Sekda Jabar: Kinerja Ekonomi Kreatif Dongkrak Pembangunan Kota Sukabumi
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
- visibility 127
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI-Mbinews.id- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (pemprov Jabar) menilai Kota Sukabumi menunjukkan kemajuan signifikan dalam pembangunan, ditopang penguatan sektor ekonomi kreatif dan perbaikan sejumlah indikator makro daerah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Sukabumi, Rabu (1/4/2026).
“Kota Sukabumi memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi kreatif. Ini tercermin dari Indeks Kota Kreatif yang meningkat menjadi 88,53 pada 2026, dari 87,86 pada 2024,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Herman, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 7 persen pada 2024 menjadi kisaran 6,35–7,02 persen pada 2025 dan ditargetkan turun menjadi 6 persen pada 2026.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka relatif terkendali di angka 8 persen pada 2024, dengan kisaran 7,84–8,54 persen pada 2025 dan ditargetkan tetap berada di level tersebut pada 2026.
Dari sisi kualitas hidup, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 77,69 pada 2024 menjadi 78,19 pada 2025 dan kembali naik menjadi 78,31 pada 2026. Indeks pendidikan juga mengalami kenaikan dari 72,43 pada 2024 menjadi 73,63 pada 2025 dan mencapai 74,41 pada 2026.
“Peningkatan ini menunjukkan arah pembangunan yang semakin baik, termasuk dari sisi kelayakan huni kota,” kata Herman.

Wali Kota Sukabumi periode 2013–2018, Mohamad Muraz
Dalam rapat tersebut, aspirasi masyarakat turut disampaikan oleh mantan Wali Kota Sukabumi periode 2013–2018, Mohamad Muraz. Ia menekankan pentingnya optimalisasi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta kesinambungan kebijakan.
“Program yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti bantuan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu, harus terus dijaga keberlanjutannya,” ujarnya.
Di sisi lain, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengakui adanya tantangan dalam pembangunan daerah, terutama akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki
“Meski menghadapi keterbatasan fiskal, kami tetap berkomitmen meningkatkan kualitas layanan publik,” kata Ayep.
Salah satu upaya yang dilakukan, lanjutnya, adalah menghadirkan layanan perawatan penyakit kanker di RSUD R. Syamsudin SH sebagai bagian dari peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Pemkot Sukabumi berharap, berbagai capaian tersebut dapat menjadi landasan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan ke depan.ardan/wan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar