Sukabumi Gelar Diplomatic Forum, Dorong Kerjasam Internasioanl di Berbagi Sektor
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
- visibility 108
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menggelar The Diplomatic Forum pada 21–22 April 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah duta besar dari berbagai negara, untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, kesehatan, budaya, dan investasi.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan, forum ini menjadi langkah strategis dalam membuka peluang kolaborasi global.
“Ini menjadi jembatan persahabatan antarbangsa serta membuka wawasan generasi muda agar memiliki perspektif global,” ujarnya saat menerima para tamu di Balai Kota Sukabumi, Selasa (21/4/2026).
Pada hari pertama, para duta besar disambut di Balai Kota sebelum melakukan kunjungan ke SMP Negeri 1 Kota Sukabumi. Di lokasi tersebut, pemerintah kota memperkenalkan program penguatan pendidikan, termasuk rencana kerja sama pengiriman guru ke negara mitra selama satu tahun.
Ayep juga menegaskan, Kota Sukabumi adalah kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi, keberagaman, dan persahabatan.

“Kepada para guru dan siswa, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Kehadiran para duta besar adalah kesempatan langka untuk belajar langsung tentang dunia internasional, budaya yang beragam, serta pentingnya membangun komunikasi global,” pesanya.
Perwakilan duta besar Meksiko, Francisco de la Torre Galindo, menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan Pemkot Sukabumi.
“Saya merasa sangat senang dan bangga berada di sini. Kota ini memiliki suasana yang hangat dan lingkungan pendidikan yang inspiratif,” katanya.
Selain pendidikan, para delegasi juga diperkenalkan pada konsep Tolerance City di kawasan Secret Village, yang menampilkan keberagaman budaya, kuliner lokal, serta produk UMKM. Kota Sukabumi diketahui menempati peringkat enam kota toleran di Indonesia dan tertinggi di Jawa Barat.
Di sektor kesehatan, rombongan mengunjungi RSUD R. Syamsudin, S.H. untuk melihat langsung inovasi layanan terapi stem cell hasil kerja sama dengan SCCR Indonesia. Teknologi ini dikembangkan sebagai metode pengobatan regeneratif untuk berbagai penyakit kronis.
The Diplomatic Forum akan dilanjutkan dengan agenda diskusi dan penguatan kerja sama pada hari kedua, sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring internasional dan meningkatkan daya saing daerah di tingkat global.ardan/wan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar