Breaking News
Trending Tags

Dua Tahun Prabowo: Jangan Hanya Kuat di Kekuasaan, Negara Harus Makin Kuat

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 858
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,Mbinews – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai belum cukup untuk menghakimi keberhasilan pemerintah secara menyeluruh. Namun, rentang waktu tersebut dinilai sudah dapat menjadi momentum untuk membaca arah kepemimpinan, karakter pemerintahan, serta sejauh mana agenda besar yang diusung mulai diterjemahkan menjadi kebijakan publik.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, mengatakan penilaian terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo tidak semestinya hanya didasarkan pada banyaknya program yang diluncurkan. Hal yang lebih penting adalah melihat apakah pemerintah mampu membangun negara yang kuat melalui institusi yang profesional dan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dua tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk menghakimi sebuah pemerintahan yang belum sampai setengah periode memegang kekuasaan, tetapi sudah cukup untuk membaca watak seorang presiden,” tulis Komaruddin dalam refleksinya bertajuk Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Komaruddin, Prabowo memasuki Istana dengan modal politik yang kuat setelah memenangkan Pemilu Presiden 2024 dan dilantik pada 20 Oktober 2024.

Selain memiliki pengalaman panjang di dunia politik, Prabowo juga pernah menjadi prajurit, pengusaha, pimpinan partai politik dan calon presiden. Pengalaman tersebut, kata Komaruddin, ikut membentuk pandangan Prabowo mengenai nasionalisme, kedaulatan, pertahanan, pangan dan energi.

Namun, persoalan mendasarnya adalah apakah kekuatan personal tersebut mampu ditransformasikan menjadi kekuatan institusional.

“Negara tidak menjadi kuat hanya karena presidennya kaya dan tegas. Negara menjadi kuat apabila hukum bekerja, birokrasi profesional, pendidikan bermutu, ekonomi produktif, teknologi berkembang, korupsi terkendali, dan masyarakat percaya kepada institusi negara,” ujarnya.

MBG Jadi Ujian Tata Kelola

Komaruddin menilai salah satu agenda paling menonjol pemerintahan Prabowo adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut dia, secara filosofis program tersebut memiliki tujuan strategis karena negara tidak hanya berkewajiban membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan memiliki kesempatan yang relatif sama untuk mengembangkan potensinya.

Dalam rancangan APBN 2026, program MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dengan anggaran Rp335 triliun.

Namun, besarnya cakupan program membuat tuntutan terhadap tata kelolanya semakin tinggi. Program yang menyangkut makanan bagi puluhan juta anak, kata Komaruddin, membutuhkan standar gizi, keamanan pangan, rantai pasok, pengawasan, tenaga profesional dan sistem pertanggungjawaban yang ketat.

Peristiwa keracunan makanan di sejumlah daerah menjadi peringatan agar pelaksanaan program tersebut terus diperbaiki.

“Semakin besar ambisi kebijakan, semakin tinggi tuntutan profesionalismenya,” tegasnya.

Swasembada Pangan Harus Dibuktikan

Agenda lain yang menjadi perhatian adalah swasembada pangan. Pemerintah menyatakan produksi dan cadangan beras mengalami peningkatan signifikan. Pada pertengahan 2026, pemerintah bahkan menyebut cadangan beras pemerintah telah mencapai lebih dari 5,3 juta ton.

Namun, Komaruddin mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan swasembada tidak cukup hanya berdasarkan jumlah produksi atau cadangan beras.

Pertanyaan yang lebih penting, menurutnya, adalah apakah petani semakin sejahtera, konsumen memperoleh pangan dengan harga terjangkau, produktivitas pertanian meningkat secara berkelanjutan, serta ketergantungan terhadap impor benar-benar berkurang tanpa mengorbankan stabilitas harga.

“Swasembada bukan sekadar kemampuan negara menumpuk beras di gudang. Swasembada adalah kemampuan sebuah bangsa membangun ekosistem pangan yang sehat dari hulu sampai hilir,” katanya.

Karena itu, kebijakan pangan harus didukung data empiris yang akurat dan lengkap, bukan semata-mata klaim politik.

Negara Kuat Harus Diimbangi Kontrol

Komaruddin juga menyoroti gagasan negara kuat yang menjadi salah satu karakter penting dalam pemikiran politik Prabowo.

Menurutnya, negara kuat memiliki sisi positif ketika diwujudkan melalui penegakan hukum, pelayanan publik, perlindungan masyarakat miskin dan kemampuan negara menghadapi kepentingan ekonomi yang terlalu dominan.

Namun, negara kuat juga dapat berubah menjadi kekuasaan yang terlalu dominan apabila tidak diimbangi kontrol institusional.

“Demokrasi memang membutuhkan pemerintah yang kuat sekaligus juga masyarakat sipil yang kuat. Membutuhkan presiden yang efektif sekaligus pers yang bebas. Membutuhkan birokrasi yang disiplin sekaligus parlemen dan lembaga hukum yang mampu melakukan kontrol,” ujarnya.

Ia mengingatkan kekuatan negara tanpa kontrol dapat berisiko mengarah pada pemerintahan otoriter yang tidak akan bertahan lama.

Koalisi Besar dan Ruang Oposisi

Kemampuan Prabowo merangkul berbagai kekuatan politik juga menjadi catatan tersendiri. Koalisi pemerintahan yang besar memberikan keuntungan dari sisi stabilitas politik karena pemerintah relatif tidak menghadapi oposisi parlementer yang kuat.

Namun, menurut Komaruddin, kondisi tersebut menghadirkan paradoks bagi demokrasi.

“Demokrasi bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Demokrasi juga membutuhkan mereka yang kalah untuk tetap mempunyai ruang mengawasi mereka yang menang,” katanya.

Oposisi yang sehat, lanjutnya, tidak seharusnya dipandang sebagai musuh pemerintah. Sebaliknya, oposisi dapat menjadi mekanisme koreksi terhadap kebijakan pemerintah.

Karena itu, stabilitas politik tidak semestinya dibayar dengan hilangnya ruang kritik.

Pemerintah Dinilai Tidak Kekurangan Gagasan

Komaruddin menilai pemerintahan Prabowo tidak kekurangan agenda besar. Pemerintah menjalankan berbagai program mulai dari ketahanan pangan, energi, MBG, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, koperasi, pembangunan desa, pendidikan hingga kesehatan.

Persoalannya adalah kemampuan mesin birokrasi menjalankan seluruh agenda tersebut secara efektif.

Dalam konteks ini, kualitas para menteri menjadi penting. Menteri, menurut Komaruddin, bukan sekadar pelaksana perintah presiden, tetapi juga harus mampu menjadi penyaring, penerjemah sekaligus penguji gagasan presiden.

Kabinet yang sehat bukanlah kabinet yang seluruh anggotanya selalu mengatakan setuju, melainkan kabinet yang berani menyampaikan perbedaan pendapat dalam ruang rapat dan tetap solid ketika keputusan telah ditetapkan.

“Ukuran sesungguhnya adalah output. Berapa masalah yang selesai? Berapa kebijakan yang benar-benar bekerja? Berapa rupiah anggaran yang menghasilkan manfaat? Berapa banyak birokrasi yang menjadi lebih sederhana? Dan yang paling penting: apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik?” ujarnya.

Lima Catatan untuk Prabowo

Memasuki tahun kedua pemerintahan, Komaruddin menyampaikan sedikitnya lima hal yang perlu menjadi perhatian Prabowo.

Pertama, tidak terlalu bergantung pada kekuatan personal presiden dan lebih memperkuat institusi. Kedua, memperkuat meritokrasi agar kemampuan profesional tidak kalah oleh loyalitas politik.

Ketiga, menjaga disiplin fiskal. Program populis, menurutnya, memang dapat disukai masyarakat, tetapi pemerintah tetap harus memperhitungkan kemampuan anggaran dan manfaat sosial dari setiap rupiah yang dibelanjakan.

Keempat, memperbaiki komunikasi publik dan membuka ruang yang lebih luas terhadap kritik. Kelima, tidak menyamakan negara kuat dengan pemerintahan yang tidak boleh dikritik.

“Justru pemerintah yang percaya diri adalah pemerintah yang tidak takut terhadap kritik,” tegasnya.

Rakyat Menunggu Hasil Nyata

Komaruddin menilai sejumlah agenda pemerintahan Prabowo patut didukung, khususnya keberanian menetapkan agenda ketahanan pangan, penguatan program gizi dan orientasi kemandirian ekonomi.

Namun, ia mengingatkan masih terlalu dini menyebut seluruh agenda tersebut berhasil karena sebagian besar baru memasuki tahap pembangunan fondasi.

Pada akhirnya, masyarakat akan menilai pemerintah bukan berdasarkan banyaknya pidato, program atau proyek, tetapi melalui dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Apakah anak-anak dari keluarga miskin memperoleh gizi lebih baik? Apakah petani semakin sejahtera? Apakah kelas menengah merasa lebih aman? Apakah lapangan pekerjaan bertambah? Apakah kualitas pendidikan meningkat? Apakah hukum semakin dipercaya? Apakah korupsi semakin sulit dilakukan? Dan apakah birokrasi semakin profesional?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut, menurut Komaruddin, akan terus menjadi bagian dari ruang publik, terlebih dengan semakin kuatnya peran media sosial sebagai sarana masyarakat menyampaikan keluhan, harapan sekaligus melakukan pengawasan.

Dari Kekuasaan Menuju Peradaban

Komaruddin melihat Prabowo sebagai presiden yang memiliki obsesi besar terhadap masa depan Indonesia. Ia ingin Indonesia menjadi negara yang berdaulat, mandiri, kuat dan dihormati.

Namun, tantangan terbesar bukan sekadar memiliki gagasan besar, melainkan mengubah gagasan tersebut menjadi institusi, kebijakan dan kebiasaan sosial yang bertahan dalam jangka panjang.

“Sejauh ini ia telah mengonsolidasikan kekuasaan. Kini tantangannya adalah bagaimana memenangkan kepercayaan sejarah,” tulisnya.

Menurut Komaruddin, seorang presiden pada akhirnya tidak dikenang karena seberapa besar kekuasaan yang berhasil dikumpulkannya, tetapi karena apa yang dilakukan dengan kekuasaan tersebut.

Ukuran paling sederhana, kata dia, tetap kembali kepada pertanyaan rakyat biasa: “Apakah hidup saya menjadi lebih baik?”

Di tengah mulai munculnya persaingan menuju Pemilu 2029, Komaruddin juga mendorong Prabowo mengevaluasi kinerja para pembantunya.

Ia mengibaratkan kabinet seperti sebuah tim sepak bola. Pemain yang tidak efektif dan tidak memiliki kemampuan yang memadai perlu diganti dengan pemain profesional.

“Profesionalitas dan prinsip meritokrasi lebih penting dari loyalitas yang selalu ingin menggembirakan dan memuji bosnya,” pungkasnya.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Target Rampung Sebelum Akhir Tahun, Pembahasan APBD Kota Sukabumi 2026 Dimulai Awal Bulan November

    Target Rampung Sebelum Akhir Tahun, Pembahasan APBD Kota Sukabumi 2026 Dimulai Awal Bulan November

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi tahun anggaran 2026 dijadwalkan dimulai pada awal November 2025. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menargetkan seluruh proses pembahasan rampung sebelum akhir tahun agar pelaksanaan APBD dapat berjalan tepat waktu pada awal 2026. Sekretaris DPRD Kota Sukabumi, Asep Koswara, mengatakan, jadwal pembahasan telah disusun oleh Badan […]

  • Via QRIS, Kini Bayar PBB Kota Bandung Makin Mudah

    Via QRIS, Kini Bayar PBB Kota Bandung Makin Mudah

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota Bandung melalui Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) meluncurkan layanan pembayaran via QRIS bagi wajib pajak PBB, Senin 28 Maret 2022. Inovasi ini diyakini dapat mengakselerasi pendapatan, utamanya dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Layanan QRIS untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ini diresmikan oleh Plt. Wali Kota Bandung […]

  • DPRD Jabar : Musrenbang 2022 Jawa Barat Prioritaskan Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat

    DPRD Jabar : Musrenbang 2022 Jawa Barat Prioritaskan Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Belum berakhirnya pandemi covid-19 menjadikan upaya pemulihan atau recovery ekonomi sebagai salah satu prioritas pembangunan di Jawa Barat. Selain itu fokus pada upaya memaksimalkan kesehatan masyarakat untuk mencegah penyebaran covid-19, dan memaksimalkan jaringan pengaman sosial serta memastikan kesiapan stok pangan di daerah. Sementara itu pada sisi lain masalah pokok pembangunan Jawa Barat […]

  • Terkait Sekolah Tatap Muka, Pemkot Sukabumi Tunggu Instruksi Gubernur Jabar

    Terkait Sekolah Tatap Muka, Pemkot Sukabumi Tunggu Instruksi Gubernur Jabar

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi masih menunggu keputusan dari Gubernur Jawa Barat perihal pembelajaran tatap muka di Kota Sukabumi.”Kami menunggu intruksi dari Pak Gubernur Jawa Barat, mengenai pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2021-2022, di Kota Sukabumi,”terang Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kota Sukabumi, Cecep Mansur melalui telepon genggamnya. Jumat, (26/3/2021).Cecep ,mengatakan, untuk itu, […]

  • Info Penting! Begini Cara Bayar Parkir Di Mesin Elektronik

    Info Penting! Begini Cara Bayar Parkir Di Mesin Elektronik

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Kota Bandung memiliki sebanyak 445 mesin parkir yang tersebar di 58 ruas jalan. Tahukah anda cara menggunakan mesin parkir tersebut? Sebenarnya relatif mudah. Anda hanya memerlukan kartu uang elektronik untuk membayar parkir di mesin tersebut. Selanjutnya, anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini: Tekan tombol bertanda ceklis pada bagian bawah layar mesin […]

  • Makin Mudah Dengan Formulir Online, UMKM Bisa Menjadi Binaan Pertamina

    Makin Mudah Dengan Formulir Online, UMKM Bisa Menjadi Binaan Pertamina

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    JAKARTA,Mbinews.id – Pelaku usaha kecil masih kebingungan mendapatkan modal dan mengembangkan usaha setelah melewati pandemi COVID-19? Segera bergabung menjadi Mitra Binaan PT Pertamina (Persero) dengan cara yang sangat mudah melalui aplikasi online.BUMN migas nasional tersebut turut aktif dalam memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan lemah, koperasi, dan masyarakat melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan […]

expand_less