USB YPKP Genap 20 Tahun, Bidik Internasionalisasi dan Perkuat Kemitraan Industri
- account_circle MBI Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung memasuki usia ke-20 dengan semangat baru untuk memperkuat mutu pendidikan, memperluas jejaring internasional, dan meningkatkan kolaborasi dengan dunia industri. Momentum Dies Natalis ke-20 yang digelar Rabu (26/8/2026) menjadi pijakan bagi USB YPKP untuk terus berinovasi dan menghadirkan pendidikan tinggi yang semakin berdampak serta dipercaya masyarakat.
Ketua Yayasan YPKP Bandung, Prof. Dr. H. Ricky Agusiady, mengatakan usia 20 tahun USB YPKP merupakan bagian dari perjalanan panjang YPKP yang telah dimulai sejak 1970.
Sejarah tersebut bermula dari pendirian Akademi Bank Nasional (ABN), yang kemudian berkembang menjadi Akubank YPKP, STIE YPKP, hingga berdirinya Sekolah Tinggi Teknik (STT) YPKP.
Puncak transformasi kelembagaan terjadi pada 2006 ketika STIE YPKP dan STT YPKP bergabung dan kemudian melahirkan Universitas Sangga Buana.
“Ulang tahun ini adalah rasa syukur kita terhadap Allah SWT yang telah membawa perjalanan dari 2006 hingga sekarang, 2026, untuk Universitas Sangga Buana. Perjalanan sejarah dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu tahun 1970, dulu kita mulai dari Akademi Bank,” ujar Ricky.
Menurut Ricky, perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa lembaga pendidikan harus mampu beradaptasi mengikuti perubahan zaman. Karena itu, YPKP terus melakukan pengembangan mutu, kurikulum, hingga metode pembelajaran.
Sistem pembelajaran hybrid dan digital kini menjadi bagian dari strategi USB YPKP dalam menjawab kebutuhan mahasiswa dan dunia kerja.
USB YPKP juga membuka akses pendidikan bagi kalangan pekerja melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program tersebut memungkinkan pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki mahasiswa untuk diakui sehingga masa studi dapat ditempuh lebih cepat.
“Kami tidak hanya menerima mahasiswa yang baru lulus SMA, tetapi juga mahasiswa S2 untuk para karyawan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Dengan RPL, masa studi mahasiswa karyawan bisa lebih cepat, bahkan hingga 50 persen,” jelasnya.
Ricky mengaku bersyukur USB YPKP telah memperoleh pengakuan pemerintah dengan predikat unggul. Namun, ia menegaskan pencapaian tersebut tidak boleh membuat seluruh sivitas akademika berhenti berinovasi.
“Kami tidak pernah merasa sudah cukup. Perubahan zaman terus terjadi, regulasi pun berubah-ubah. Ketidakpastian itu membuat kami tidak bisa berhenti berpuas diri. Yang penting kami terus berinovasi,” tegasnya.
Bagi Ricky, keberhasilan perguruan tinggi bukan semata-mata diukur dari usia maupun predikat akademik, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Satu kata saja, berdampak. Berdampak dan dipercaya masyarakat, masyarakat suka dengan kita, ya sudah itu sukses,” ungkap Ricky.
Sementara itu, Rektor USB YPKP, Dr. Didin Saepudin, mengatakan perjalanan 20 tahun USB YPKP tidak terlepas dari dukungan yayasan, sivitas akademika, pemerintah, mitra swasta, hingga mitra internasional.
Predikat unggul yang telah diraih, kata Didin, justru menjadi pijakan untuk menetapkan target yang lebih tinggi.
“Ke depan banyak capaian yang harus kita jadikan target, di antaranya internasionalisasi, kerja sama dengan dunia industri dan dunia usaha, serta bagaimana seluruh stakeholder memberikan kepercayaan kepada USB YPKP,” ujar Didin.
Ia menambahkan, kepercayaan dari berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
Dalam Dies Natalis ke-20, USB YPKP mengusung tema “Decade to Decade of Unity for Excellence and Impact”.
Menurut Didin, tema tersebut memiliki tiga pesan utama, yakni unity atau kebersamaan, excellence atau keunggulan, dan impact atau dampak.
Kebersamaan antara yayasan, rektorat, sivitas akademika, dunia usaha, pemerintah, serta seluruh stakeholder menjadi fondasi penting bagi perjalanan USB YPKP selama dua dekade.
“Alhamdulillah selama ini kebersamaan di Universitas Sangga Buana, baik yayasan maupun rektorat serta stakeholder lainnya, bisa beriringan hingga akhirnya kita sampai di titik ini. Ke depan, dengan kepemimpinan yang baru, USB YPKP akan semakin lebih baik lagi,” pungkasnya.
Liputan: Elly & Cuya


Saat ini belum ada komentar