Farhan Pimpin Sasapu Bandung ke-4, Pastikan Gerakan Kebersihan Tak Berhenti sebagai Seremonial
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews – Komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam mewujudkan kota yang bersih dan nyaman terus ditunjukkan melalui program Sasapu Bandung. Memasuki pekan keempat pelaksanaannya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kembali turun langsung memimpin kegiatan pembersihan lingkungan di sejumlah kawasan strategis Kota Bandung, Minggu (10/5/2026).
Pada pelaksanaan Sasapu Bandung ke-4 ini, Farhan memimpin kegiatan di kawasan Kebon Jati, Stasiun Hall hingga Pasirkaliki (Paskal), wilayah yang dikenal sebagai pusat aktivitas masyarakat dengan tingkat mobilitas dan kepadatan lalu lintas yang tinggi.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Bandung tersebut menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam memastikan program kebersihan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan gerakan nyata yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.
Sejak pukul 04.00 WIB, aparat kewilayahan, petugas kebersihan, serta berbagai unsur pendukung telah bergerak melakukan pembersihan di sejumlah titik. Mereka membersihkan sampah yang menumpuk, mengangkat sedimentasi saluran air, menata trotoar, hingga memastikan area publik tetap bersih dan nyaman digunakan masyarakat.
Farhan tampak berkeliling meninjau langsung kondisi lapangan. Ia juga berdialog dengan petugas kebersihan dan aparat kewilayahan guna mendengar berbagai persoalan yang masih menjadi kendala dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, berbagai persoalan kebersihan tidak cukup diselesaikan melalui laporan administratif semata. Dibutuhkan kehadiran langsung para pemangku kepentingan untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus mengambil langkah cepat terhadap persoalan yang ditemukan.
“Kebersihan kota tidak bisa hanya dilihat dari laporan di atas meja. Semua harus hadir di lapangan, melihat langsung kondisi yang sebenarnya, sehingga solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran,” tegas Farhan.
Program Sasapu Bandung sendiri terus mengalami perkembangan. Jika pada tahap awal hanya dilaksanakan di 46 titik, kini cakupan program telah diperluas menjadi 181 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung.
Memasuki pekan keempat, fokus kegiatan tidak hanya pada pembersihan rutin, tetapi juga mulai diarahkan pada pemetaan berbagai persoalan lingkungan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Langkah ini dilakukan agar program Sasapu tidak hanya menyelesaikan masalah di permukaan, tetapi juga mampu mengidentifikasi akar persoalan yang selama ini menjadi penyebab munculnya berbagai masalah kebersihan.
Selain membersihkan sampah dan sedimentasi, petugas juga melakukan pemeriksaan kondisi drainase untuk memastikan saluran air berfungsi dengan baik. Upaya tersebut dinilai penting mengingat Kota Bandung masih menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu genangan maupun banjir apabila sistem drainase tidak berfungsi optimal.
Farhan menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan kota membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk aparat kewilayahan yang menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat masyarakat.
Karena itu, Sasapu Bandung juga dijadikan sebagai instrumen evaluasi terhadap respons, kecepatan, dan kedisiplinan aparat kewilayahan dalam menjaga lingkungan masing-masing.
“Program ini bukan hanya soal membersihkan sampah, tetapi juga memastikan seluruh aparat memiliki kepedulian dan tanggung jawab yang sama terhadap kondisi lingkungannya,” ujarnya.
Pelaksanaan Sasapu Bandung ke-4 berlangsung secara serentak di berbagai kecamatan dan kelurahan. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya besar Pemerintah Kota Bandung dalam membangun budaya bersih yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Melalui program tersebut, Pemkot Bandung berharap kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, berbagai persoalan kebersihan, drainase, hingga pengelolaan sampah dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Sasapu Bandung pun kini tidak hanya menjadi agenda rutin mingguan, tetapi telah berkembang menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan Kota Bandung yang lebih bersih, sehat, tertata, dan nyaman bagi seluruh warganya.
Saat ini belum ada komentar