Stok Beras Bandung Aman, Pemkot Perkuat Bantuan Pangan dan Gelar 44 Gerakan Pangan Murah
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memastikan ketersediaan beras di Kota Bandung dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat, meskipun harga beras di pasaran masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kepastian tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan DKPP di sejumlah pasar tradisional, ritel modern, hingga gudang Perum Bulog. Pemerintah pun terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional saat ini tengah menyalurkan bantuan pangan kepada 146.232 keluarga penerima manfaat di Kota Bandung.
“Bantuan yang diberikan berupa 10 kilogram beras kualitas medium dan dua liter minyak goreng setiap bulan untuk alokasi Februari dan Maret 2026,” ujarnya.
Selain mendukung program pemerintah pusat, Pemkot Bandung juga menyiapkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 131,3 ton beras pada tahun 2026. Cadangan pangan tersebut akan digunakan untuk sejumlah program pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Salah satu program unggulan yang akan diperkuat adalah ATM Beras. Melalui program ini, sebanyak 2.000 kepala keluarga miskin yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan tidak menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan mendapatkan bantuan beras.
Selain itu, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) juga akan memperoleh bantuan 10 kilogram beras premium setiap bulan selama satu tahun melalui 20 unit ATM Beras yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung.
Saat ini terdapat 46 unit ATM Beras yang beroperasi di Kota Bandung, terdiri atas 40 unit milik Pemerintah Kota Bandung dan 6 unit milik Baznas Kota Bandung. Sebanyak 26 unit ATM Beras mendapat pasokan beras dari Baznas dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.950 kepala keluarga.
Tidak hanya itu, DKPP juga akan meluncurkan Program Pangan Bergizi Sejahtera (Pangersa) yang ditujukan bagi masyarakat di daerah rentan rawan pangan dan berisiko stunting.
Program ini akan menyasar 1.832 kepala keluarga miskin yang terdaftar dalam DTSEN namun belum menerima BPNT maupun PKH. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan berupa 5 kilogram beras premium, satu ekor ayam, satu kilogram ikan lele, satu kilogram telur, serta sayuran. Bantuan tersebut akan disalurkan sebanyak dua kali dalam setahun.
Sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga pangan, DKPP juga akan menggelar 44 kali kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang tahun 2026. Program ini didukung oleh anggaran APBD Kota Bandung, APBD Provinsi Jawa Barat, Badan Pangan Nasional, serta dana CSR BUMN.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, termasuk beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kualitas medium kemasan 5 kilogram yang disediakan melalui kerja sama dengan Perum Bulog.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Bandung berharap stabilitas pasokan pangan tetap terjaga, harga kebutuhan pokok lebih terkendali, serta masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan akses pangan yang cukup dan berkualitas.
Saat ini belum ada komentar