Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pondok Pesantren Al-Fath Perkuat Ekonomi Pesantren melalui Budidaya Alpukat AGUS

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 1.812
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id– Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Sukabumi, Jawa Barat, terus mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui program Pesantren Multi Produk (PMP). Program yang digagas Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana, tersebut dirancang untuk mendorong pesantren mengembangkan beragam usaha produktif sehingga tidak bergantung pada bantuan pihak luar.

Program PMP diikuti sekitar 50 peserta dari 25 pondok pesantren yang berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Jawa Barat, Jakarta, Banten, Maluku hingga Papua.

Dalam program tersebut, peserta mendapatkan pembekalan kewirausahaan sekaligus keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi unit usaha di lingkungan pesantren.

Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana, mengatakan, materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada kewirausahaan, tetapi juga pengembangan konsep integrated farm serta berbagai keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

“Pertama seminar tentang integrated farm dan wirausaha. Kemudian peserta diberikan beberapa keterampilan yang harus dikuasai, seperti mendirikan pabrik tahu, pabrik sandal, membuat kaos jersey dan mengolah obat herbal,” ujar KH Fajar, Rabu (26/8/2026).

Selain industri rumahan, peserta juga mendapatkan pelatihan di sektor pertanian dan peternakan. Materi yang diberikan antara lain budidaya ikan lele, maggot, serta pengolahan limbah kotoran hewan menjadi pupuk cair, pupuk padat dan pakan maggot.

Menurutnya, keberagaman usaha menjadi salah satu kunci untuk membangun ketahanan ekonomi pesantren. Setiap pesantren dapat memilih dan mengembangkan usaha berdasarkan potensi sumber daya yang dimiliki.

Salah satu komoditas yang kini dikembangkan melalui jaringan pesantren adalah Alpukat Genjah Unggul Sukabumi (Alpukat AGUS). Dalam skema kerja sama tersebut, pesantren mendapatkan pembekalan mengenai teknik budidaya, sedangkan pemasaran hasil panen akan didukung oleh Hikmah Tani Indonesia (HATI).

“Pesantren belajar menanam dan membudidayakan Alpukat AGUS. Untuk pemasarannya sudah disiapkan oleh HATI. Jadi hasilnya nanti diterima dan disalurkan untuk dipasarkan,”jelasnya.

Fajar menegaskan, PMP tidak sekadar bertujuan memperbanyak unit bisnis di lingkungan pesantren. Program tersebut diarahkan untuk membangun sistem ekonomi yang mampu menopang biaya pendidikan dan kegiatan sosial secara mandiri.

“Kita ingin mereplikasikan bagaimana pesantren mandiri dan punya wirausaha. Sehingga pesantren tidak perlu meminta biaya kepada santrinya dan tidak bergantung kepada bantuan, tetapi membangun usaha sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, kekuatan ekonomi yang dibangun pesantren harus memberikan manfaat kembali kepada masyarakat, khususnya melalui sektor pendidikan dan sosial.

Ponpes Dzikir Al-Fath sendiri telah menerapkan konsep tersebut dengan mengembangkan sejumlah unit usaha sebagai sumber pembiayaan kegiatan pendidikan. Sebagian manfaat ekonomi dari usaha tersebut juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Alpukat Genjah Unggul Sukabumi (Alpukat AGUS)

Salah satunya melalui pengembangan budidaya alpukat yang dikaitkan dengan program beasiswa bagi anak yatim, piatu dan dhuafa.

“Sudah kita laksanakan. Tiga pohon alpukat bisa memberikan beasiswa sekolah mulai dari SD sampai perguruan tinggi. Kalau satu hektare kurang lebih 100 pohon, potensinya bisa memberikan beasiswa bagi sekitar 70 santri,” ungkapnya.

Ketua Umum Hikmah Taniu Indonesia (HATI), Ustadz Asip Abu Mahdi, mengatakan, pihaknya siap mendukung pengembangan usaha pesantren, terutama dalam budidaya Alpukat AGUS.

Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari rantai produksi karena mempunyai jaringan jamaah dan masyarakat yang luas.

“Ini kebanggaan Sukabumi. Alpukat AGUS merupakan hasil penelitian dan pengembangan. Keunggulannya sudah mendapat pengakuan dan sekarang terus kita kembangkan,”ucapnya.

Ia menyebut, peluang pasar Alpukat AGUS telah terbuka hingga Jepang. Menurutnya, permintaan dari negara tersebut mencapai sekitar 20 ton per hari, sedangkan kapasitas produksi yang tersedia saat ini masih terbatas.

“Jepang sudah meminta 20 ton setiap hari. Sementara kekuatan laboratorium kami baru sekitar tiga ton per enam bulan. Karena itu kita harus melibatkan jamaah dan para petani melalui jaringan pondok pesantren,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi pesantren untuk mengembangkan sektor pertanian sekaligus menciptakan sumber pendapatan jangka panjang.

Meski demikian, Ia menekankan pentingnya pendidikan dan pendampingan bagi calon pembudidaya sebelum mulai menanam Alpukat AGUS. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga standar budidaya dan kualitas produksi.

“Ikuti dulu pendidikannya, bagaimana cara mengembangkan dan merawatnya. Setelah itu bisa mendapatkan bibit dan kerja sama melalui HATI atau Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath,” jelasnya.

Melalui program PMP, Ponpes Dzikir Al-Fath berharap model kemandirian ekonomi tersebut dapat direplikasi oleh pesantren lainnya. Dengan demikian, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan sosial, tetapi juga mampu membangun kekuatan ekonomi yang produktif, mandiri dan berkelanjutan.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekitar 51 Persen Penduduk Kota Bandung Generasi Milenial Dan Gen Z

    Sekitar 51 Persen Penduduk Kota Bandung Generasi Milenial Dan Gen Z

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung akan kembali melanjutkan sensus penduduk yang sempat tertunda setahun silam. Menurut data sensus 2020, dari 2,44 juta penduduk Kota Bandung, tercatat 51 persen di antaranya didominasi oleh generasi milenial dan gen z. Generasi milenial yaitu orang yang lahir antara tahun 1981-1996. Sedangkan generasi Z lahir pada […]

  • Satpol PP Kota Bandung Fokus Tuntaskan Penertiban PKL

    Satpol PP Kota Bandung Fokus Tuntaskan Penertiban PKL

    • calendar_month Sabtu, 16 Des 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung berupaya penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Jalan Dalem Kaum ke Basemen Alun-alun Kota Bandung. Demikian Sekretaris Satpol PP Kota Bandung, Idris Kuswandi mengatakan di Bandung Kamis 14 Desember 2023. Permasalahan PKL di Jalan Dalem Kaum yang masuk ke dalam zona merah, terang Idris […]

  • Butuh Penanganan Khusus, Kepala Puskesmas: Kasus TBC di Kecamatan Cikole Cenderung Meningkat

    Butuh Penanganan Khusus, Kepala Puskesmas: Kasus TBC di Kecamatan Cikole Cenderung Meningkat

    • calendar_month Jumat, 15 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Langkah antisipasi pencegahan penambahan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kota Sukabumi melibatkan puluhan relawan. Relawan Pena Bulu yang berasal dari warga sekitar ternyata mampu mendeteksi sejak dini suspeck TBC, Jumat (15/07). Seperti halnya dilakukan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, kehadiran para relawan Pena Bulu sangat membantu. Mereka bergerak cepat […]

  • Yana: Bandung Kota Indah Karena Kreativitasnya

    Yana: Bandung Kota Indah Karena Kreativitasnya

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 238
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebut, Kota Bandung sebagai kota yang menarik karena kreativitasnya. Hal itu disampaikan Yana dalam acara Gala Dinner Penerimaan Keluarga Asuh Perwira Siswa (Pasis) negara-negara Sahabat Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Sesko TNI AD, dan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri Tahun Pendidikan 2022. Kata Yana, meski […]

  • Tuty Gareta Alumni 91 Hadir Dalam Reuni Akbar SMA Soreang Putra

    Tuty Gareta Alumni 91 Hadir Dalam Reuni Akbar SMA Soreang Putra

    • calendar_month Minggu, 5 Nov 2023
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Tuty Gareta Alumni 91 Hadir Dalam Reuni Akbar SMA Putra. Kab Bandung, Mbinews.id Reuni Akbar SMA, Soreang Putra (Sorput) Angkatan 96 hingga angkatan 2002 berlangsung di cafe Sadu Soreang (5/11/2023) Kab Bandung dihadiri peserta reuni sekitar 3000 lebih dari berbagai kalangan Kepala SMA Soreang Putra dalam reuni akbar Hj. Yani Tjintarsih, S. Pd,mengatakan,” kegiatan reuni […]

  • April 2024, Empat Aduan Masuk Ke Pemkot Sukabumi

    April 2024, Empat Aduan Masuk Ke Pemkot Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menerima empat aduan dari masyarakat melalui apalikasi E-Lapor. Berdasarkan catatan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) setempat, mayoritas intasi yang mendapatkan paling banyak mendapat aduan yakni Dinas PUTR. “terdapat beberapa kategori pengaduan diantaranya, perbaikan pondasi, perbaikan jalan, kependudukan dan aset. “Alhamdulillah respon awal dari setiap instansi terhadap aduan masyarakat melalui Aplikasi […]

expand_less