Breaking News
Trending Tags

Komunitas, Akademisi, dan Legislator Bersatu Tolak Konversi Lahan Hijau Bandung Raya

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 381
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG,Mbinews  – Kekhawatiran terhadap semakin masifnya alih fungsi lahan di Cekungan Bandung mendorong lahirnya gerakan kolaboratif yang memadukan seni, budaya, dan advokasi lingkungan.

Melalui program Green Folk Harmony: Sunda Nata Alam, komunitas Siwarloka bersama Bumi Sora dan The Lodge Maribaya mengajak masyarakat untuk turut menjaga keseimbangan ekologis Bandung Raya yang kian terancam oleh pembangunan yang tidak terkendali.

Program yang diperkenalkan pada pertengahan Juni 2026 ini menjadi wadah pertemuan komunitas, akademisi, seniman, aktivis lingkungan, hingga para pemangku kebijakan untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kawasan resapan air dan lahan pertanian yang selama ini menjadi penyangga kehidupan masyarakat.

Founder Bumi Sora, Rahman Fauzi, menilai kondisi lingkungan di Cekungan Bandung sudah berada dalam situasi yang memerlukan perhatian serius. Menurutnya, ekspansi pembangunan yang terus berlangsung telah mengorbankan banyak lahan produktif yang selama ini berfungsi menjaga keseimbangan alam.

“Terjadi pembabatan lahan dalam skala besar di berbagai wilayah, termasuk di Pangalengan. Fenomena ini menjadi alarm bagi kita semua. Melalui Green Folk Harmony, kami ingin menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi kekuatan sosial untuk membela tanah, lingkungan, dan masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan penyelenggara, dalam dua dekade terakhir lebih dari 40 persen kawasan resapan air dan ruang terbuka hijau di Bandung Raya telah beralih fungsi menjadi kawasan permukiman, industri, maupun infrastruktur komersial.

Dampaknya mulai dirasakan masyarakat melalui meningkatnya risiko banjir, kekeringan, hingga menurunnya kualitas lingkungan hidup.

Co-Founder Bumi Sora, Dhean Salvez, menegaskan bahwa persoalan alih fungsi lahan tidak hanya berdampak pada aspek ekologis, tetapi juga mengancam identitas budaya masyarakat Sunda.

“Ketika sawah dan lahan pertanian hilang, yang lenyap bukan hanya ruang hijau, tetapi juga sejarah, budaya, dan kedaulatan pangan masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen membangun kolaborasi antara komunitas, petani, seniman, dan generasi muda agar isu ini menjadi perhatian bersama,” katanya.

Mengusung tema “Sunda Nata Alam” atau Sunda Menata Alam, Green Folk Harmony dirancang melalui tiga pilar utama, yakni revitalisasi pengetahuan ekologi lokal, kampanye publik terkait dampak alih fungsi lahan, serta advokasi kebijakan untuk perlindungan kawasan resapan air dan lahan pertanian.

Dukungan terhadap gerakan ini datang dari berbagai kalangan, termasuk legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Yadi Supriadi, menilai kehadiran Green Folk Harmony menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk lebih serius dalam menegakkan regulasi perlindungan lahan.

“Peraturan mengenai perlindungan lahan pertanian sebenarnya sudah tersedia. Namun tantangannya ada pada implementasi. Gerakan seperti ini menjadi energi positif sekaligus tekanan moral agar perlindungan terhadap lahan produktif benar-benar dijalankan,” ujarnya.

Sementara itu, Owner The Lodge Maribaya, Heni Smith, menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan sektor pariwisata.
“

Alam adalah aset terbesar yang harus dijaga. Kami percaya ketika masyarakat semakin dekat dengan alam, maka kepedulian untuk melindunginya juga akan semakin kuat,” katanya.

Komitmen serupa juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Dr. Rm Imam Tunggara, yang menegaskan pentingnya menjaga kawasan penyangga Cekungan Bandung melalui penguatan regulasi tata ruang dan perlindungan kawasan lindung.

Di sisi akademik, Dekan FISIP Universitas Pasundan, Dr. Kunkurat, M.Si, menilai persoalan alih fungsi lahan merupakan isu multidimensi yang tidak bisa dipandang hanya sebagai masalah lingkungan semata.

“Alih fungsi lahan adalah persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Karena itu, kampus harus hadir sebagai bagian dari gerakan moral dan intelektual untuk mengawal kebijakan yang lebih berpihak pada keberlanjutan,” tegasnya.

Ketua Pelaksana Green Folk Harmony, Nabil Jabar, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk deklarasi generasi muda dalam memperjuangkan masa depan lingkungan Cekungan Bandung.

“Kami ingin mewarisi alam yang sehat, budaya yang tetap hidup, dan masyarakat yang berdaya. Green Folk Harmony bukan sekadar festival, melainkan gerakan yang lahir dari kepedulian terhadap masa depan Bandung Raya,” ujarnya.

Sebagai puncak kegiatan, Green Folk Harmony akan menggelar forum terbuka yang mempertemukan komunitas lokal, akademisi, dan pemerintah daerah untuk merumuskan rekomendasi kebijakan perlindungan lahan. Hasil forum tersebut akan dituangkan dalam deklarasi bersama dan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN sebagai bentuk kontribusi masyarakat sipil dalam menjaga kelestarian Cekungan Bandung.

Gerakan ini menjadi pengingat bahwa penyelamatan lingkungan tidak hanya dilakukan melalui regulasi dan penegakan hukum, tetapi juga melalui kekuatan budaya, pendidikan, dan kesadaran kolektif masyarakat. Di tengah laju pembangunan yang terus meningkat, Green Folk Harmony hadir membawa pesan bahwa masa depan Cekungan Bandung harus dijaga bersama sebelum terlambat.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komitmen Bank Bjb Dukung Kemajuan Ekonomi Desa Melalui Layanan Perbankan Inovatif

    Komitmen Bank Bjb Dukung Kemajuan Ekonomi Desa Melalui Layanan Perbankan Inovatif

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    SERANG, Mbinews – Bank bjb menunjukkan komitmennya untuk mendukung kemajuan perekonomian desa melalui layanan perbankan yang inovatif. Dalam kegiatan yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Aston, Serang, Banten, bank bjb bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Banten menggelar acara Evaluasi Layanan kepada Pemerintah Desa serta Silaturahmi dengan Pengurus APDESI. Dalam acara tersebut hadir CEO […]

  • BIORA Siap, Luncurkan Film Layar Lebar  “Senyum Sabyan”

    BIORA Siap, Luncurkan Film Layar Lebar “Senyum Sabyan”

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Salah satu karya anak bangsa Bioskop Rakyat Indonesia (Biora) kembali akan meluncurkan  film Layar Lebar dengan judul “Senyum Sabyan”tentang edukasi yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan , Budaya dan kekayaan Nusantara Indonesia. Biora akan mengeksplor film tentang kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yaitu Program Pemerintah Kota Bandung, Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan ( Kang Pisman) […]

  • Walikota Sukabumi Sambut Baik Adanya Pasar Sukabumi.com

    Walikota Sukabumi Sambut Baik Adanya Pasar Sukabumi.com

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Walikota Sukabumi Achmad Fahmi menyambut baik adanya Pasar Sukabumi.com yang mewadahi para UMKM untuk memasarkan produknya dengan sistem online atau digitalisasi. Apalagi, di dalamnya mereka mendapatkan pendampingan dari UMKM Jabar Juara. “Setidaknya kehadiran Pasar Sukabumi.com bisa membantu produk UMKM kita lebih mendunia,”tutur Fahmi usai membuka acara Grand opening Pasar Sukabumi.com, di Balaikota […]

  • Michael Dan Audy Terpilih Jadi Koko Cici Jabar 2022

    Michael Dan Audy Terpilih Jadi Koko Cici Jabar 2022

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Michael Felix dan Audy Irawan terpilih menjadi Koko dan Cici Jawa Barat 2022. Keduanya terpilih melalui ajang pemilihan Duta Budaya Tionghoa Jawa Barat yang digelar oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Perhelatan Koko Cici Jawa Barat 2022 dilaksanakan di Ballroom Bandung Trade Center (BTC) Kota Bandung, pada Minggu, 27 Maret 2022. Ajang […]

  • Ada Dugaan Kecurangan Praktik Dalam PPDB di Kota Bandung

    Ada Dugaan Kecurangan Praktik Dalam PPDB di Kota Bandung

    • calendar_month Rabu, 10 Jul 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Masih ditemukannya dugaan praktik-praktik kecurangan selama pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun 2024, membuktikan bahwa Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 memiliki celah yang ditimbulkan akibat diskrepansi atau ketidaksesuaian kategori. PPDB memiliki 4 jalur penerimaan, mulai dari Zonasi, Afirmasi KETM dan PDBK, perpindahan tugas orang tua/anak guru serta jalur prestasi berdasarkan raport […]

  • Yahdi Khoir Harahap : Sosok Sekda Pengganti Sabrina Harus ‘Kaya’ Pengalaman

    Yahdi Khoir Harahap : Sosok Sekda Pengganti Sabrina Harus ‘Kaya’ Pengalaman

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    MEDAN , MBInews.id – Pasca purna bakti sebagai ASN Hj Sabrina pada 1 Juni 2021 kemarin, kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) masih kosong. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dikabarkan menunjuk Afifi Lubis sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Menyikapi hal tersebut, anggota DPRD Sumut dari fraksi PAN Yahdi Khoir Harahap mengusulkan agar Edy […]

expand_less