Farhan: Masa Depan Milik Mereka yang Siap Bersaing Secara Global
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai langkah strategis menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama antara Pemkot Bandung dengan Universitas Teknologi Bandung (UTB), yang berlangsung di Kampus UTB, Kamis (9/4/2026).
Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan akademis, tetapi juga melahirkan generasi inovatif, adaptif, dan siap menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Wali Kota Bandung, ****, menegaskan bahwa generasi muda saat ini harus mulai mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia dalam dua dekade mendatang. Menurutnya, usia produktif mahasiswa saat ini merupakan periode penting untuk membangun kapasitas diri, memperluas wawasan, dan meningkatkan kompetensi.
“Di usia 20 sampai 21 tahun, Anda memiliki waktu sekitar 20 tahun untuk mematangkan diri menghadapi persoalan nyata. Persaingan yang akan dihadapi bukan lagi persaingan lokal, tetapi persaingan kelas dunia,” ujar Farhan.
Ia mengingatkan bahwa era keterbukaan global menghadirkan tantangan baru. Persaingan tenaga kerja, inovasi, dan teknologi kini tidak lagi dibatasi oleh wilayah negara. Karena itu, mahasiswa harus mampu meningkatkan kualitas diri agar tidak tertinggal oleh kompetitor dari berbagai belahan dunia.
“Kalau tidak lebih pintar, tidak lebih cerdas, dan tidak lebih terampil, kita akan kalah. Dunia bergerak sangat cepat dan hanya mereka yang siap yang akan mampu bertahan,” tegasnya.
Farhan juga menyoroti pentingnya memiliki visi hidup yang jelas. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menjalani pendidikan tanpa tujuan yang terukur.
Menurutnya, pola pikir “mengalir saja” tidak lagi relevan di tengah kompetisi global yang semakin ketat. Setiap mahasiswa harus memiliki target, strategi, dan kesiapan untuk menghadapi perubahan zaman.
“Jangan hanya bersaing di Kota Bandung. Bersainglah dengan dunia dan jadikan Bandung sebagai tempat lahirnya talenta-talenta terbaik Indonesia,” pesannya.
Sementara itu, Rektor Universitas Teknologi Bandung, Muhammed Nasser, menegaskan komitmen kampusnya dalam mencetak lulusan yang siap memasuki pasar kerja internasional.
Saat ini, UTB memiliki sekitar 4.800 mahasiswa yang tersebar di dua fakultas, yakni Fakultas Industri Kreatif serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Berbagai program penguatan kompetensi terus dikembangkan agar mahasiswa memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri global.
Salah satu capaian yang membanggakan, kata Nasser, adalah keberhasilan ratusan mahasiswa dan alumni UTB yang telah bekerja di luar negeri.
“Sekitar 200 mahasiswa kami saat ini bekerja di Jepang dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp20 juta per bulan. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Bandung mampu bersaing di tingkat internasional,” ungkapnya.
Selain fokus pada peningkatan kualitas SDM, UTB juga aktif mengembangkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Di bidang lingkungan misalnya, kampus tersebut mengembangkan program pemilahan sampah dari sumber, mesin pencacah sampah, hingga teknologi pelumer plastik yang telah dimanfaatkan di sejumlah daerah di Jawa Barat.
Berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga terus dilakukan, mulai dari pengolahan limbah cair industri tahu, produksi kompos, hingga edukasi pengelolaan sampah di sejumlah kawasan Kota Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, juga terungkap bahwa Pemkot Bandung selama ini memberikan dukungan nyata terhadap akses pendidikan melalui program beasiswa bagi mahasiswa UTB.
Sejak program tersebut berjalan pada 2016, tercatat sebanyak 382 mahasiswa telah menerima manfaat dengan total nilai bantuan mencapai sekitar Rp3,3 miliar. Dukungan ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.
Kolaborasi antara Pemkot Bandung dan UTB diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga mampu menghasilkan program-program konkret yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas SDM, pengembangan inovasi, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi, Kota Bandung diharapkan mampu memperkokoh posisinya sebagai pusat pendidikan, inovasi, dan pencetak talenta unggul yang siap berkompetisi di tingkat nasional maupun global.
Di tengah persaingan dunia yang semakin terbuka, investasi pada pendidikan dan pengembangan manusia menjadi kunci utama. Melalui kolaborasi ini, Bandung tidak hanya membangun kota yang maju, tetapi juga menyiapkan generasi masa depan yang mampu membawa nama Indonesia bersaing di panggung dunia.
Saat ini belum ada komentar