Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Cibaduyut Bangun Fondasi Smart IKM, Menjaga Warisan Sekaligus Menjemput Masa Depan

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • visibility 326
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG,Mbinews  – Sentra industri alas kaki legendaris Cibaduyut tengah bersiap menghadapi tantangan era digital dan persaingan global melalui pendekatan ilmiah berbasis riset. Langkah tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Formulasi Model Kesiapan Smart Industri Kecil Menengah Melalui Craftsmanship Skills Index dan Komitmen Manajerial untuk Penguatan UMKM Sepatu Tradisional” yang digelar di Bandung, Rabu (24/6/2026).

Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Formulasi Model Kesiapan Smart Industri Kecil Menengah Melalui Craftsmanship Skills Index dan Komitmen Manajerial untuk Penguatan UMKM Sepatu Tradisional” yang digelar di Bandung, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Hibah Kemendiktisaintek 2026 itu menjadi forum penting untuk merumuskan peta jalan transformasi industri alas kaki tradisional menuju Smart IKM tanpa menghilangkan nilai-nilai keterampilan tangan yang menjadi ciri khas pengrajin Indonesia.

Ketua Peneliti, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P., menegaskan bahwa penelitian ini lahir dari keinginan untuk mendokumentasikan sekaligus memperkuat kompetensi para pengrajin yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung industri sepatu nasional.

“Kami datang bukan untuk menguji. Kami justru ingin belajar dari para empu dan pelaku usaha yang selama ini hidup dari industri sepatu. Pengalaman mereka adalah sumber ilmu yang sangat berharga,” ujar Nurhaeni.

Industri yang Menghidupi Ribuan Keluarga

Diskusi berlangsung hangat ketika para pengrajin menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Mulai dari tingginya harga bahan baku, persaingan dengan produk impor, hingga tantangan regenerasi tenaga kerja terampil.

Tokoh masyarakat sekaligus pengrajin senior, Gun Gun Ruhiyadi, menyampaikan kalimat sederhana yang menggambarkan betapa pentingnya industri alas kaki bagi kehidupan masyarakat.

“Saya hidup dari sepatu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mewakili ribuan pelaku UMKM yang menggantungkan mata pencaharian pada industri alas kaki, tidak hanya di Cibaduyut tetapi juga di berbagai sentra produksi lainnya di Jawa Barat.

Menurut Gun Gun, keberlangsungan industri sepatu tradisional harus menjadi perhatian bersama. Pengrajin membutuhkan dukungan nyata berupa pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga akses pasar yang lebih luas agar mampu bertahan menghadapi perubahan zaman.

Ancaman Nyata di Tengah Persaingan Global

Perwakilan IKM, Ikin Sodikin, mengingatkan bahwa nama besar Cibaduyut tidak boleh membuat para pelaku usaha terlena.

Menurutnya, tantangan industri saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa dekade lalu. Ketergantungan terhadap bahan baku impor dan membanjirnya produk luar negeri menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan usaha para pengrajin lokal.

“Cibaduyut memiliki sejarah panjang dan reputasi yang kuat. Tetapi kalau tidak berinovasi dan meningkatkan kualitas, kita bisa tertinggal,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ikin menyampaikan pesan yang langsung menyita perhatian peserta FGD.

“Jangan sampai Sepatu Cibaduyut tinggal nama saja, seperti dinosaurus,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa eksistensi industri sepatu tradisional harus terus dijaga melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Menyusun Standar Kompetensi Pengrajin

Salah satu fokus utama penelitian ini adalah penyusunan Craftsmanship Skills Index (CSI) atau Indeks Keterampilan Kriya yang akan menjadi instrumen untuk mengukur sekaligus memperkuat kompetensi pengrajin sepatu.

Tim peneliti memvalidasi delapan kompetensi utama yang mencakup seluruh proses produksi, mulai dari desain pola, pemilihan material, konstruksi dan penjahitan upper, lasting, pemasangan sol tradisional, finishing, pengendalian kualitas, hingga transfer pengetahuan kepada generasi penerus.

Selain keterampilan produksi, aspek digitalisasi juga menjadi perhatian utama. Pengrajin didorong untuk mulai memanfaatkan teknologi dan platform digital dalam operasional usaha maupun pemasaran produk.

Melalui pendekatan tersebut, Smart IKM diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.

Harapan Besar untuk Masa Depan Cibaduyut

Dari hasil diskusi, para peserta menyepakati sejumlah rekomendasi penting untuk mendukung keberlanjutan industri alas kaki tradisional.

Salah satunya adalah perlunya program pelatihan yang lebih aplikatif dan berkelanjutan, sehingga pengrajin dapat langsung menerapkan materi yang diperoleh dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Selain itu, para pelaku usaha berharap adanya program subsidi bahan baku guna menekan biaya produksi yang terus meningkat. Dukungan pemasaran dan pendampingan usaha juga dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar UMKM alas kaki mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, praktisi, dan pengrajin, sentra alas kaki Cibaduyut kini berupaya menata masa depannya. Bukan sekadar mempertahankan warisan industri yang telah melegenda, tetapi juga membangun fondasi baru agar sepatu tradisional Indonesia tetap relevan, kompetitif, dan menjadi sumber penghidupan bagi generasi mendatang.

Dengan semangat transformasi menuju Smart IKM, harapan besar pun tumbuh: Cibaduyut tidak hanya dikenang sebagai sejarah kejayaan masa lalu, melainkan terus melangkah sebagai sentra industri alas kaki yang hidup, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 35 Pelari Trail Kota Bandung Optimis Sapu Bersih Selekda Dan Kejurnas

    35 Pelari Trail Kota Bandung Optimis Sapu Bersih Selekda Dan Kejurnas

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Lari trail merupakan salah satu olahraga ekstrem yang sudah ramai digandrungi sejak 2017. Namun, para pegiatnya baru terhimpun sebatas komunitas atau perseorangan saja. Meski begitu, tak sedikit dari mereka berhasil menorehkan prestasi, bahkan di kancah internasional. Seperti Arif yang menyabet juara 1 para perlombaan lari trail di Prancis. Dalam waktu 36 jam, […]

  • Disbudpar Kota Bandung Catat Jumlah Wisatawan Yang Berkunjung Ke Kota Bandung Turun 50 Persen

    Disbudpar Kota Bandung Catat Jumlah Wisatawan Yang Berkunjung Ke Kota Bandung Turun 50 Persen

    • calendar_month Jumat, 19 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mencatat penurunan jumlah wisatawan nusantara atau domestik yang berkunjung ke Kota Bandung sejak masa pandemi Covid-19. Tercatat pada tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 50 persen atau berkisar 3,2 juta wisatawan jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan pada tahun 2019 yang terhitung sekitar 7,4 juta. Sedangkan wisatawan […]

  • Sidang Paripurna DPRD Kota Sukabumi, Ketua: Ditargetkan Penyusunan APBD 2024 Selesai Sebelum Waktu Yang Ditentukan

    Sidang Paripurna DPRD Kota Sukabumi, Ketua: Ditargetkan Penyusunan APBD 2024 Selesai Sebelum Waktu Yang Ditentukan

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Bahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Sukabumi tentang APBD Tahun Anggaran 2024, DPRD Kota Sukabumi menggelar sidang paripurna yang dihadiri langsung oleh Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi beserta unsur SKPD dan juga Forkopimda Kota Sukabumi lainnya, Selasa (31/10). Ketua DPRD Kota Sukabumi, Kamal Suherman dalam keterangannya usai memimpin sidang paripurna mengatakan, diharapkan proses […]

  • Komisi III DPRD Sukabumi Tinjau Program Makan Bergizi, Dampak Positif untuk Pelajar Terlihat

    Komisi III DPRD Sukabumi Tinjau Program Makan Bergizi, Dampak Positif untuk Pelajar Terlihat

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Komisi III DPRD Kota Sukabumi melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG) di Kecamatan Cibereum, Rabu (15/01/2025). Program ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang telah berjalan sejak awal Januari 2025 dan ditujukan untuk meningkatkan gizi masyarakat, khususnya pelajar. Danny Ramdhani, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera sekaligus anggota […]

  • Suami Meninggal Akibat Pelayanan RS, Keluarga Eks Pasien Gugat RS Melinda 2 Di PN Bandung

    Suami Meninggal Akibat Pelayanan RS, Keluarga Eks Pasien Gugat RS Melinda 2 Di PN Bandung

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id –  Rumah Sakit Melinda 2 Bandung digugat melakukan Perbuatan Melawan Hukum oleh keluarga eks pasiennya alm dr. Miftahurachman, Sp. PD., KEMD., M. Kes., FINASIM. Gugatan ini digelar di Pengadilan Negeri Bandung sebagaimana dalam perkara nomor 171/ Pdt.G/202 PN Bdg. Gugatan ditujukan kepada dr. Ancilla Lina L., M.M., M.Kes., M.HKes., selaku Direktur Utama Rumah […]

  • Wali Kota Minta Kepala Sekolah Tingkatkan Kompetensi Dan Ikuti Zaman

    Wali Kota Minta Kepala Sekolah Tingkatkan Kompetensi Dan Ikuti Zaman

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meyakini, pendidikan dan pembelajaran pasti berubah guna menyelaraskan dengan perkembangan zaman. Oleh karenanya, cara pandang pembelajaran menjadi hal terpenting dalam memberikan pendidikan. “Pendidikan ini dinamis, kurikulum berkembang. Saya harap bapak ibu (para kepala sekolah) terus berinovasi dan berkreasi menciptakan kurikulum yang menarik,” pinta Yana pada kegiatan Peningkatan […]

expand_less