Breaking News
Trending Tags

Komunitas, Akademisi, dan Legislator Bersatu Tolak Konversi Lahan Hijau Bandung Raya

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 382
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG,Mbinews  – Kekhawatiran terhadap semakin masifnya alih fungsi lahan di Cekungan Bandung mendorong lahirnya gerakan kolaboratif yang memadukan seni, budaya, dan advokasi lingkungan.

Melalui program Green Folk Harmony: Sunda Nata Alam, komunitas Siwarloka bersama Bumi Sora dan The Lodge Maribaya mengajak masyarakat untuk turut menjaga keseimbangan ekologis Bandung Raya yang kian terancam oleh pembangunan yang tidak terkendali.

Program yang diperkenalkan pada pertengahan Juni 2026 ini menjadi wadah pertemuan komunitas, akademisi, seniman, aktivis lingkungan, hingga para pemangku kebijakan untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kawasan resapan air dan lahan pertanian yang selama ini menjadi penyangga kehidupan masyarakat.

Founder Bumi Sora, Rahman Fauzi, menilai kondisi lingkungan di Cekungan Bandung sudah berada dalam situasi yang memerlukan perhatian serius. Menurutnya, ekspansi pembangunan yang terus berlangsung telah mengorbankan banyak lahan produktif yang selama ini berfungsi menjaga keseimbangan alam.

“Terjadi pembabatan lahan dalam skala besar di berbagai wilayah, termasuk di Pangalengan. Fenomena ini menjadi alarm bagi kita semua. Melalui Green Folk Harmony, kami ingin menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi kekuatan sosial untuk membela tanah, lingkungan, dan masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan penyelenggara, dalam dua dekade terakhir lebih dari 40 persen kawasan resapan air dan ruang terbuka hijau di Bandung Raya telah beralih fungsi menjadi kawasan permukiman, industri, maupun infrastruktur komersial.

Dampaknya mulai dirasakan masyarakat melalui meningkatnya risiko banjir, kekeringan, hingga menurunnya kualitas lingkungan hidup.

Co-Founder Bumi Sora, Dhean Salvez, menegaskan bahwa persoalan alih fungsi lahan tidak hanya berdampak pada aspek ekologis, tetapi juga mengancam identitas budaya masyarakat Sunda.

“Ketika sawah dan lahan pertanian hilang, yang lenyap bukan hanya ruang hijau, tetapi juga sejarah, budaya, dan kedaulatan pangan masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen membangun kolaborasi antara komunitas, petani, seniman, dan generasi muda agar isu ini menjadi perhatian bersama,” katanya.

Mengusung tema “Sunda Nata Alam” atau Sunda Menata Alam, Green Folk Harmony dirancang melalui tiga pilar utama, yakni revitalisasi pengetahuan ekologi lokal, kampanye publik terkait dampak alih fungsi lahan, serta advokasi kebijakan untuk perlindungan kawasan resapan air dan lahan pertanian.

Dukungan terhadap gerakan ini datang dari berbagai kalangan, termasuk legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Yadi Supriadi, menilai kehadiran Green Folk Harmony menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk lebih serius dalam menegakkan regulasi perlindungan lahan.

“Peraturan mengenai perlindungan lahan pertanian sebenarnya sudah tersedia. Namun tantangannya ada pada implementasi. Gerakan seperti ini menjadi energi positif sekaligus tekanan moral agar perlindungan terhadap lahan produktif benar-benar dijalankan,” ujarnya.

Sementara itu, Owner The Lodge Maribaya, Heni Smith, menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan sektor pariwisata.
“

Alam adalah aset terbesar yang harus dijaga. Kami percaya ketika masyarakat semakin dekat dengan alam, maka kepedulian untuk melindunginya juga akan semakin kuat,” katanya.

Komitmen serupa juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Dr. Rm Imam Tunggara, yang menegaskan pentingnya menjaga kawasan penyangga Cekungan Bandung melalui penguatan regulasi tata ruang dan perlindungan kawasan lindung.

Di sisi akademik, Dekan FISIP Universitas Pasundan, Dr. Kunkurat, M.Si, menilai persoalan alih fungsi lahan merupakan isu multidimensi yang tidak bisa dipandang hanya sebagai masalah lingkungan semata.

“Alih fungsi lahan adalah persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Karena itu, kampus harus hadir sebagai bagian dari gerakan moral dan intelektual untuk mengawal kebijakan yang lebih berpihak pada keberlanjutan,” tegasnya.

Ketua Pelaksana Green Folk Harmony, Nabil Jabar, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk deklarasi generasi muda dalam memperjuangkan masa depan lingkungan Cekungan Bandung.

“Kami ingin mewarisi alam yang sehat, budaya yang tetap hidup, dan masyarakat yang berdaya. Green Folk Harmony bukan sekadar festival, melainkan gerakan yang lahir dari kepedulian terhadap masa depan Bandung Raya,” ujarnya.

Sebagai puncak kegiatan, Green Folk Harmony akan menggelar forum terbuka yang mempertemukan komunitas lokal, akademisi, dan pemerintah daerah untuk merumuskan rekomendasi kebijakan perlindungan lahan. Hasil forum tersebut akan dituangkan dalam deklarasi bersama dan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN sebagai bentuk kontribusi masyarakat sipil dalam menjaga kelestarian Cekungan Bandung.

Gerakan ini menjadi pengingat bahwa penyelamatan lingkungan tidak hanya dilakukan melalui regulasi dan penegakan hukum, tetapi juga melalui kekuatan budaya, pendidikan, dan kesadaran kolektif masyarakat. Di tengah laju pembangunan yang terus meningkat, Green Folk Harmony hadir membawa pesan bahwa masa depan Cekungan Bandung harus dijaga bersama sebelum terlambat.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT KE-74 TNI, Pemkot Bandung Siap Bersinergi Dengan TNI

    HUT KE-74 TNI, Pemkot Bandung Siap Bersinergi Dengan TNI

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung, Oded. M. Danial berharap Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus dapat manunggal bersama rakyat, khususnya warga Kota Bandung. Kemanunggalan TNI dengan rakyat menjadi modal pembangunan di Kota Bandung. “Mudah-mudahan TNI sebagai institusi yang bertugas mengamankan negara dan lahir dari rakyat bisa terus manunggal,” kata Oded usai menghadiri upacara peringatan Hari […]

  • Dinas Pol PP dan Damkar Kota Sukabumi Terus Gencar Perangi Rokok Ilegal

    Dinas Pol PP dan Damkar Kota Sukabumi Terus Gencar Perangi Rokok Ilegal

    • calendar_month Kamis, 30 Nov 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Dinas Sat Pol PP dan Damkar Kota Sukabumi terus gencar memerangi peredaran rokok ilegal. Bahkan, para petugas dari sebagian besar bernaggotakan Sat Pol PP tersebut, jauh-jauh hari sudah dibekali ilmu melalui pelatihan untuk menghimpun informasi mengenai lokasi peredaran rokok yang tidak memiliki cukai asli. “Kita sudah bentuk tim, yang sebelumnya sudah diberikan pelatihan dulu,”ujar […]

  • Damas: Pernyataan Arteria Dahlan, Bisa Memicu Perpecahan

    Damas: Pernyataan Arteria Dahlan, Bisa Memicu Perpecahan

    • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Menyusul adanya komentar salah satu Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan, tentang permintaannya kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mencopot seorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbicara menggunaakan Basa Sunda dalam rapat, ternyata mendapat sorotan tajam dari Ketua Daya Mahasiswa Sunda (Damas) Indra Lesmana Sidik. Menurutnya, Bahasa Sunda itu merupakan bahasa daerah yang diakui negara, […]

  • Menghadapi Idul Adha 1441 H, DKP3 Kota Sukabumi Lakukan Pemantauan Peternakan Hewan Kurban

    Menghadapi Idul Adha 1441 H, DKP3 Kota Sukabumi Lakukan Pemantauan Peternakan Hewan Kurban

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Menghadapi Idul Adha 1441 hijriah bulan depan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi terus melakukan pemantauan kebeberapa peternakan hewan kurban. Pemantauan itu tentunya untuk mendorng para peternak menyiapkan hewan kurbanya untuk memenuhi permintaan. “Belum lama ini kami telah mendatangi tiga lokasi peternakan yang berlokasi di Subangjaya, Baros, dan Cikundul,”ujar […]

  • Ini Kata Pedagang Setelah 7 Tahun Menanti Pasar Pelita

    Ini Kata Pedagang Setelah 7 Tahun Menanti Pasar Pelita

    • calendar_month Minggu, 12 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Setelah bertahun-tahun menanti, Mesyana Melinda (27) merasa terharu dan bahagia, karena ia merupakan salah satu perwakilan pedagang pasar, yang menerima serah terima kunci kios Pasar Pelita Kota Sukabumi. “Saya sangat senang, karena setelah kurang lebih selama 7 tahun menunggu, akhirnya tak lama lagi kami pedagang, bisa mulai berjualan di Pasar Pelita ini,” […]

  • Achmad Nugraha Dukung Anak Muda Bandung Asah Keterampilan dan Berdaya Saing

    Achmad Nugraha Dukung Anak Muda Bandung Asah Keterampilan dan Berdaya Saing

    • calendar_month Rabu, 21 Jun 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, H. Achmad Nugraha, D.H., S.H., membuka Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja di Bidang Barista bersama Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Selasa, (20/6/2023). Pelatihan kali ini merupakan hasil dari serapan masa reses Achmad Nugraha yang bekerjasama dengan Disnaker Kota Bandung untuk menciptakan tenaga kerja yang profesional […]

expand_less