Breaking News
Trending Tags

Pondok Pesantren Al-Fath Perkuat Ekonomi Pesantren melalui Budidaya Alpukat AGUS

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id– Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Sukabumi, Jawa Barat, terus mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui program Pesantren Multi Produk (PMP). Program yang digagas Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana, tersebut dirancang untuk mendorong pesantren mengembangkan beragam usaha produktif sehingga tidak bergantung pada bantuan pihak luar.

Program PMP diikuti sekitar 50 peserta dari 25 pondok pesantren yang berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Jawa Barat, Jakarta, Banten, Maluku hingga Papua.

Dalam program tersebut, peserta mendapatkan pembekalan kewirausahaan sekaligus keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi unit usaha di lingkungan pesantren.

Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana, mengatakan, materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada kewirausahaan, tetapi juga pengembangan konsep integrated farm serta berbagai keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

“Pertama seminar tentang integrated farm dan wirausaha. Kemudian peserta diberikan beberapa keterampilan yang harus dikuasai, seperti mendirikan pabrik tahu, pabrik sandal, membuat kaos jersey dan mengolah obat herbal,” ujar KH Fajar, Rabu (26/8/2026).

Selain industri rumahan, peserta juga mendapatkan pelatihan di sektor pertanian dan peternakan. Materi yang diberikan antara lain budidaya ikan lele, maggot, serta pengolahan limbah kotoran hewan menjadi pupuk cair, pupuk padat dan pakan maggot.

Menurutnya, keberagaman usaha menjadi salah satu kunci untuk membangun ketahanan ekonomi pesantren. Setiap pesantren dapat memilih dan mengembangkan usaha berdasarkan potensi sumber daya yang dimiliki.

Salah satu komoditas yang kini dikembangkan melalui jaringan pesantren adalah Alpukat Genjah Unggul Sukabumi (Alpukat AGUS). Dalam skema kerja sama tersebut, pesantren mendapatkan pembekalan mengenai teknik budidaya, sedangkan pemasaran hasil panen akan didukung oleh Hikmah Tani Indonesia (HATI).

“Pesantren belajar menanam dan membudidayakan Alpukat AGUS. Untuk pemasarannya sudah disiapkan oleh HATI. Jadi hasilnya nanti diterima dan disalurkan untuk dipasarkan,”jelasnya.

Fajar menegaskan, PMP tidak sekadar bertujuan memperbanyak unit bisnis di lingkungan pesantren. Program tersebut diarahkan untuk membangun sistem ekonomi yang mampu menopang biaya pendidikan dan kegiatan sosial secara mandiri.

“Kita ingin mereplikasikan bagaimana pesantren mandiri dan punya wirausaha. Sehingga pesantren tidak perlu meminta biaya kepada santrinya dan tidak bergantung kepada bantuan, tetapi membangun usaha sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, kekuatan ekonomi yang dibangun pesantren harus memberikan manfaat kembali kepada masyarakat, khususnya melalui sektor pendidikan dan sosial.

Ponpes Dzikir Al-Fath sendiri telah menerapkan konsep tersebut dengan mengembangkan sejumlah unit usaha sebagai sumber pembiayaan kegiatan pendidikan. Sebagian manfaat ekonomi dari usaha tersebut juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Alpukat Genjah Unggul Sukabumi (Alpukat AGUS)

Salah satunya melalui pengembangan budidaya alpukat yang dikaitkan dengan program beasiswa bagi anak yatim, piatu dan dhuafa.

“Sudah kita laksanakan. Tiga pohon alpukat bisa memberikan beasiswa sekolah mulai dari SD sampai perguruan tinggi. Kalau satu hektare kurang lebih 100 pohon, potensinya bisa memberikan beasiswa bagi sekitar 70 santri,” ungkapnya.

Ketua Umum Hikmah Taniu Indonesia (HATI), Ustadz Asip Abu Mahdi, mengatakan, pihaknya siap mendukung pengembangan usaha pesantren, terutama dalam budidaya Alpukat AGUS.

Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari rantai produksi karena mempunyai jaringan jamaah dan masyarakat yang luas.

“Ini kebanggaan Sukabumi. Alpukat AGUS merupakan hasil penelitian dan pengembangan. Keunggulannya sudah mendapat pengakuan dan sekarang terus kita kembangkan,”ucapnya.

Ia menyebut, peluang pasar Alpukat AGUS telah terbuka hingga Jepang. Menurutnya, permintaan dari negara tersebut mencapai sekitar 20 ton per hari, sedangkan kapasitas produksi yang tersedia saat ini masih terbatas.

“Jepang sudah meminta 20 ton setiap hari. Sementara kekuatan laboratorium kami baru sekitar tiga ton per enam bulan. Karena itu kita harus melibatkan jamaah dan para petani melalui jaringan pondok pesantren,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi pesantren untuk mengembangkan sektor pertanian sekaligus menciptakan sumber pendapatan jangka panjang.

Meski demikian, Ia menekankan pentingnya pendidikan dan pendampingan bagi calon pembudidaya sebelum mulai menanam Alpukat AGUS. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga standar budidaya dan kualitas produksi.

“Ikuti dulu pendidikannya, bagaimana cara mengembangkan dan merawatnya. Setelah itu bisa mendapatkan bibit dan kerja sama melalui HATI atau Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath,” jelasnya.

Melalui program PMP, Ponpes Dzikir Al-Fath berharap model kemandirian ekonomi tersebut dapat direplikasi oleh pesantren lainnya. Dengan demikian, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan sosial, tetapi juga mampu membangun kekuatan ekonomi yang produktif, mandiri dan berkelanjutan.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Imbau Pedagang Beli Minyak Goreng Curah Ke Distributor ‘Simirah’

    Pemkot Bandung Imbau Pedagang Beli Minyak Goreng Curah Ke Distributor ‘Simirah’

    • calendar_month Senin, 6 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Meski belum seluruh pedagang di Kota Bandung menjual minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.500 per kilogram atau Rp14.500 per liter, tapi harga minyak goreng curah sudah mulai menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pada Februari silam, harga minyak goreng curah sampai menyentuh lebih dari Rp20.000 per kilogram. Untuk melihat kondisi harga […]

  • Hadiri Peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia, Polsek Cikole Kawal Pemeriksaan Kesehatan Gratis

    Hadiri Peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia, Polsek Cikole Kawal Pemeriksaan Kesehatan Gratis

    • calendar_month Sabtu, 10 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Hadiri kegiatan peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia Tahun 2022 tingkat Kota Sukabumi, Kapolsek Cikole NR Subarna menerjunkan belasan personel untuk mengamankan berlangsungnya kegiatan yang digelar di Lapang Merdeka Sukabumi, Sabtu (10/09). Dalam keterangannya Subarna mengatakan, kegiatan berlangsung sejak pagi hari dan secara resmi dibuka oleh Walikota Sukabumi. “Kami dari aparat kepolisian sektor […]

  • Perempuan di Kota Bandung Perlu Ditanamkan Kepercaan Diri

    Perempuan di Kota Bandung Perlu Ditanamkan Kepercaan Diri

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 83
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Untuk menumbuhkan kepercayaan diri perempuan di Kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung perlu mengambil langkah yang strategis, melalui pelatihan pelatihan peningkatan keterampilan. Sehingga perempuan yang memiliki kemampuan akan lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan. Demikian dikatakan Anggota Panitia Khusus (Pansus) 5 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, SH, di […]

  • Bersama KKSS, Masyarakat Sebatik Utara Kabupaten Nunukan Antisipasi Virus Corona

    Bersama KKSS, Masyarakat Sebatik Utara Kabupaten Nunukan Antisipasi Virus Corona

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Mbinews.com, Kaltara–  Covid-19 atau lebih dikenal Virus Corona, saat ini memang menjadi perhatian dunia, selain perkembangannya yang cukup cepat. Virus kecil dengan ukuran 0,125 mikron tersebut sangat mematikan. Hal inilah, yang mendorong KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara) terus berupaya melakukan  sosialisasi, dan Bhakti Sosial dengan melakukan penyemprotan Disinfektan di berbagai wilayah Kalimantan Utara. Seperti diketahui […]

  • Melalui Program WASH, YBM BRILiaN Slurkan Bantuan Sarana Air Bersih dan Sanitasi di Desa Celak

    Melalui Program WASH, YBM BRILiaN Slurkan Bantuan Sarana Air Bersih dan Sanitasi di Desa Celak

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Bandung Barat || MBInews.id — Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) Region 9 Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. YBM BRILiaN adalah lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) milik insan BRILiaN (pekerja BRI) yang fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial kemanusiaan. […]

  • Datangi Kantor KPK, Ketum : Pitbuls-Indonesia Yang Terdepan Berantas Korupsi

    Datangi Kantor KPK, Ketum : Pitbuls-Indonesia Yang Terdepan Berantas Korupsi

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    BANDUNG,  MBInews.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) lembaga swadaya masyarakat (LSM) DPP LSM Pilar Tunas Bangsa Jungjung Loyalitas Indonesia (Pitbuls-Indonesia). LSM yang berasal dari jawa barat mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta,Selasa, 3 Desember 2019 dan membawa berkas laporan temuan adanya indikasi dugaan korupsi terstruktur. Ketua umum DPP Pitbuls Indonesia Cepi Bungsu,St didampingi Waketum […]

expand_less