Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pemkot Sukabumi Ajukan Pinjaman Rp89,3 Miliar untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 3.031
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memilih skema pembiayaan alternatif untuk mengejar kebutuhan pembangunan infrastruktur yang tidak seluruhnya mampu ditopang oleh kapasitas fiskal tahunan. Pemkot Sukabumi mengajukan pinjaman daerah senilai Rp89,327 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI dengan tenor tiga tahun untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur pada Tahun Anggaran 2027.

Langkah tersebut diambil di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah yang membuat pemerintah daerah harus mencari sumber pembiayaan lain tanpa mengorbankan belanja pelayanan dasar dan operasional pemerintahan. Pemkot menilai pinjaman daerah menjadi salah satu instrumen creative financing yang dapat digunakan secara terukur untuk mempercepat pembangunan.

Usulan pinjaman sebesar Rp89.327.666.518 tersebut merupakan hasil assessment PT SMI sebagaimana tertuang dalam Surat Nomor S-407/SMI/DPPPP/0726 tertanggal 13 Juli 2026. Penilaian indikatif tersebut menggunakan basis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Tahun Anggaran 2025 audited dan APBD 2026.

Hasil assessment tersebut menunjukkan Kota Sukabumi memiliki kapasitas fiskal yang dinilai sehat untuk menerima fasilitas pembiayaan daerah. Kendati demikian, keputusan untuk menambah beban pembiayaan daerah tetap membutuhkan kehati-hatian agar pinjaman tidak berubah menjadi tekanan fiskal pada tahun-tahun berikutnya.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, menegaskan, pinjaman tersebut bukan dimaksudkan untuk menutup kebutuhan belanja rutin pemerintah daerah, melainkan diarahkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang memiliki manfaat langsung terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi.

“Pinjaman daerah ini merupakan instrumen pembiayaan yang dirancang secara terukur untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Prinsipnya, pembiayaan ini tidak boleh mengganggu kemampuan APBD dalam memenuhi belanja operasional dasar maupun pelayanan publik,”kata Andang. Senin, (31/8/2026).

Menurutnya, Pemkot Sukabumi juga telah menjalankan tahapan administratif sesuai ketentuan. Pemkot telah menyampaikan surat kepada Ketua DPRD Kota Sukabumi pada 24 Agustus 2026 mengenai Permohonan Persetujuan Pinjaman Daerah untuk Pembiayaan Infrastruktur Tahun Anggaran 2027.

Pengajuan tersebut dilakukan setelah Pemkot Sukabumi dan DPRD menyepakati Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Andang menjelaskan, pencairan pinjaman nantinya tidak dilakukan sekaligus. Skema tersebut dirancang berdasarkan progres pekerjaan proyek sehingga dana baru ditarik sesuai kebutuhan dan perkembangan pembangunan.

“Dana pinjaman tidak serta-merta seluruhnya masuk ke kas daerah. Pencairan dilakukan berdasarkan progres pekerjaan. Ketika proyek telah memenuhi ketentuan dan kontraknya dapat dibayarkan, pemerintah daerah mengajukan pencairan kepada PT SMI sesuai nilai yang telah disepakati,”bebernya.

Mekanisme tersebut, lanjut Andang, sekaligus ditujukan untuk meminimalkan potensi dana mengendap di kas daerah. Setelah dana pencairan masuk ke kas daerah, Pemkot Sukabumi menargetkan paling lama dua hari sudah ditransfer kepada pihak pelaksana kegiatan.

“Setelah dana masuk ke kas daerah, maksimal dua hari harus sudah ditransfer kepada pelaksana kegiatan. Dengan pola ini, dana tidak direncanakan untuk mengendap di kas daerah,”tegasnya.

Setelah memperoleh persetujuan DPRD, Pemkot Sukabumi masih harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum pembiayaan dapat direalisasikan. Tahapan tersebut mencakup pemenuhan dokumen kelayakan dan compliance, studi kelayakan, analisis rasio, hingga proses pertimbangan oleh pemerintah pusat.

Dokumen dan usulan pembiayaan selanjutnya akan diajukan kepada Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, serta Kementerian Keuangan. Setelah seluruh persyaratan dinyatakan terpenuhi, tahapan berikutnya adalah penandatanganan perjanjian pembiayaan antara Wali Kota Sukabumi dan PT SMI.

Pemkot Sukabumi mengarahkan pembiayaan tersebut untuk sejumlah kebutuhan infrastruktur yang dinilai memiliki dampak terhadap aktivitas ekonomi dan kualitas pelayanan masyarakat.

Salah satu targetnya adalah meningkatkan konektivitas dan mobilitas melalui peningkatan kondisi jalan. Infrastruktur jalan yang lebih baik diharapkan dapat menekan hambatan mobilitas sekaligus memperlancar distribusi barang dan jasa.

Selain itu, Pemkot menargetkan penataan kawasan pusat kota dengan pembangunan trotoar yang lebih aman, inklusif, dan nyaman bagi pejalan kaki. Penataan ruang publik juga akan diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Dari sisi ekonomi kerakyatan, pembiayaan tersebut turut diarahkan untuk penyediaan sentra kuliner dan ruang publik yang dapat menjadi titik pertumbuhan baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara untuk aspek keselamatan, modernisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) dan marka jalan diharapkan dapat mengurangi titik rawan kecelakaan serta meningkatkan keamanan masyarakat, khususnya pada malam hari.

Pemkot juga memproyeksikan peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penyediaan gedung pelayanan yang lebih layak dan representatif.

Andang mengatakan, pemerintah daerah menyadari bahwa keputusan menarik pinjaman tidak boleh hanya dilihat dari kemampuan mendapatkan pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan mengelola dan mengembalikannya secara disiplin.

“Yang paling penting bukan hanya bagaimana pembiayaan ini diperoleh, tetapi bagaimana pembiayaan tersebut memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang jelas serta tetap menjaga kesehatan fiskal daerah. Karena itu, seluruh prosesnya harus transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan,”terangnya.

Ia optimistis dukungan DPRD dan penerapan tata kelola yang transparan bersama PT SMI dapat memastikan pembiayaan tersebut benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

“Kami optimistis, dengan dukungan DPRD dan tata kelola yang transparan bersama PT SMI, proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai melalui skema ini dapat memberikan dampak ekonomi positif yang nyata bagi masyarakat Kota Sukabumi,” pungkas Andang.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Sembako Naik, Dewan PKS Tanyakan Peran Pemerintah Terhadap Rakyat

    Harga Sembako Naik, Dewan PKS Tanyakan Peran Pemerintah Terhadap Rakyat

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Melonjaknya harga-harga bahan pokok penting (Bapokting) pada bulan Ramadhan, membuat sejumlah masyarakat maupun pelaku usaha menjerit. Termasuk di Kota Sukabumi, sejumlah bapokting saat ini terpantau mulai meroket naik. Hal tersebut membuat Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda turut angkat bicara, Rabu (06/04/2022). “Memang sudah menjadi tradisi pada saat menjelang maupun memasuki […]

  • Pemkot Sukabumi Terima 35 Aduan Dari Masyarakat , Selama Agutus 2023

    Pemkot Sukabumi Terima 35 Aduan Dari Masyarakat , Selama Agutus 2023

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Selama Agutus 2023, Pememrintah Kota (Pemkot) Sukabumi menerima 30 aduan dari masyarakat. Aduan yang masuk melalui aplikasi Sukabumi Participated Responder (Super) tersebut, 11 aduan ditujukan kepada Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR), kemudian 8 aduan Dishub, dan sisanya tersebar ke PDAM, Diskdukcapil, P dan K, serta BKPSDM. “Berdasarkan data Super, aduan yang masuk ke […]

  • Sikapi Intruksi Gubernur Jabar, Pemkot Bandung Siap Percepatan  Program Vaksin Covid-19

    Sikapi Intruksi Gubernur Jabar, Pemkot Bandung Siap Percepatan Program Vaksin Covid-19

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    BANDUNG, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap mempercepat pelaksanaan program vaksinasi Covid-19. Terlebih, saat ini Kota Bandung memiliki 1.181 tenaga vaksinator. Kendati demikian, Pemkot Bandung juga tengah menunggu suplai vaksin untuk mendukung percepatan program vaksinasi Covid-19 di wilayahnya. Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyikapi instruksi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang meminta […]

  • Angka Kawasan Kumuh di Kota Sukabumi Tinggal 5,01 Hektare Lagi

    Angka Kawasan Kumuh di Kota Sukabumi Tinggal 5,01 Hektare Lagi

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Angka kawasan kumuh di Kota Sukabumi saat ini hanya meyisakan sekitar 5,01 hektare, dari sebelumnya mencapai 139,02 hektare. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) SUkabumi melalaui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat, terus berupaya bahkan ditargetkan bisa berada di zero kumuh. Baca Juga:Dana Transfer Daerah Berkurang, Ini Kata Kepala Bappeda Kota Sukabumi “Dari 139,02 hektare […]

  • Walikota Bandung, Oded Apresiasi  Kelurahan Citarum Di Canangkan Jadi Lembur Tohaga Lodaya

    Walikota Bandung, Oded Apresiasi Kelurahan Citarum Di Canangkan Jadi Lembur Tohaga Lodaya

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Kolaborasi Pemkot Bandung dan Polrestabes Bandung untuk membangun ketahanan pangan. Terlebih di masa pandemi Covid-19 yang juga berdampak pada ketahanan sosial di masyarakat. Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengapresiasi Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan yang dicanangkan sebagai Lembur Tohaga Lodaya. Pencanangan yang ke-19 di Kota Bandung ini dilaksanakan di Jalan Geusan […]

  • Siaga Satu Jelang  Nataru, Menhub Budi Karya Apresiasi Kekompakan Jabar Dalam Menangani Covid-19

    Siaga Satu Jelang Nataru, Menhub Budi Karya Apresiasi Kekompakan Jabar Dalam Menangani Covid-19

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    MBINews.id – Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin Lodaya 2021 dilaksanakan di Mapolda Jabar. Hadir Menko Pembangunan Manusia Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jabar, Kamis (16/12/21). “Kami akan siaga satu di lapangan untuk memastikan semua arahan Presiden berlangsung dengan baik dan dimonitor epidemiologinya. Insyaallah dua minggu setelahnya (nataru) mudah-mudahan tidak […]

expand_less