Breaking News
Trending Tags

Pekan Ini, Diskopdagrin Kota Sukabumi Sebut Bawang Merah Alami Kenaikan Harga

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 26 Des 2019
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, MBInews.id  – Komoditas bawang merah minggu ini alami peningkatan harga. Bahkan, sampai menjelang akhir tahun ini komoditi tersebut terus merangkak naik. Di awal Desember lalu, harga bawang merah tersebut terpantau normal. Namun, setelah memasuki pekan ke dua, harga bawang mulai naik menjadi Rp36 ribu per kilogramnya dari harga normal.”Memang harga bawang merah di pekan kedua hingga menjelang akhir harganya terus merangkak naik,”ujar kabid Perdagangan Dinas Koperasi perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi Heri Sihombing usai melakukan monitoring ke sejumlah Pasar di Kota Sukabumi. Kamis, (26/12/2019).

Heri menambahkan, hasil monitoring hari ini (kemarin), harga komoditi tersebut kembali alami penaikan harga menjadi Rp 44 ribu per kilogramnya.”Dua pekan lalu kan harganya Rp36 ribu, terus minggu lalu naik lagi menjadi Rp 42 ribu dan pekan ini menjadi Rp44 ribu per kilogramnya,”ujar Heri.

Heri mengungkapkan, terjadinya kenaikan pada bawang merah bisa saja diakibatkan karena faktor cuaca, sebab komoditi jenis tersebut jika terpengaruh oleh cuaca akan mempengaruhi terhadap kualitas bawang itu sendiri. Sehingga berdampak kepada suplai yang sedikit, sedangkan permintaan banyak, yang mengakibatkan harga terkoreski naik.”Bisa saja salah satu penyebabnya faktor cuaca saat ini,”terang Heri.

Meskipun demikian, tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Artinya, selama komoditi tersebut masih ada di pasaran, artinya aman. Berbeda jika barangnya sudah langka harganyapun tinggi.”Yang jelas tidak ada gejolak, dan barang pun ada,”tuturnya.

Sementara itu untuk bahan pokok penting (bapokting) lainya terpantau normal. Seperti beras ciherang Cianjur masih bertahan Rp11.500 per kilogram, begitu juga dengan beras Ciherang dari Sukabumi masih normal Rp9.400 per kilogramnya. Kemudian daging sapi Rp110 ribu per kilogram, daging ayam broiler Rp36 ribu per kilo.

Kemudian cabe keriting merah masih di kisaran Rp28 ribu per kilo, cabe keriting hijau Rp20 ribu per kilonya, cabe rawit hijau Rp24 ribu per kilonya.”Minyak goreng (curah) masih bertahan di angka Rp10 ribu dan gula pasir tetap Rp11 ribu per kilogramnya. Kalau telur ayam masih dibanderol dikisaran Rp26 ribu per kilogramnya,”jelasnya 

Yang jelas lanjut Heri, selain semuanya tergolong masih stabil, semua kebutuhan pokok masih aman dan lancar sampai akhir tahun nanti. Sampai saat ini lanjut Heri, semua stok bapokting dan barang strategis lainya cukup tersedia, serta fluktuasi harga masih dalam batas kewajaran. Begitu juga dengan penyaluran dan pendistribusian barang-barang tersebut dalam kondisi aman dan lancar.”Saat ini semua ketersediaan bapokting dan bahan startegis lainya sangat aman,”pungkasnya.(ardan/mbi).

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPP Bumi Budaya Nawacita Jabar : Siap Menjaga  Dan melestarikan  Budaya leluhur,   Menuju Indonesia Berdaulat Dan Mandiri

    DPP Bumi Budaya Nawacita Jabar : Siap Menjaga Dan melestarikan Budaya leluhur, Menuju Indonesia Berdaulat Dan Mandiri

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBImews.id-  Ratusan budayawan serta  masyarakat adat dan budaya  Jawa Barat , banten dan Seluruh Nusantara  Hadir untuk  bisa merumuskan metode, ide, gagasan dalam melestarikan budaya leluhur untuk bisa dilestarikan dan dijaga dikembangkan dimasa depan, dikumpulkan dalam  Konferensi Bumi Budaya Nawacita,  untuk membangun kesadaran dan komitmen  bersama.  Dalam sambutanya  ketua umum Bumi Budaya Nawacita dan […]

  • UMK Jawa Barat 2024 di Tetapkan, Segini Besaran Kota Sukabumi

    UMK Jawa Barat 2024 di Tetapkan, Segini Besaran Kota Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Besaran Upah Minimun Kota/Kabupaten (UMK) di Jawa Barat 2024 resmi ditetapkan. Penetapan UMK tersebut, tertuang dalam Keputusan Gubernur Jabar Nomor: 561.7/Kep.804-Kesra/2023 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Barat Tahun 2024. Dengan begitu, sebanyak 27 kota dan kabupaten segera mengeksekusi keputusan tersebut usai menerima salinan keputusan penetapan besaran upah minimum kota dan kabupaten. Dari 27 […]

  • Rapat Paripurna Tetapkan Tiga Calon Pimpinan DPRD Kota Bandung Periode 2024-2029

    Rapat Paripurna Tetapkan Tiga Calon Pimpinan DPRD Kota Bandung Periode 2024-2029

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — DPRD Kota Bandung menggelar rapat paripurna dengan agenda Pengumuman dan Penetapan Calon Pimpinan DPRD Kota Bandung Masa Jabatan Tahun 2024-2029, di Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat, 13 September 2024. Rapat paripurna yang diselenggarakan secara internal ini dipimpin oleh Ketua Sementara DPRD Kota Bandung H. Agus Andi Setyawan, S.Pd.I., didampingi Wakil Ketua Sementara […]

  • Warga Keluhkan Jalan Merbabu Rusak Bertahun-tahun, Kadis PUTR: Anggaran Ditarik ke IKN, Perbaikan diundur Tahun 2025

    Warga Keluhkan Jalan Merbabu Rusak Bertahun-tahun, Kadis PUTR: Anggaran Ditarik ke IKN, Perbaikan diundur Tahun 2025

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sejumlah masyarakat di wilayah Jalan Merbabu, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi mengeluhkan terkait rusaknya jalan yang telah terjadi bertahun-tahun. Bukan hanya menjadi jalan utama bagi masyarakat yang bermukim untuk beraktivitas, Jalan Merbabu juga menjadi akses jalan utama pondok pesantren dan juga destinasi wisata museum, yang kerap dikunjungi wisatawan dari dalam dan luar Kota […]

  • Ini Alasan Warga Tidak Memakai Masker Di Hari Pertama PSBB

    Ini Alasan Warga Tidak Memakai Masker Di Hari Pertama PSBB

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dengan ditetapkanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Bandung, maka setiap orang yang berada di tempat umum di wajib mengenakan masker. Namun ternyata masih banyak warga yang belum mengenakannya. Padahal sebelum pelaksanaan PSBB, pemerintah juga telah mengimbau setiap orang yang berada di luar ruangan mengenakan masker. Berdasarkan pantauan Humas Kota Bandung di […]

  • Sampah Jadi Emas, Program Sederhana Hasil Luar Biasa

    Sampah Jadi Emas, Program Sederhana Hasil Luar Biasa

    • calendar_month Rabu, 27 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung kini miliki inovasi, yakni menabung sampah jadi emas. Program tersebut merupakan turunan dari Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan (Kang Pisman). Rencananya, program ini bakal diluncurkan pekan depan. Lewat program ini, masyarakat cukup mengumpulkan sampah anorganik seperti sampah kertas, kaleng, kardus, gelas, botol plastik maupun botol kaca. Jika […]

expand_less