Dekranasda Kota Sukabumi Benahi Struktur Organisasi, Bidik Penguatan Ekonomi Kreatif
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Dekranasda Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id– Dekranasda memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk unggulan daerah yang berdaya saing. Pesan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam pelantikan Pengurus Pengganti Antar Waktu (PAW) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sukabumi periode 2025–2030, pada Senin (22/6/2026).
“Pengurus yang baru dilantik, diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam pembinaan perajin dan pelaku ekonomi kreatif. Penguatan organisasi harus diiringi dengan pemanfaatan teknologi, perluasan pasar, serta kolaborasi lintas sektor agar produk lokal Sukabumi semakin kompetitif,”ujarnya.
Menurut Ayep, tantangan industri kreatif saat ini menuntut organisasi untuk bergerak lebih adaptif. Karena itu, Dekranasda didorong segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat pemasaran digital, serta menyiapkan regenerasi perajin muda guna menjaga keberlanjutan sektor kerajinan daerah.
Ia juga meminta Dekranasda memperluas sinergi dengan perangkat daerah, kalangan akademisi, sektor perbankan, komunitas kreatif, dan dunia usaha. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperluas akses pasar.
“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan dukungan berbagai pihak, produk unggulan Kota Sukabumi tidak hanya dikenal lebih luas, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,”katanya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menjelaskan, pelantikan PAW dilakukan untuk menyesuaikan struktur organisasi setelah sejumlah pengurus sebelumnya tidak lagi bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
“Pergantian antar waktu ini merupakan langkah penataan organisasi agar roda kelembagaan tetap berjalan optimal. Posisi yang kosong perlu segera diisi sehingga program pembinaan, pendampingan, dan promosi bagi pelaku ekonomi kreatif dapat dilaksanakan secara lebih efektif,”ujarnya.
Selain penguatan organisasi, Dekranasda Kota Sukabumi juga tengah mempersiapkan partisipasi dalam ajang Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB). Pada tahap awal, setiap daerah diminta mengajukan lima produk terbaik untuk mengikuti proses seleksi.
Dari hasil seleksi yang dilakukan Dekranasda Provinsi Jawa Barat, tiga produk unggulan Kota Sukabumi berhasil lolos, yakni batik, produk tas, dan kerajinan batu.
“Alhamdulillah, dari lima produk yang diajukan, tiga produk unggulan Kota Sukabumi dinyatakan lolos seleksi. Batik menjadi salah satu produk yang telah masuk ke tahapan berikutnya, sementara produk tas dan kerajinan batu terus dipersiapkan untuk ditampilkan dalam ajang tersebut,”ungkap Ranty.
Ia berharap capaian tersebut dapat memotivasi para perajin untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi produk sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.
Ranty menegaskan Dekranasda akan terus menjadi wadah kolaborasi bagi para perajin dan pelaku usaha kreatif di Kota Sukabumi. Melalui penguatan organisasi dan dukungan berbagai pemangku kepentingan, pihaknya optimistis produk-produk lokal Sukabumi dapat semakin dikenal serta menjadi kebanggaan daerah.
“Dekranasda adalah rumah bersama bagi para perajin. Kami ingin membangun ekosistem yang kuat agar produk lokal Sukabumi tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang tinggi,”pungkasnya.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar