Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Butuh Rp160 Miliar, Pemkot Sukabumi Pacu Penataan 160 Hektare Kawasan Kumuh

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 485
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menargetkan penataan kawasan permukiman kumuh di wilayah Cikundul pada tahun 2027. Program tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pengurangan sisa kawasan kumuh di Kota Sukabumi yang saat ini masih mencapai sekitar 160 hektare.

Untuk merealisasikan target tersebut, Pemkot Sukabumi memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp160 miliar atau rata-rata Rp1 miliar untuk setiap hektare kawasan kumuh yang ditangani.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, mengatakan, berdasarkan hasil pendataan hingga akhir 2025, luas kawasan kumuh di Kota Sukabumi tersisa sekitar 160 hektare yang tersebar di hampir seluruh kelurahan.

“Dari hasil pendataan terakhir, kawasan kumuh di Kota Sukabumi tersisa sekitar 160 hektare. Saat ini baru dua kelurahan yang dinyatakan bebas kumuh secara regulasi, yakni Kelurahan Cikondang dan Kelurahan Gunungpuyuh,” kata Frendy, Kamis. (2/7/2026).

Meski demikian, Frendy menjelaskan, masih terdapat sejumlah persoalan di lapangan yang tetap harus ditangani meskipun kedua wilayah tersebut telah berstatus bebas kumuh berdasarkan ketentuan Kementerian Pekerjaan Umum.

Ia mengatakan, Pemkot Sukabumi terus mengupayakan dukungan pendanaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Penanganan Kawasan Kumuh yang diajukan kepada pemerintah pusat untuk mendukung pelaksanaan program pada tahun anggaran mendatang.

Menurut Frendy, kawasan Cikundul diprioritaskan karena masuk kategori kawasan kumuh ringan yang membutuhkan penanganan infrastruktur dasar secara terpadu.

“Penanganan dilakukan berbasis tujuh indikator, yakni kualitas bangunan, jalan lingkungan, drainase, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, akses air minum, serta proteksi kebakaran,” ujarnya.

Selain itu, seluruh program sektoral yang masuk ke Kota Sukabumi akan diarahkan ke kawasan kumuh agar pelaksanaannya lebih terintegrasi. Program tersebut di antaranya DAK bidang air minum dan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Frendy menuturkan, konsep penataan di Cikundul akan berbeda dengan kawasan Cikondang. Jika sebelumnya penataan dilakukan dalam skala yang lebih kecil, di Cikundul program akan mencakup satu rukun warga (RW) secara utuh.

“Penataan di Cikundul akan mencakup satu RW secara utuh sehingga dampaknya diharapkan lebih signifikan dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat,” tuturnya.

Ia menjelaskan, secara karakteristik kawasan Cikundul berada di bantaran Sungai Cimandiri dan memiliki kondisi yang hampir serupa dengan Cikondang. Namun, mayoritas warga di kawasan tersebut telah menempati lahan milik sendiri yang memiliki sertifikat, berbeda dengan kondisi di Cikondang yang sebelumnya merupakan kawasan permukiman ilegal.

Adapun sejumlah persoalan yang masih dihadapi di kawasan tersebut meliputi keberadaan rumah tidak layak huni, akses jalan lingkungan yang sempit, sistem drainase yang belum optimal, hingga keterbatasan layanan air minum layak.

Frendy menyebutkan, estimasi kebutuhan anggaran penanganan kawasan kumuh mencapai sekitar Rp1 miliar per hektare. Dengan luas kawasan kumuh yang masih tersisa sekitar 160 hektare, total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp160 miliar.

“Jika dihitung secara kasar, penanganan 160 hektare kawasan kumuh membutuhkan sekitar Rp160 miliar,” katanya.

Ia berharap pemerintah pusat kembali memberikan dukungan pendanaan agar target pengurangan kawasan kumuh dapat direalisasikan secara bertahap.

“Kami berharap dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dapat kembali diperoleh sehingga penanganan kawasan kumuh bisa berjalan bertahap dan kualitas permukiman masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN DI ERA DIGITAL

    TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN DI ERA DIGITAL

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    BANTEN, — Dinas Perpustakaan dann Kearsipan Provinsi Banten pada tanggal 16 sd 21 September 2019, menggelar Hari Kunjung Perpustakaan 2019. Hal ini perlu diapresiasi, karena sudah merespon perkembangan teknologi digital terkait Perpustakaan. Kegiatan diisi dengan berbagai rangkaian aktivitas antara lain bazar buku murah, bedah buku, lomba mewarnai, dongeng, bedah film, dan lain-lain. Salah satu kegiatan […]

  • Hari Pertama Pasca Libur Lebaran, 99 Persen ASN Pemerintahan Kota Sukabumi Sudah Kembali Bekerja

    Hari Pertama Pasca Libur Lebaran, 99 Persen ASN Pemerintahan Kota Sukabumi Sudah Kembali Bekerja

    • calendar_month Selasa, 16 Apr 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, pada hari pertama masuk kerja, Selasa 16 April 2024. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara Pj Walikota Sukabumi, bersama para ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi usai libur panjang Idul […]

  • Wakil Walikota Bogor, Tinjau Kampung Alpukat

    Wakil Walikota Bogor, Tinjau Kampung Alpukat

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    BOGOR, MBInews.id – Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim meninjau Kampung Alpukat di Pabuaran Pasir RT 03/10 Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (27/6/2019). Dedie ingin Kampung Alpukat tersebut tidak sekedar mampu memenuhi kebutuhan permintaan bibit alpukat saja, melainkan bisa mensejahterakan warga sekitar sekaligus wisata edukasi pertanian. “Yang harus kita persiapkan sebetulnya agribisnisnya […]

  • Yana Harap Talenta Sepakbola Muda Kota Bandung Eksis Di Kancah Nasional Dan Dunia

    Yana Harap Talenta Sepakbola Muda Kota Bandung Eksis Di Kancah Nasional Dan Dunia

    • calendar_month Senin, 7 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana berharap pesepakbola muda asal Bandung yang menghiasi persepakbolaan Indonesia bahkan dunia semakin banyak. Hal itu disampaikan Yana dalam Kongres Biasa Asosiasi Kota PSSI Bandung tahun 2022. Yana yang berperan sebagai Ketua Askot PSSI Bandung juga mengapresiasi peran dan keterlibatan semua pihak dalam membangun sepakbola di Kota […]

  • Massa Aksi Selain Mahasiswa Dari Elemen Masyarakat, Demonstran Gembok Gerbang DPRD Jabar

    Massa Aksi Selain Mahasiswa Dari Elemen Masyarakat, Demonstran Gembok Gerbang DPRD Jabar

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Mbinews.id– Gelombang protes menolak Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP) dan sejumlah RUU lainnya kembali bergulir di depan Gedung DPRD Jabar. Kali ini, massa aksi tidak hanya dari mahasiswa, tapi juga dari kalangan pelajar, petani hingga buruh. Massa dari sejumlah elemen masyarakat di Bandung menggeruduk gedung DPRD Jabar. Bahkan demonstran menyegel gerbang utama […]

  • Hanya Lima Perumahan Yang Sudah Meneyherahkan Asset ke Pemkot Sukabumi, Komisi II Segera Akan Turun ke Lapangan

    Hanya Lima Perumahan Yang Sudah Meneyherahkan Asset ke Pemkot Sukabumi, Komisi II Segera Akan Turun ke Lapangan

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– DPRD Kota Sukabumi segera akan melakukan sidak ke semua perumahan yang ada saat ini. Pasalnya, tak sedikit warga sering mengadukan berbagai permaslahan tentang perumahan, entah itu terkait izin, amdal hingga belum dipenuhinya Masalah fasos fasum. “Tapi kami akan komunikasi dulu dengan Dinas PU, dan dinas terkait lainya untuk mengetahui Masalah izin dan lainya sebagai […]

expand_less