Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Komunitas, Akademisi, dan Legislator Bersatu Tolak Konversi Lahan Hijau Bandung Raya

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 386
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG,Mbinews  – Kekhawatiran terhadap semakin masifnya alih fungsi lahan di Cekungan Bandung mendorong lahirnya gerakan kolaboratif yang memadukan seni, budaya, dan advokasi lingkungan.

Melalui program Green Folk Harmony: Sunda Nata Alam, komunitas Siwarloka bersama Bumi Sora dan The Lodge Maribaya mengajak masyarakat untuk turut menjaga keseimbangan ekologis Bandung Raya yang kian terancam oleh pembangunan yang tidak terkendali.

Program yang diperkenalkan pada pertengahan Juni 2026 ini menjadi wadah pertemuan komunitas, akademisi, seniman, aktivis lingkungan, hingga para pemangku kebijakan untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kawasan resapan air dan lahan pertanian yang selama ini menjadi penyangga kehidupan masyarakat.

Founder Bumi Sora, Rahman Fauzi, menilai kondisi lingkungan di Cekungan Bandung sudah berada dalam situasi yang memerlukan perhatian serius. Menurutnya, ekspansi pembangunan yang terus berlangsung telah mengorbankan banyak lahan produktif yang selama ini berfungsi menjaga keseimbangan alam.

“Terjadi pembabatan lahan dalam skala besar di berbagai wilayah, termasuk di Pangalengan. Fenomena ini menjadi alarm bagi kita semua. Melalui Green Folk Harmony, kami ingin menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi kekuatan sosial untuk membela tanah, lingkungan, dan masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan penyelenggara, dalam dua dekade terakhir lebih dari 40 persen kawasan resapan air dan ruang terbuka hijau di Bandung Raya telah beralih fungsi menjadi kawasan permukiman, industri, maupun infrastruktur komersial.

Dampaknya mulai dirasakan masyarakat melalui meningkatnya risiko banjir, kekeringan, hingga menurunnya kualitas lingkungan hidup.

Co-Founder Bumi Sora, Dhean Salvez, menegaskan bahwa persoalan alih fungsi lahan tidak hanya berdampak pada aspek ekologis, tetapi juga mengancam identitas budaya masyarakat Sunda.

“Ketika sawah dan lahan pertanian hilang, yang lenyap bukan hanya ruang hijau, tetapi juga sejarah, budaya, dan kedaulatan pangan masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen membangun kolaborasi antara komunitas, petani, seniman, dan generasi muda agar isu ini menjadi perhatian bersama,” katanya.

Mengusung tema “Sunda Nata Alam” atau Sunda Menata Alam, Green Folk Harmony dirancang melalui tiga pilar utama, yakni revitalisasi pengetahuan ekologi lokal, kampanye publik terkait dampak alih fungsi lahan, serta advokasi kebijakan untuk perlindungan kawasan resapan air dan lahan pertanian.

Dukungan terhadap gerakan ini datang dari berbagai kalangan, termasuk legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Yadi Supriadi, menilai kehadiran Green Folk Harmony menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk lebih serius dalam menegakkan regulasi perlindungan lahan.

“Peraturan mengenai perlindungan lahan pertanian sebenarnya sudah tersedia. Namun tantangannya ada pada implementasi. Gerakan seperti ini menjadi energi positif sekaligus tekanan moral agar perlindungan terhadap lahan produktif benar-benar dijalankan,” ujarnya.

Sementara itu, Owner The Lodge Maribaya, Heni Smith, menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan sektor pariwisata.
“

Alam adalah aset terbesar yang harus dijaga. Kami percaya ketika masyarakat semakin dekat dengan alam, maka kepedulian untuk melindunginya juga akan semakin kuat,” katanya.

Komitmen serupa juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Dr. Rm Imam Tunggara, yang menegaskan pentingnya menjaga kawasan penyangga Cekungan Bandung melalui penguatan regulasi tata ruang dan perlindungan kawasan lindung.

Di sisi akademik, Dekan FISIP Universitas Pasundan, Dr. Kunkurat, M.Si, menilai persoalan alih fungsi lahan merupakan isu multidimensi yang tidak bisa dipandang hanya sebagai masalah lingkungan semata.

“Alih fungsi lahan adalah persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Karena itu, kampus harus hadir sebagai bagian dari gerakan moral dan intelektual untuk mengawal kebijakan yang lebih berpihak pada keberlanjutan,” tegasnya.

Ketua Pelaksana Green Folk Harmony, Nabil Jabar, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk deklarasi generasi muda dalam memperjuangkan masa depan lingkungan Cekungan Bandung.

“Kami ingin mewarisi alam yang sehat, budaya yang tetap hidup, dan masyarakat yang berdaya. Green Folk Harmony bukan sekadar festival, melainkan gerakan yang lahir dari kepedulian terhadap masa depan Bandung Raya,” ujarnya.

Sebagai puncak kegiatan, Green Folk Harmony akan menggelar forum terbuka yang mempertemukan komunitas lokal, akademisi, dan pemerintah daerah untuk merumuskan rekomendasi kebijakan perlindungan lahan. Hasil forum tersebut akan dituangkan dalam deklarasi bersama dan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN sebagai bentuk kontribusi masyarakat sipil dalam menjaga kelestarian Cekungan Bandung.

Gerakan ini menjadi pengingat bahwa penyelamatan lingkungan tidak hanya dilakukan melalui regulasi dan penegakan hukum, tetapi juga melalui kekuatan budaya, pendidikan, dan kesadaran kolektif masyarakat. Di tengah laju pembangunan yang terus meningkat, Green Folk Harmony hadir membawa pesan bahwa masa depan Cekungan Bandung harus dijaga bersama sebelum terlambat.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satreskrim Polres Kota Sukabumi Tangkap Pelaku Penusukan Driver Ojol

    Satreskrim Polres Kota Sukabumi Tangkap Pelaku Penusukan Driver Ojol

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Pelaku penusukan terhadap driver online Taufik Hidayat (49) yang mengakibatkan meninggal Minggu (5/1/2020) kemarin, dilumpuhkan Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi Kota. Pihak Satreskrim tidak lama untuk menangkap pelaku, pasalnya pelaku DN (38) adalah pelaku spesialis pencurian dan kekerasan di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. “Ya, pelaku ini sering masuk keluar lapas. Bahkan […]

  • Awali Perjalanan 2021, Dongkrak Ekspansi KPR, bank bjb Jalin Kerja Sama Dengan Agen Properti

    Awali Perjalanan 2021, Dongkrak Ekspansi KPR, bank bjb Jalin Kerja Sama Dengan Agen Properti

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    JAKARTA, Bank bjb mengawali perjalanan tahun 2021 dengan menjalin kesepakatan-kesepakatan strategis bersama sejumlah pihak. Salah satu kesepakatan tersebut dijalin dengan PT Ray Propertindo (Ray White) sebagai salah satu agen properti berskala nasional untuk mendongkrak ekspansi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bank bjb. Kesepakatan antar kedua belah pihak diikat melalui perjanjian kerja sama (PKS) yang dilaksanakan pada […]

  • Pemkot Bandung Larang Tempat Hiburan Beroperasi Saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad

    Pemkot Bandung Larang Tempat Hiburan Beroperasi Saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengimbau kepada seluruh pelaku usaha pariwisata untuk menutup sementara kegiatan usahanya dalam rangka memperingati Hari Besar Keagamaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Hal itu menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota Bandung Nomor: 123-Disbudpar/2025. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menjelaskan, larangan ini berlaku […]

  • Body Rafting Citumang , Tingkatkan Semangat Dan Disiplin Kerja PWI Kota Bandung

    Body Rafting Citumang , Tingkatkan Semangat Dan Disiplin Kerja PWI Kota Bandung

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Meningkatkan semangat kerja Pwi Kota Bandung mendatangi  tempat pariwisata yang ada di pangandaran , Aktivitas body rafting di  citumang memiliki panjang sekitar 2,5 km, atau sekitar 2-3 jam waktu pengarungan. Body rafting citumang berlokasi di sungai ciwayang, Cigugur, Pangandaran.Selasa (24/9/19) Menurut intruktur Body rafting cituman wisata ini Mengatakan  Citumang Pangandaran adalah salah […]

  • Belum Berikan Lampu Hijau PTM Terbatas, Fahmi Berikan Alasan

    Belum Berikan Lampu Hijau PTM Terbatas, Fahmi Berikan Alasan

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Sukabumi terus melakukan proses verifikasi terhadap sekolah, terkait rencana diadakannya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah. Hal tersebut disampaikan langsung Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada Mbinews.di, Selasa (7/9/2021) siang. Fahmi mengatakan, kita masih menunggu proses verifikasi yang saat ini sedang dilakukan oleh tim verifikasi Dinas Pendidikan […]

  • Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Syahrir: Perlindungan Terhadap Nakes Harus Di Prioritaskan

    Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Syahrir: Perlindungan Terhadap Nakes Harus Di Prioritaskan

    • calendar_month Selasa, 13 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, Tenaga kesehatan saat ini memiliki peran yang sangat penting dalam melayani pasien khususnya yang terpapar virus Covid 19. Apalagi, hampir di seluruh wilayah di Indonesia penyebaran Covid 19 mengalami peningkatan, tidak terkecuali di Jawa Barat. Hal itu yang mendorong Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Syahrir SE., M.Ipol untuk memprioritaskan […]

expand_less