BRI Perkuat Kontribusi untuk Negara, Total Setoran Pajak dan Dividen Tembus Rp19,1 Triliun
- account_circle Admin01
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta || MBInews.id – Bertepatan dengan peringatan Hari Pajak Nasional yang diperingati setiap 14 Juli, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penerimaan negara melalui kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan dan kontribusi dividen. Di bawah supervisi Danantara Indonesia, BRI terus memperkuat posisinya sebagai salah satu penyumbang penerimaan negara terbesar dari sektor jasa keuangan.
Komitmen tersebut menjadi bukti nyata peran strategis BRI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan nasional melalui optimalisasi penerimaan negara.
Di tengah dinamika perekonomian global yang masih diwarnai berbagai tantangan, BRI tetap mampu menjaga kinerja bisnis yang sehat sekaligus mempertahankan konsistensi dalam memenuhi kewajibannya kepada negara.
Sepanjang Kuartal I Tahun 2026, total kontribusi BRI secara konsolidasian kepada negara mencapai Rp19,1 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas setoran pajak sebesar Rp8,1 triliun dan dividen tahun berjalan sebesar Rp11,0 triliun.
Capaian tersebut melanjutkan tren positif yang telah dibangun BRI selama beberapa tahun terakhir. Pada 2023, total kontribusi kepada negara mencapai Rp50,5 triliun, yang terdiri atas pajak Rp27,3 triliun dan dividen Rp23,2 triliun.
Selanjutnya pada 2024, kontribusi BRI meningkat menjadi Rp57,6 triliun, meliputi pajak Rp31,9 triliun dan dividen Rp25,7 triliun.
Sementara itu, pada 2025, BRI kembali memberikan kontribusi sebesar Rp55,8 triliun, terdiri atas pajak Rp28,1 triliun dan dividen tahun berjalan sebesar Rp27,7 triliun.
Adapun setoran pajak tersebut mencakup berbagai jenis kewajiban perpajakan kepada negara, antara lain Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Meterai, Pajak Penghasilan Badan, hingga Pajak Daerah.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa pembayaran pajak merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan sekaligus kontribusi nyata BRI dalam mendukung penerimaan negara dan pembiayaan pembangunan nasional.
Menurutnya, komitmen tersebut juga sejalan dengan arahan Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia dalam mendorong terciptanya Value Creation atau penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi negara.
“Kami percaya bahwa kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bagian dari kontribusi langsung bagi kemajuan bangsa,” ujar Hery.
Ia menambahkan, besarnya kontribusi yang diberikan BRI mencerminkan posisi strategis perseroan sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung struktur fiskal nasional sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
Menurut Hery, kemampuan BRI untuk terus memberikan kontribusi kepada negara tidak terlepas dari fundamental bisnis yang kuat serta pertumbuhan kinerja perusahaan yang tetap positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Hingga Kuartal I 2026, BRI Group berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun, tetap tumbuh positif di tengah tekanan ekonomi global.
Pada periode yang sama, total aset BRI Group meningkat 7,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp2.250 triliun.
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh 13,7 persen YoY menjadi Rp1.562 triliun, menunjukkan fungsi BRI sebagai motor penggerak sektor riil dan pemberdayaan ekonomi nasional tetap berjalan optimal.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp1.555,1 triliun, atau tumbuh 9,4 persen secara tahunan.
Komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) juga terus mengalami peningkatan. Hingga akhir Kuartal I 2026, CASA secara konsolidasian mencapai Rp1.058,6 triliun, atau setara 68,07 persen dari total DPK. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 65,77 persen, menunjukkan semakin kuatnya struktur pendanaan BRI.
Hery menegaskan bahwa peringatan Hari Pajak Nasional menjadi momentum penting untuk terus memperkuat semangat kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam membangun perekonomian nasional.
“Momentum Hari Pajak ini menjadi pengingat bahwa penciptaan nilai (Value Creation) BRI harus tercermin dalam kontribusi nyata kepada negara. Bersama Danantara Indonesia, BRI akan terus mengakselerasi pertumbuhan yang berkualitas sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat semakin optimal melalui penerimaan pajak negara,” pungkas Hery. (**)
- Penulis: Admin01
Saat ini belum ada komentar